Perhatikan, 6 Tips Liburan ke Thailand untuk Pemula

Kompas.com - 23/02/2020, 11:40 WIB
Taman laut nasional Angthong di Koh Samui, Suratthani, Thailand. (Shutterstock) Taman laut nasional Angthong di Koh Samui, Suratthani, Thailand. (Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.com - Liburan pertama akan jadi berkesan jika pengalaman yang dilalui menarik. Oleh karena itu, pastikan punya rencana liburan dan tahu tipsnya.

Bagi kamu yang berencana liburan ke Thailand untuk pertama kali, misalnya, Kompas.com merangkum enam tips yang bisa jadi panduan kamu berlibur di sana.

Baca juga: Berwisata di Thailand, Informasi dan Tiket Terbaru Wat Arun di Bangkok

Panduan ini bisa kamu pakai agar liburan sesuai rencana dan berkesan. Berikut tips sederhana yang bisa kamu lakukan saat liburan ke Thailand untuk pertama kali.

1. Cara Berpakaian

Saat liburan ke Thailand, pasti kamu akan mengunjungi berbagai kuil yang cantik. Perlu diingat, saat masuk ke kawasan kuil sebaiknya kenakan baju yang sopan.

Pasalnya, meskipun kerap dikunjungi sebagai tempat wisata, kuil tetaplah tempat ibadah yang disakralkan dan perlu dihormati.

Suasana Wat Arun saat momen matahari terbenam. SHUTTERSTOCK/THANAKORN.P Suasana Wat Arun saat momen matahari terbenam.
"Setidaknya menggunakan pakaian sopan, bagi wanita jangan gunakan short pants, atau tank top," jelas Deviana Public Relation, Tourism Authority of Thailand di Indonesia.

Hal ini diungkapkan saat ditemui di Astindo Travel Fair 2020 di Jakarta Convention Center, Jumat (21/2/2020).

Baca juga: Jangan Lakukan 6 Hal Ini Saat Berkunjung ke Kuil Thailand

Jika tengah menggunakan celana pendek atau tank top, biasanya akan dianjurkan memakai kain agar terlihat lebih sopan.

Namun, selain di kuil, kamu bebas menggunakan baju yang ingin dipakai. Kamu bisa pakai celana pendek atau baju tipis untuk menyesuaikan cuaca di Thailand yang cukup panas.

2. Berburu makanan

Saat ke Thailand, berburu makanan, terutama street food adalah hal yang perlu dilakukan.

Harga makanan yang dijual ramah di kantung. Dengan bermodal Rp 20.000, kamu sudah bisa menyantap satu porsi makanan.

Kamu tidak akan sulit menemukan street food di Thailand, terutama di Bangkok. Namun hal yang perlu diperhatikan, apakah makanan tersebut menggunakan bahan-bahan halal.

Baca juga: Khao San Road, Pusat Backpacker Legendaris di Thailand Direvitalisasi

Kamu bisa menayakan terlebih dahulu ke penjual, bahan olahan apa saja yang digunakan dengan menyebut kalimat: 'mi muu mai?' yang berarti 'mengandung babi tidak?'.

Kamu juga bisa mengatakan kata 'muu' yang berarti babi dengan nada bertanya.

Namun, tidak semua jajanan street food di Thailand menggunakan babi. Banyak street food yang menggunakan ayam, sapi dan ikan dengan rasa menggoyang lidah.

Kamu bisa berburu makanan di tempat seperti Yaowarat, Pratunam, Khao San Road, Talad Neon dan masih banyak lagi.

Baca juga: Menginap di Bola Transparan Sambil Lihat Gajah di Thailand

Cita rasa makanan di Thailand tidak jauh berbeda dengan hidangan di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar menonjolkan cita rasa asam, manis, pedas, gurih yang familiar.

3. Transportasi

Deviana menuturkan, Thailand memiliki berbagai macam transportasi umum seperti BTS sky train, MRT, bus, taksi hingga transportasi lokal.

Namun, ada satu kendaraan yang menjadi daya tarik bagi para turis--tuk tuk. Kendaraan ini berbentuk seperti bajaj dan sering lalu lalang di Bangkok.

Tuk tuk, salah satu transportasi umum khas Thailand.KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Tuk tuk, salah satu transportasi umum khas Thailand.
Tuk tuk juga menjadi incaran bagi para wisatawan karena ada istilah, 'belum ke Bangkok kalau belum naik tuk tuk.' Tuk tuk lebih ditujukan untuk para turis, sehingga harganya mahal.

