Festival Arak Diharap Dapat Kenalkan Rasa dan Aroma Minuman Khas Bali

Kompas.com - 10/02/2020, 21:07 WIB
Ilustrasi pembuatan arak Bali ShutterstockIlustrasi pembuatan arak Bali

Selain membeli, Derka juga mengatakan para wisatawan juga beristirahat sejenak di desa-desa tersebut sembari melihat proses pembuatan minuman fermentasi dan/atau destilasi.

“Proses pembuatan biasanya mulai dari pukul 7 pagi hingga pukul tiga sam[ai sore. Tidak dikenakan biaya, tapi ada baiknya memberi donasi,” kata Derka.

Baca juga: Museum Arak Bali akan Dibangun di Karangasem Pertengahan 2020

Festival arak terdapat dalam Pasal 13 Bab 4 Promosi dan Branding Pergub 1/2020. Peraturan tersebut menyatakan bahwa promosi dan branding dilakukan oleh koperasi dan produsen secara bersamaan.

Meski begitu, terdapat beberapa tahap dan syarat yang harus dipenuhi oleh pengrajin minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali sebelum produk mereka dapat dipromosikan melalui festival arak.

Di antaranya adalah produk diproses berdasarkan proses tradisional fermentasi dan/atau destilasi khas Bali (Process Footprint), produk yang mempromosikan kerjasama dengan koperasi dan petani arak (Social Footprint), dan produk yang memperhatikan kelestarian lingkungan (Ecological Footprint).

Selain pagelaran festival arak Bali, bentuk promosi yang akan dilakukan adalah bentuk kerjasama antar provinsi, dengan asosiasi hotel atau restoran, asosiasi bartender, dan pameran di luar negeri.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X