Akhir Pekan Ini, Kunjungi Festival Cap Go Meh dan Tatung Singkawang

Kompas.com - 08/02/2020, 07:40 WIB
Rangkaian atraksi tatung dalam puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat, (10/2/2017). Sebanyak 567 tatung turut berpartisipasi dalam perayaan budaya terbesar masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang. KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANRangkaian atraksi tatung dalam puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat, (10/2/2017). Sebanyak 567 tatung turut berpartisipasi dalam perayaan budaya terbesar masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang.


JAKARTA, KOMPAS.com - Perayaan Cap Go Meh identik dengan perayaan akhir dari Hari Raya Imlek. Perayaan ini terasa meriah di salah satu kota di Indonesia-- Singkawang.

Tahun ini, Singkawang menyelenggarakan Festival Cap Go Meh Singkawang 2020 mulai dari 23 Januari-9 Februari.

Baca juga: Kemenparekraf yakin Festival Cap Go Meh Singkawang Datangkan Wisatawan

Sekretaris Umum Panitia Festival Imlek dan Cap Go Meh 2020 Singkawang, Bong Cin Nen mengatakan, sebenarnya rangkaian acara Imlek dan Cap Go Meh sudah dimulai tanggal 17 Januari 2020. 

Namun, rangkaian besarnya baru dimulai 23 Januari-9 Februari mendatang.

"Puncak acara Cap Go Meh itu tanggal 8 Februari, hari Sabtu ada Festival Tatung yang terdiri dari pawai Tatung, ritual altar, dan proses lelang pada malam harinya," kata Bong ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (6/2/2020).

Baca juga: Apa Itu Cap Go Meh, dan 5 Fakta Menarik Lainnya...

Festival Tatung merupakan ikon utama perayaan Cap Go Meh di Singkawang.

Menurut Bong, tahun ini akan ada 847 tatung dari Singkawang serta beberapa daerah lainnya di luar Singkawang seperti Pontianak, Sungai Pinyuh, Bengkayang, dan Pemangkat.

Aksi para Tatung dalam Cap Go Meh 2569 di Singkawang, Kalimantan Barat (2/3/2018).KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Aksi para Tatung dalam Cap Go Meh 2569 di Singkawang, Kalimantan Barat (2/3/2018).
Tak hanya itu, negara tetangga Malaysia juga akan mengisi acara dengan membawa 11 Tatung yang dimilikinya.

Bong melanjutkan, ritual cuci jalan yang ada dalam rangkaian Festival Tatung akan dilaksanakan seperti tahun sebelumnya di Jalan Diponegoro.

Sebelumnya, perayaan Cap Go Meh Singkawang 2020 sudah dibuka pada Senin (3/2/2020) dengan pembukaan berisi pameran Expo dan UKM.

Baca juga: 5 Fakta tentang Perayaan Cap Go Meh di Singkawang

"Rangkaian acaranya itu ada acara pagelaran seni multietnis dari semua paguyuban di Kalbar, mengundang artis juga dalam acara hiburan rakyat, ada replika pagoda terbesar yang akan memecahkan rekor MURI, dan ada kontes pemilihan Hakka Ako Amoi 2020. Selain itu ada juga lomba seni atraksi naga," tambah Bong.

Pengunjung juga bisa melihat replika pagoda setinggi 20,20 meter dengan ukuran 2.020 meter persegi. Replika pagoda ini ditargetkan akan memecahkan rekor MURI.

Festival Cap Go Meh akan ditutup pada Minggu (9/2/2020) malam bertempat di Stadion Kridasana, Singkawang.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Singapore Airlines dan Silk Air Batalkan 8 Rute Penerbangan ke Indonesia

Singapore Airlines dan Silk Air Batalkan 8 Rute Penerbangan ke Indonesia

Whats Hot
Wisata Saat Wabah Virus Corona, Ini Pengalaman Wisatawan Indonesia Saat di Bandara

Wisata Saat Wabah Virus Corona, Ini Pengalaman Wisatawan Indonesia Saat di Bandara

Whats Hot
Cara Refund Tiket KA karena Terdampak Banjir, Uang Kembali 100 Persen

Cara Refund Tiket KA karena Terdampak Banjir, Uang Kembali 100 Persen

Whats Hot
Jakarta Banjir, Perjalanan Kereta Api Jarak Dekat dan Jauh Mengalami Keterlambatan

Jakarta Banjir, Perjalanan Kereta Api Jarak Dekat dan Jauh Mengalami Keterlambatan

Whats Hot
Dikepung Banjir, Jadwal Penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma Tetap Normal

Dikepung Banjir, Jadwal Penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma Tetap Normal

Whats Hot
Banjir Jakarta, Ini Imbauan untuk Penumpang Pesawat di Bandara Soetta

Banjir Jakarta, Ini Imbauan untuk Penumpang Pesawat di Bandara Soetta

Whats Hot
Kereta Bandara Soetta Kembali Beroperasi Pasca Terdampak Banjir

Kereta Bandara Soetta Kembali Beroperasi Pasca Terdampak Banjir

Whats Hot
Tips Liburan ke Taiwan di Tengah Isu Virus Corona, Selalu Pakai Masker

Tips Liburan ke Taiwan di Tengah Isu Virus Corona, Selalu Pakai Masker

Travel Tips
Langkah-langkah Antisipasi Taiwan Menghadapi Virus Corona

Langkah-langkah Antisipasi Taiwan Menghadapi Virus Corona

Whats Hot
Banjir Jakarta, Perjalanan Kereta Bandara Soetta Sempat Dibatalkan

Banjir Jakarta, Perjalanan Kereta Bandara Soetta Sempat Dibatalkan

Whats Hot
Pengalaman Wisatawan Indonesia Liburan ke Luar Negeri saat Isu Corona

Pengalaman Wisatawan Indonesia Liburan ke Luar Negeri saat Isu Corona

Whats Hot
Virus Corona, Italia Tolak Usulan Kembali Dilakukan Pemeriksaan di Perbatasan

Virus Corona, Italia Tolak Usulan Kembali Dilakukan Pemeriksaan di Perbatasan

Whats Hot
Skema Insentif untuk Industri Pariwisata Terkait Dampak Corona Diumumkan Hari Ini

Skema Insentif untuk Industri Pariwisata Terkait Dampak Corona Diumumkan Hari Ini

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Cara Memilih Durian | Panduan Liburan ke Samosir

[POPULER TRAVEL] Cara Memilih Durian | Panduan Liburan ke Samosir

Whats Hot
Turis Denmark Suka Wisata ke Papua dan Kalimantan, Ini Alasannya...

Turis Denmark Suka Wisata ke Papua dan Kalimantan, Ini Alasannya...

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X