Lawan Corona, Akhirnya China Akan Larang Masyarakatnya Konsumsi Hewan Liar

Kompas.com - 26/02/2020, 20:47 WIB
Barang bukti satwa trenggiling yang sudah dibekukan saat diamankan polisi dari tersangka. Dok. Polres Kapuas HuluBarang bukti satwa trenggiling yang sudah dibekukan saat diamankan polisi dari tersangka.

KOMPAS.com - Hal yang dinanti-nanti akhirnya datang juga. Sebagai cara meredam virus corona, China akan melarang perdagangan dan pengonsumsian hewan liar.

Baca juga: Trenggiling Diduga Penyebar Virus Corona, Mengapa Orang China Makan Trenggiling?

Industri ini digadang-gadang sebagai industri miliaran dolar AS yang mempekerjakan jutaan masyarakat.

“Sejak melebarnya virus corona (Covid-19), fenomena konsumsi hewan liar dan ancaman besar yang tersembunyi di baliknya telah menarik perhatian masyarakat luas,” kata Standing Committee of the National People’s Congress (NPC) kepada CCTV Senin (24/2/2020) lalu, mengutip South China Morning Post, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Tradisi Orang China Makan Trenggiling sampai Cula Badak, Ini Alasannya

Wabah virus corona yang menewaskan lebih dari 2.500 masyarakat China dan telah menyebar ke beberapa negara lain ini dikaitkan dengan konsumsi hewan liar pembawa virus yang dijual di pasar.

Baca juga: Dampak Virus Corona, WN China di Indonesia Bisa Perpanjang Izin Tinggal ke Imigrasi

Banyak peneliti percaya bahwa virus tersebut berpindah dari hewan yang ada di pasar ke manusia. Virus kemudian bermutasi sehingga bisa menginfeksi orang lain.

Keputusan ini segera efektif dengan adanya pelarangan konsumsi hewan liar, termasuk tindakan tegas akan perdagangan hewan liar ilegal. Hal ini dilakukan demi melindungi kesehatan publik.

Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 mendapat pijatan oleh petugas medis saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.AFP/STR/CHINA OUT Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 mendapat pijatan oleh petugas medis saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.

“Akhirnya ada larangan terhadap perdagangan dan pengonsumsian hewan liar. Ini merupakan langkah besar dalam melindungi hewan liar,” kata anggota Chinese National Committee for Man and Biosphere Zhou Haixiang.

Standing Comittee NPC mengambil keputusan tersebut demi mengikuti seruan Presiden Xi Jinping terkait penindakan terhadap pasar dan perdagangan hewan liar.

Undang-undang perlindungan hewan liar di China sebenarnya telah diberlakukan sejak tahun 1989. Undang-undang tersebut meliputi konservasi, perdagangan, dan pemanfaatan hewan liar.

Kendati demikian, undang-undang tersebut memiliki beberapa celah yang disalahgunakan. Salah satunya adalah perizinan akan konsumsi dan penangkaran hewan liar untuk tujuan komersial.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Rekomendasi Jalan-jalan Naik Kereta di Dunia Tanpa Keluar Rumah

7 Rekomendasi Jalan-jalan Naik Kereta di Dunia Tanpa Keluar Rumah

Jalan Jalan
Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

[POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

Whats Hot
Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

Jalan Jalan
Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Whats Hot
ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

Whats Hot
Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

Makan Makan
Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Whats Hot
Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Whats Hot
Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

Makan Makan
3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

Makan Makan
Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

Makan Makan
3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

Makan Makan
Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

Whats Hot
Jalan-jalan Virtual di Museum Macan, Ada Kegiatan Ramah Anak

Jalan-jalan Virtual di Museum Macan, Ada Kegiatan Ramah Anak

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X