Virus Corona, Italia Tolak Usulan Kembali Dilakukan Pemeriksaan di Perbatasan

Kompas.com - 25/02/2020, 08:40 WIB
Warga mengenakan masker wajah guna mengantisipasi penyebaran virus corona saat berjalan melintasi Piazza del Duomo di Milan, Italia, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. AFP/ANDREAS SOLAROWarga mengenakan masker wajah guna mengantisipasi penyebaran virus corona saat berjalan melintasi Piazza del Duomo di Milan, Italia, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan.


KOMPAS.com – Pemerintah Italia menolak usulan dilakukannya kembali pemeriksaan di perbatasan. Pemeriksaan dilakukan untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Usulan tersebut berarti menunda Perjanjian Schengen yang dibuat oleh beberapa negara di Uni Eropa.

Dalam perjanjian tersebut, salah satunya adalah aturan menghapuskan pengawasan atau pemeriksaan perbatasan antar negara, termasuk di dalamnya aturan mengenai Visa Schengen.

Baca juga: 5 Tips Membuat Visa Schengen Bagi Pemohon Pertama Kali ke Eropa

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan, penangguhan Perjanjian Schengen tidak akan berkontribusi untuk penanggulangan virus corona.

"Ini adalah aksi keras yang tidak akan membantu kebutuhan warga Italia terkait penanggulangan infeksi (virus corona)," ujar Conte, dikutip dari situs schengenvisainfo.com.

Menteri Kesehatan Italia, Roberto Speranza mengatakan, virus corona tidak bisa jadi alasan kuat untuk penangguhan Perjanjian Schengen dan melakukan pengecekan perbatasan internal.

Hal itu diungkapkan Speranza kepada para anggota Komite Kontrol Parlementer sebelum wabah virus corona terjadi di Italia.

Baca juga: Semua Negara Schengen Kecuali Perancis Tunda Pembuatan Visa untuk China

Infeksi Virus Corona di Italia Meningkat

Dalam tiga hari terakhir, jumlah orang yang terdeteksi menderita virus corona di Italia meningkat menjadi lebih dari 160 kasus.

Sejauh ini, lima kasus berakhir dengan kematian dan semuanya adalah orang lanjut usia. Akibatnya, 10 kota di Lombardy dan satu di Veneto telah ditutup.

Sekitar 50.000 warga di daerah sana pun dilarang untuk bepergian. Otoritas lokal mengimbau untuk menutup pusat keramaian seperti bar hingga restoran.

Baca juga: Sebelum ke Eropa, Ketahui Informasi Perubahan Visa Schengen Mulai Februari 2020

Beberapa acara juga dibatalkan, termasuk tiga pertandingan sepak bola Liga Italia yang dijadwalkan akan dimainkan di kawasan Lombardy dan Veneto.

Lombardy dan Veneto sendiri adalah dua dari 20 wilayah administratif di Italia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X