Bagi yang mementingkan urusan dompet, kamu bisa menggunakan transportasi online. Salah satu merek transportasi online di Indonesia pun bisa diakses di Thailand.

Baca juga: Kopi Susu Kekinian Diminati Warga Thailand

Kamu juga bisa menyewa mobil tipe van dengan harga rata-rata satu hari seharga 3.000- 4.000 bath yang setara dengan Rp 1,2 juta.

Mobil van memiliki ukuran besar dengan memiliki kapasitas 10-11 orang. Ada juga mobil dengan ukuran lebih kecil yang berkapasitas lima hingga delapan orang.

4. Perhatikan musim

Suasana di Pantai Maya yang ada di Pulau Phi Phi, Thailand.AFP PHOTO/LILLIAN SUWANRUMPHA Suasana di Pantai Maya yang ada di Pulau Phi Phi, Thailand.

Kamu perlu memperhatikan musim jika hendak berlibur di pantai Thailand. Hal ini berpengaruh pada penuh atau tidaknya pantai tersebut.

"Lebih baik pada saat musim panas. Kalau musim hujan, ombaknya tinggi, ada badai, jadi kalau bisa bulan-bulan seperti April hingga Juni," papar Deviana.

Baca juga: Soal Gastro Diplomasi, Indonesia Bisa Belajar dari Korea dan Thailand

Pantai juga akan lebih indah saat musim panas, karena laut akan berwarna biru kehijau-hijauan, langitnya cerah dan anginnya tidak terlalu kencang.

Kamu juga harus mempersiapkan sunscreen saat musim panas. Sebab, cuaca di pantai akan sangat panas. Selain itu, saat kamu berpergian di musim hujan, siapkan payung.

5. Penginapan

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

This space waiting for you.... #napparkhostel #hostelnappark #hostellife #lobby #thailand #bangkok #khaosanroad

Sebuah kiriman dibagikan oleh Nappark hostel (@nappark_hostel) pada 2 Nov 2016 jam 10:50 PDT

Penginapan di Thailand sangat mudah ditemui. Kamu bisa menemui hostel hingga hotel bintang lima yang bertaburan di Bangkok dan kota tujuan wisata lainnya.

"Hotelnya juga bervariasi ada yang hostel, ada yang bintang tiga, empat dan lima. Hotel dengan bintang tiga dan empat harganya masih terjangkau," ujar Deviana.

Baca juga: Menginap di Bola Transparan Sambil Lihat Gajah di Thailand

Untuk hotel bintang empat, harganya mulai Rp1,2 juta-an, sedangkan harga hostel mulai ditawarkan dari Rp 100.000-Rp 400.000.

Bagi kamu yang pergi dengan konsep backpacker bersama teman, maka cocok menginap di hostel.

Namun, jika berpergian dengan keluarga, lebih baik menyewa hotel bintang empat yang memiliki tipe kamar besar.

6. Berbelanja

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Doing my daily shopping in Bangkok#shopping#bangkok#thailand#asia#busy#travelgram#travel#backpacker

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dirk-Jan Kruijthoff (@dirkjankruijthoff) pada 1 Okt 2016 jam 1:56 PDT

Kamu bisa menawar saat berkunjung di pasar Thailand, sehingga bisa mendapatkan harga lebih murah.

"Biasanya kalau grosir atau belinya banyak bisa ditawar," ujar Deviana.

Jika ingin berburu oleh-oleh dan baju dalam jumlah besar, kamu wajib mengunjungi Platinum Fashion Mall di Bangkok.

Baca juga: Wisata Thailand, 7 Mal Pilihan Bangkok untuk Belanja dan Kulineran

Di sini, kamu bisa membeli baju yang bisa untuk oleh-oleh atau dijual kembali di Indonesia. Harganya pun terjangkau, yakni satu baju (atasan) rata-rata tidak sampai Rp 100.000. 

Lalu juga ada Chatuchak Weekend Market. Di sini, kamu bisa menemukan lapak baju yang fashionable dengan harga terjangkau.

Kamu juga bisa memburu jajanan pinggir jalan di sini. Pasar ini hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

Whats Hot
Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Whats Hot
Persiapkan 'New Normal', Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Persiapkan "New Normal", Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Whats Hot
Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Whats Hot
#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

Whats Hot
Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Jalan Jalan
Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Whats Hot
Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Makan Makan
AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

Whats Hot
Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Makan Makan
Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Makan Makan
Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Jalan Jalan
Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Whats Hot
Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Jalan Jalan
TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X