Kompas.com - 15/02/2020, 09:20 WIB
Kota Terlarang, Beijing, China. ShutterstockKota Terlarang, Beijing, China.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah virus corona menyebabkan perjalanan penerbangan udara maupun akses transportasi dari dan ke China ditutup untuk sementara.

Pemerintah Indonesia juga memberikan peringatan kepada warganya untuk tidak pergi ke China dalam waktu dekat.

Namun, jika ingin pergi ke China, pembelian tiket pesawat ke Negeri Bambu tersebut masih bisa dilayani untuk keberangkatan tahun depan--2021.

Baca juga: Travel Ban Australia Terkait Corona, Pariwisata Rugi Rp 9 T Per Minggu

Hal tersebut terlihat dari pantauan Kompas.com, pada pameran Singapore Airlines BCA Travel Fair di Mal Gandaria City, Jumat (14/2/2020).

Salah seorang pengunjung, Safwa mengaku membeli tiket pesawat ke China untuk keberangkatan Mei 2021.

"Saya beli tiket ke China untuk tahun depan. Tadi dapat harga Rp 4.650.000 naik Singapore Airlines pulang pergi. Normalnya kan bisa Rp 10 hingga Rp 15 juta, kalau one way itu bisa Rp 7 juta-an," kata Safwa kepada Kompas.com saat hendak mencetak tiket pesawat di booth Dwidaya Tour.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Paket Perjalanan ke Arab Saudi Tidak Terkena Dampak Wabah Virus Corona

Safwa bercerita, awalnya akan berkunjung ke China akhir tahun ini, namun tertunda karena adanya Virus Corona. Rencananya, ia akan pergi bersama teman-teman kantornya berjumlah 12 orang.

Usai merebaknya wabah Virus Corona tersebut, ia mengaku telah melakukan refund tiket dan mencari tiket pesawat lainnya.

"Jadi kami reschedule jadwal awalnya, kami refund tiket jadi harus beli tiket baru. Nah, beli barunya pas di acara ini," ujarnya.

Baca juga: Virus Corona, Korea Imbau Warganya Tidak Berkunjung ke 6 Negara Ini

Safwa meyakini, virus tersebut sudah selesai pada tahun depan. Hal ini ia katakan karena melihat kasus-kasus virus itu yang semakin lama mulai menunjukkan kabar baik.

"Satu tahun harapannya udah selesai virus itu, sekarang saja udah banyak yang sembuh kan. Harusnya udah enggak ada, soalnya saya pikir selama ini ada juga virus-virus dan itu enggak ada yang sampai larut bertahun-tahun," lanjutnya.

Namun, Safwa tetap mengantisipasi apa pun yang terjadi selama virus tersebut masih ada. Ia tetap mematuhi dan menjalankan langkah-langkah antisipasi virus yang tepat sesuai anjuran dari pemerintah.

Baca juga: Gara-gara Virus Corona, Hilton Tutup 150 Hotel di China

Langkah-langkah antisipasi yang dilakukan seperti memakai masker, dan mencuci tangan dengan alkohol 70 persen.

"Tapi tetap harapan saya tahun depan sudah selesai jika melihat banyak kasus pasien yang sudah sembuh," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X