Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Kompas.com - 18/02/2020, 10:20 WIB
Pura Puseh Desa Batuan, Gianyar, Bali. SHUTTERSTOCK/GEKKO GALLERYPura Puseh Desa Batuan, Gianyar, Bali.

Mengunjungi setiap pura bersama-sama

Hari Raya Galungan selalu jatuh di hari Rabu. Pada saat perayaan besar tersebut tiba, umat Hindu Bali akan mulai sembahyang di pura-pura milik desa mulai dari pukul 07.00.

Biasanya, mereka sudah menentukan terlebih dahulu untuk berkunjung ke pura apa terlebih dahulu. Setelah usai bersembahyang, mereka melanjutkan perjalanan ke beberapa pura lain yang dimiliki oleh desa tempat mereka tinggal.

"Tapi biasanya yang umum sih tiga pura saja. Itu harus dikunjungi. Setiap desa adat di Bali mempunyai tiga pura utama. Pura kelahiran atau penciptaan, pura kehidupan atau pemeliharaan, dan pura kematian atau penghancuran. Setiap wilayah di Bali tidak pernah hanya punya satu pura saja, minimal tiga," kata Pitana.

Baca juga: Wisata di Bali Saat Galungan? Jangan Lewatkan Acara Ini...

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan ‘Kun’ Adnyana mengatakan, pura-pura tersebut terdiri dari Pura Desa, Pura Puseh, dan Pura Dalem.

Pura Desa merupakan pura untuk pemujaan Dewa Brahma. Sementara Pusa Puseh adalah tempat pemujaan Dewa Wisnu. Kemudian Pura Dalem adalah tempat memuja Dewa Siwa.

"Terkadang di desa juga ada pura yang namanya Pura Subak kalau desa memiliki sistem irigasi (pengairan sawah). Makanya setiap Galungan itu kita keliling ke setiap pura yang ada di desa,” tutur Adnyana saat dihubungi Kompas.com, Senin (17/2/2020).

 

Seusai sembahyang di pura, mereka akan kembali ke rumah masing-masing untuk lanjut bersembahyang di tempat suci yang mereka miliki.

Kegiatan usai Galungan

Ilustrasi mengarak Barong. SHUTTERSTOCK/STEKLO Ilustrasi mengarak Barong.
Sehari setelah Galungan, atau kerap disebut umanis Galungan, biasanya akan ada barong untuk ngelawang. Adnyana mengatakan, barong akan diperciki tirta (air suci) dan sesajen sebelum berkeliling desa adat.

Hal ini dilakukan untuk memberikan keselamatan dari wabah penyakit. Barong yang dibawa oleh beberapa masyarakat tersebut akan berkeliling sampai 35 hari setelah galungan.

"Ngelawang juga berlangsung sampai ke luar desa sampai pegat uwakan," kata Adnyana.

Baca juga: Susah tetapi Seru, Belajar Masak Lawar dan Sate Lilit

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X