Kompas.com - 14/02/2020, 18:50 WIB


Bahkan, minggu ini, Qantas Airlines, maskapai penerbangan milik Australia, juga melakukan penangguhan penerbangan sementara untuk dua penerbangan langsung ke daratan China hingga 28 Maret 2020.

Perpanjangan larangan bepergian Australia juga akan membuat sektor pendidikan mengalami kerugian sebesar 39 miliar dollar Australia atau sekitar Rp 359 triliun.

Baca juga: Dampak Virus Corona, Devisa Pariwisata Indonesia Dapat Berkurang Rp 40 Triliun

Beberapa rencana dari perguruan tinggi di sana akan sangat terdampak jika sebanyak 100.000 mahasiswa internasional tidak dapat kembali ke Australia saat semester baru dimulai.

Bahkan, beberapa perguruan tinggi menunda mulainya semester baru akibat virus corona.

"(Situasi saat ini) lebih kepada menunggu dan melihat apa yang akan terjadi. Namun harapan saya adalah kita akan melihat sebuah terobosan dan kita bisa membuat para mahasiswa kembali ke sini untuk semester pertama mereka," tutur Menteri Pendidikan Federal Dan Tehan kepada Sky News Minggu (9/2/2020).

Baca juga: Virus Corona, Jumlah Wisatawan Outbound Diprediksi Turun 80 Persen

Sebanyak lebih dari 100 warga negara Australia tidak dapat keluar dari kota Wuhan setelah 266 warga berhasil dievakuasi dan tiba di Darwin menggunakan pesawat Qantas Minggu (9/2/2020) lalu.

Sementara itu, 243 warga negara Australia yang pertama kali dievakuasi dari Wuhan sudah melalui hampir setengah jalan masa karantina selama 14 hari di Christmas Island setelah tiba di Australia Selasa (4/2/2020) lalu.

Pemerintah federal menolak beberapa panggilan putus asa dari para warga negara Australia yang masih terdampar di sana dan melewati pesawat evakuasi kedua.

Baca juga: Imbauan Asuransi Perjalanan kepada Wisatawan Saat Wabah Virus Corona

Menurut Fairfax Media, beberapa remaja yang berkunjung ke Wuhan tidak ditemani orang dewasa juga termasuk ke dalam kumpulan warga negara Australia yang masih menunggu evakuasi ketiga.

Menteri Luar Negeri Marise Payne mengakui hal tersebut merupakan situasi sulit yang dialami oleh beberapa keluarga.

"Anak-anak (yang masih menunggu evakuasi ketiga) tetap bersama keluarganya dan dirawat dengan baik," kata Payne.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.