Kompas.com - 23/02/2020, 15:10 WIB
Lentog tanjung, makanan khas kudus Kompas.com / Gabriella WijayaLentog tanjung, makanan khas kudus

 

JAKARTA, KOMPAS.com  - Sayur labu siam, lontong, kuah santan yang kental dan berminyak hingga sambal goreng ati merupakan komponen yang ada di lontong Cap Go Meh.

Menariknya, ada satu makanan serupa dengan lontong Cap Go Meh. Namanya Lentog Tanjung. Kendati sekilas terlihat sama, namun hidangan ini punya beberapa perbedaan.

"Lentog, artinya lontong, dan Tanjung itu dari nama daerah makanan ini berasal," jelas Dina, penjual nasi pindang di Javanese Food Festival, Sabtu, (22/2/2020).

Lantas, apa yang membedakan lentog tanjung dengan lontong Cap Go Meh?

Baca juga: Berada di Kudus, Jangan Lupa Cicipi Ragam Kulinernya

Menurut Dina, yang membedakan lentog tanjung dengan lontong Cap Go Meh adalah isinya. Lontong Cap Go Meh berisi labu siam, sedangkan lentog tanjung yakni jangan gori .

Jangan gori merupakan olahan sayur nangka yang dimasak dengan santan. Nangka muda ini berbeda dengan yang ada di gudeg.

Jangan gori memiliki tekstur lebih lembek, lalu juga terdapat kuah santan.

Baca juga: Mampir ke Kudus, Ini 5 Destinasi Wisata Wajib Dikunjungi

Dalam semangkuk lentog tanjung terdapat lontong, jangan gori, tahu, tempe, telur. Hidangan sederhana ini memiliki rasa mirip dengan lontong Cap Go Meh, lebih tepatnya ada di kuahnya.

Walaupun sayur nangkanya manis, namun tidak seperti yang ada di gudeg. Sayur nangka nikmat jika disantap bersama kuah santan gurih dan tidak terlalu berminyak.

Makanan ini terbilang sederhana, karena tidak dilengkapi dengan ayam atau daging. Kendati demikian, rasanya tidak kalah dengan hidangan berisi daging.

Baca juga: Garang Asam Kudus, Perpaduan Asam Gurih dari Blimbing Wuluh

Lentog tanjung tidak terlalu berat, sehingga cocok menjadi sarapan. Untuk makanan pendamping, kamu bisa menambahkan aneka sate, seperti usus, telur puyuh dan lainnya.

Jangan lupa tambahkan bawang goreng dan kerupuk saat menyantap hidangan ini, sehingga rasanya tambah nikmat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Travel Update
85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
Warga Jakarta, Ada Bazar Hampers Produk Ekraf Gratis Ongkir

Warga Jakarta, Ada Bazar Hampers Produk Ekraf Gratis Ongkir

Travel Promo
PHRI Banyuwangi: Kita Belum Vaksinasi Covid-19

PHRI Banyuwangi: Kita Belum Vaksinasi Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X