Kompas.com - 14/02/2020, 13:03 WIB
ILUSTRASI - Biji cokelat ThinkStockILUSTRASI - Biji cokelat


JAKARTA, KOMPAS.com - Cokelat yang kita kenal di pasaran sekarang biasanya sudah berbentuk batangan atau bubuk. Cokelat seperti ini telah melalui proses produksi yang cukup panjang.

Cokelat berasal dari biji kokoa yang terdapat di pohon kakao. Pohon kakao ini biasa ditemukan di Benua Amerika. Namun, di Asia yang memiliki iklim tropis juga terdapat pohon kakao.

Ada beberapa tahapan dalam proses biji cokelat untuk bisa menjadi produk cokelat siap makan yang kita kenal. Berikut ini beberapa tahapannya.

Baca juga: Cara Melelehkan Cokelat di Rumah agar Mengilap dan Lebih Enak

1. Fermentasi

Dilansir dari Britannica, biji kokoa bisa dipanen sepanjang tahun. Biji yang sudah matang diambil dari pohon kemudian dibelah. Bijinya kemudian diambil dari buah yang disebut cocoa pod dan dipisahkan. Biji kokoa ini masih diselimuti oleh semacam lapisan.

Biji ini kemudian harus melalui proses fermentasi. Sebelumnya, ada tiga jenis biji kokoa di dunia. Ada forastero, criollo, dan trinitario. Jenis forastero adalah yang paling umum. Biji kokoa forastero punya rasa cokelat pada umumnya, kuat dan sedikit earthy.

Kemudian ada biji jenis criollo. Biji ini jadi yang paling bagus dan mahal. Kualitasnya paling tinggi dengan aroma yang khas dan rasa pahit yang tidak terlalu kuat. Biasanya criollo digunakan untuk produk cokelat mewah.

Dan terakhir adalah trinitario. Biji jenis ini merupakan hasil silangan dari biji jenis criollo dan forastero.

Setiap jenis biji melalui proses fermentasi yang berbeda. Misalnya, biji forastero harus difermentasi selama lima hingga tujuh hari. Sementara criollo, hanya selama satu hingga tiga hari.

Baca juga: Apa Bedanya Cokelat Compound dan Couverture? Pencinta Cokelat Harus Tahu

“Biji dari cocoa pod difermentasi terlebih dulu lalu dikeringkan. Setelah kering, pisahkan lapisan luar dari bijinya dan hancurkan bijinya, dinamai cocoa Nibs,” jelas Pastry Chef dan Co-Owner dari Namelaka Yoan Tjahjadi ketika dihubungi Kompas.com pada Selasa (11/02/2020).

Proses fermentasi ini akan membuat lapisan di luar biji kokoa mengering. Selain itu, proses ini juga memberi rasa dan aroma yang khas. Setelahnya, biji yang sudah difermentasi pun dijemur hingga kering untuk mengurangi kadar cairan di dalamnya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Travel Update
Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Travel Promo
Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Travel Update
Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Travel Update
6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Itinerary
Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Itinerary
Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Travel Update
Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Travel Update
Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Travel Update
Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Travel Update
Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Travel Update
Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Travel Update
Mudik Dilarang, Kunjungan Wisata ke Bantul dan Gunungkidul Saat Lebaran Diprediksi Anjlok

Mudik Dilarang, Kunjungan Wisata ke Bantul dan Gunungkidul Saat Lebaran Diprediksi Anjlok

Travel Update
Brasil Bangun Patung Yesus, Lebih Tinggi dari Rio de Janeiro

Brasil Bangun Patung Yesus, Lebih Tinggi dari Rio de Janeiro

Travel Update
Bulan Puasa, Candi Borobudur dan Prambanan Tawarkan Paket Ngabuburit

Bulan Puasa, Candi Borobudur dan Prambanan Tawarkan Paket Ngabuburit

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X