Lika-liku Barongsai Ngamen di Glodok

Kompas.com - 09/02/2020, 20:25 WIB
Kawasan petak sembilan di Glodok, Jakarta yang memiliki banyak penjual menjajakan peralatan untuk merayakan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh, Rabu (5/2/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianKawasan petak sembilan di Glodok, Jakarta yang memiliki banyak penjual menjajakan peralatan untuk merayakan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh, Rabu (5/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyusuri jalan sepanjang petak sembilan di Glodok, Jakarta, Yusuf bersama dua kawannya yang lain bernama Herman dan Yanti mulai bekerja dari siang hari hingga matahari tenggelam.

Tidak lupa mengenakan pakaian khas pemain barongsai, mereka juga dilengkapi dengan sebuah amplop merah yang dibeli dari salah satu toko di petak sembilan yang menjual perlengkapan Imlek dan Cap Go Meh.

Baca juga: Mengapa Barongsai Selalu Ada Saat Imlek?

“Kita sih punya langganan masing-masing. Kalau saya langganan (beli amplop) di toko ini (salah satu toko yang terletak di dekat pintu masuk petak sembilan di seberang deretan toko obat),” tutur Yusuf saat ditemui Kompas.com Rabu (5/2/2020) lalu.

Istilah “ barongsai ngamen” kerap disematkan oleh warga petak sembilan terhadap profesi yang dilakoni oleh pria yang mengontrak di daerah Kalijodo tersebut. Baik itu oleh para pengunjung maupun pemilik toko di deretan area pecinan tersebut.

Kerja menjadi barongsai ngamen telah dilakukan Yusuf sejak tahun 2003. Berawal dari area Olimo, dirinya hanya berjalan-jalan di sepanjang jalanan tersebut dan menghampiri beberapa rumah makan untuk mencari uang.

“Boleh masuk ke dalam restoran, dari pagi sampai jam 9 malam tapi hanya boleh satu kali masuk. (Masuk ke dalam) tidak apa-apa. Kuncinya kita tetap sopan. Kalau di petak sembilan baru mulai sekitar 5 – 6 tahun lalu,” kata Yusuf.

Saat mulai merintis karir sebagai barongsai ngamen, Yusuf mengaku dulu sempat kesulitan mencari kostum. Sebab, harga yang ditawarkan oleh para penyewa kostum barongsai beserta kepalanya mengenakan harga Rp 150.000 sehari.

Kini, harga yang ditawarkan beragam. Mulai dari Rp 50.000 – Rp 150.000. Untungnya, berkat giatnya dia bekerja dan mengikuti arisan di kontrakan yang disinggahi, kini dia mampu menggunakan kostum miliknya sendiri yang dibeli seharga Rp 3 juta.

Harga tersebut menurutnya tergolong cukup murah mengetahui bahwa dia membelinya tepat dua hari sebelum perayaan Tahun Baru Imlek 2020 dimulai. Biasanya, harga akan naik saat menjelang hari raya etnis Tionghoa di Indonesia.

Sempat dimarahi saat mengamen

Barongsai adalah salah satu hal yang khas dengan etnis Tionghoa di Indonesia. Sebab, barongsai merupakan bagian dari kebudayaan yang hingga kini masih eksis dilakukan oleh siapapun yang tertarik dalam seni tarian liong tersebut.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

Whats Hot
Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Whats Hot
Persiapkan 'New Normal', Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Persiapkan "New Normal", Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Whats Hot
Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Whats Hot
#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

Whats Hot
Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Jalan Jalan
Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Whats Hot
Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Makan Makan
AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

Whats Hot
Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Makan Makan
Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Makan Makan
Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Jalan Jalan
Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Whats Hot
Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Jalan Jalan
TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X