Soto Betawi Haji Ma'ruf, Kuliner Legendaris Jakarta Langganan Para Pejabat

Kompas.com - 28/02/2020, 10:35 WIB
Soto Betawi Haji Maruf kuliner legendaeis Jakarta. Dok. Soto Betawi Haji MarufSoto Betawi Haji Maruf kuliner legendaeis Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com  - Deretan tokoh penting di Indonesia seperti Joko Widodo, Almarhum Gus Dur, dan  Anies Baswedan pernah mencicipi Soto Betawi Haji Ma'ruf.

Rumah Makan Soto Betawi Haji Ma'ruf merupakan rumah makan legendaris di Jakarta yang menyajikan soto dengan rasa otentik khas Betawi.

Usaha Soto Betawi Haji Ma'ruf dirintis pada 1940-an. Saat itu Haji Ma'ruf berjualan dengan cara memikul gerobak keliling di kawasan Cikini, Pasar Kembang, Jakarta Pusat.

"Jualan di rumah juga pernah. Rumah kakek dulu ada di Gondandia," papar generasi ke tiga penerus Soto Betawi Haji Ma'ruf, Mufti Maulana, ditemui Kompas.com, Kamis (27/2/2020). 

Mufti bercerita kakeknya juga sempat berjualan soto betawi di tenda pinggir jalan pada 1960 hingga 1970-an.

Baca juga: Gado-gado Bon Bin, Kuliner Legendaris Jakarta Sejak 1960

Rumah Makan Soto Betawi H. Maruf yang dipenuhi pengunjung saat jam makan siang, Sabtu (23/1/2016)KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Rumah Makan Soto Betawi H. Maruf yang dipenuhi pengunjung saat jam makan siang, Sabtu (23/1/2016)

"Waktu masih jualan dengan tenda ini pernah diusir oleh pihak Sapol PP," kata Mufti.

Pada era 1980-an untuk pertama kali Soto Betawi Haji Ma'ruf membuka rumah makan permanen yang berlokasi di depan Taman Ismail Marzuki.

Cobaan membuka usaha ini tidak berhenti di sana. Meskipun sudah terkenal, bangunan rumah makan Soto Betawi Haji Ma'ruf harus dipindahkan ke bagian dalam Taman Ismail Marzuki.

Alhasil pengunjung banyak yang tidak tahu dan mengira rumah makan tutup.

Baca juga: Wisata di Jakarta, Mengenal Kesenian di Taman Ismail Marzuki

Mufti Maulana merupakan penerus dari Soto Betawi Haji Maruf. Membawa foto kakek Haji Maruf, pelopor soto betawi dengan rasa otentikKompas.com / Yana Gabriella Wijaya Mufti Maulana merupakan penerus dari Soto Betawi Haji Maruf. Membawa foto kakek Haji Maruf, pelopor soto betawi dengan rasa otentik

"Banyak yang enggak tau kita pindah kemana jadinya ya kurang ramai, ulang dari nol lagi," jelas Mufti.

Sepinya pelanggan membuat ayah Mufti selaku penerus generasi kedua Soto Betawi Haji Ma'ruf sempat ingin mengakhiri usaha ini.

Namun ia mengingat kembali visi Haji Ma'ruf membuka usaha. Visi tersebut tak lain melestarikan budaya Betawi melalui makanan. Ia lantas tetap teguh membuka rumah makan. 

Baca juga: Bedanya Gado-gado Siram Bon Bin Sejak 1960 dengan yang Lain di Jakarta

Buah usahanya itu terlihat. Rumah Makan Soto Betawi Haji Ma'ruf yang ada di Taman Ismail Marzuki selalu ramai dipenuhi pelanggan setia.

Namun Soto Betawi Haji Ma'ruf pertama di Taman Ismail Marzuki harus ditutup karena revitalisasi yang berlangsung sampai 2021. 

Jangan khawatir, Soto Betawi Haji Ma'ruf kini tersebar di lima cabang.

Soto Betawi Haji Ma'ruf bisa dinikmati di RP Soeroso Nomor 36A, Jalan Pramuka Raya Nomor 64D, Jalan Tebet Raya No 23 dan di Plaza atrium & festival (Foodcolony).

Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini kamu bisa memesan Soto Betawi Haji Ma'aruf lewat layanan pesan antar Jajan Ramadhan dari Rumah, klik link berikut https://terhubungdarirumah.com/jajandarirumah 

Soto Betawi Haji Ma'ruf merupakan rumah makan kedua dari liputan khusus bersambung "50 Tempat Makan Legendaris di Jakarta".

Artikel rekomendasi tempat makan legendaris di Jakarta ini akan tayang setiap Jumat selama 50 pekan ke depan. Nantikan kisah para perintis kuliner Jakarta berikutnya di Kompas.com.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X