Kompas.com - 14/02/2020, 18:50 WIB
Sejumlah penumpang maskapai China Eastern tujuan Shanghai China menunggu untuk boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2/2020). China Eastern merupakan pesawat terakhir yang melakukan penerbangan setelah pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan memutuskan mulai 5 Februari 2020 jam 00.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunda penerbangan dari dan menuju daratan Cina terkait terus berkembangnya kasus penyebaran Novel Coronavirus. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALSejumlah penumpang maskapai China Eastern tujuan Shanghai China menunggu untuk boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2/2020). China Eastern merupakan pesawat terakhir yang melakukan penerbangan setelah pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan memutuskan mulai 5 Februari 2020 jam 00.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunda penerbangan dari dan menuju daratan Cina terkait terus berkembangnya kasus penyebaran Novel Coronavirus.

KOMPAS.com - Australia memperpanjang larangan bepergian (travel ban) terkait wabah virus corona yang terus melebar.

Larangan tersebut tetap dilakukan meskipun berdampak pada sektor pariwisata dan pendidikan Australia.

Dilansir dari laman Dailymail, Sabtu (15/2/2020) adalah pekan kedua sejak Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan larangan bepergian sementara selama 14 hari kepada wisatawan yang telah meninggalkan atau melewati China sebelum tiba di Australia.

Baca juga: Kapal Pesiar Dikarantina karena Virus Corona, Penumpang Diberi Makanan Lezat

"Kami berharap itu (larangan bepergian) akan terus berlanjut. Kami tidak menaruh jangka waktu terhadap hal itu (larangan bepergian)," tutur Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt kepada The Australian.

Hunt juga memperingatkan, ada kemungkinan larangan bepergian tersebut diperpanjang saat angka kematian di seluruh dunia mencapai 1.000 jiwa.

Menurut Hunt, pemerintah setempat bertindak mengikuti saran medis terbaik dalam penerapan larangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Langkah Pemerintah Isi Slot Penerbangan Kosong karena Wabah Virus Corona

Dia mengatakan, tanggung jawab pemerintahan Australia adalah menyediakan perlindungan dan keamanan kesehatan nasional kepada masyarakatnya.

"Mereka (perlindungan dan keamanan kesehatan nasional) merupakan keputusan yang cukup sulit, namun dibuat berdasarkan saran medis dan kami akan mengimplementasikan saran medis tersebut," tutur Hunt.

Saat ini, Australia memiliki 15 kasus virus corona yang telah terkonfirmasi. Sementara itu, terdapar 4 warga negara Australia di antara 65 kasus virus corona terbaru di kapal pesiar Diamond Princess yang sedang dikarantinas di pelabuhan Yokohama, Jepang.

Baca juga: Imbas Virus Corona, Travel Agent Tawarkan Rute Domestik untuk Alternatif Refund

Terkait larangan bepergian, pemerintah federal mengaku, hal tersebut memberi dampak kepada industri pariwisata dengan estimasi total kerugian mencapai 1 miliar dollar Australia atau sekitar Rp 9 triliun per pekan.

Penumpang kereta di Shanghai, China Memakai Masker Pelindung pada Minggu, 9 Februari 2020Noel Celis / AFP - Getty Images Penumpang kereta di Shanghai, China Memakai Masker Pelindung pada Minggu, 9 Februari 2020

Bahkan, minggu ini, Qantas Airlines, maskapai penerbangan milik Australia, juga melakukan penangguhan penerbangan sementara untuk dua penerbangan langsung ke daratan China hingga 28 Maret 2020.

Perpanjangan larangan bepergian Australia juga akan membuat sektor pendidikan mengalami kerugian sebesar 39 miliar dollar Australia atau sekitar Rp 359 triliun.

Baca juga: Dampak Virus Corona, Devisa Pariwisata Indonesia Dapat Berkurang Rp 40 Triliun

Beberapa rencana dari perguruan tinggi di sana akan sangat terdampak jika sebanyak 100.000 mahasiswa internasional tidak dapat kembali ke Australia saat semester baru dimulai.

Bahkan, beberapa perguruan tinggi menunda mulainya semester baru akibat virus corona.

"(Situasi saat ini) lebih kepada menunggu dan melihat apa yang akan terjadi. Namun harapan saya adalah kita akan melihat sebuah terobosan dan kita bisa membuat para mahasiswa kembali ke sini untuk semester pertama mereka," tutur Menteri Pendidikan Federal Dan Tehan kepada Sky News Minggu (9/2/2020).

Baca juga: Virus Corona, Jumlah Wisatawan Outbound Diprediksi Turun 80 Persen

Sebanyak lebih dari 100 warga negara Australia tidak dapat keluar dari kota Wuhan setelah 266 warga berhasil dievakuasi dan tiba di Darwin menggunakan pesawat Qantas Minggu (9/2/2020) lalu.

Sementara itu, 243 warga negara Australia yang pertama kali dievakuasi dari Wuhan sudah melalui hampir setengah jalan masa karantina selama 14 hari di Christmas Island setelah tiba di Australia Selasa (4/2/2020) lalu.

Pemerintah federal menolak beberapa panggilan putus asa dari para warga negara Australia yang masih terdampar di sana dan melewati pesawat evakuasi kedua.

Baca juga: Imbauan Asuransi Perjalanan kepada Wisatawan Saat Wabah Virus Corona

Menurut Fairfax Media, beberapa remaja yang berkunjung ke Wuhan tidak ditemani orang dewasa juga termasuk ke dalam kumpulan warga negara Australia yang masih menunggu evakuasi ketiga.

Menteri Luar Negeri Marise Payne mengakui hal tersebut merupakan situasi sulit yang dialami oleh beberapa keluarga.

"Anak-anak (yang masih menunggu evakuasi ketiga) tetap bersama keluarganya dan dirawat dengan baik," kata Payne.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.