Mencicipi Soto Betawi Haji Ma'ruf, Soto Betawi dengan Kuah Susu Pertama

Kompas.com - 28/02/2020, 19:17 WIB
Soto Betawi Haji Maruf kuliner legendaeis Jakarta. Dok. Soto Betawi Haji MarufSoto Betawi Haji Maruf kuliner legendaeis Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com  - Asap tipis mengebul saat semangkuk Soto Betawi Haji Ma'ruf dihidangkan.

Aroma dan penampilan soto ini sukses ,membangunkan selera makan pelanggan sehingga ingin cepat melahapmya.

Rumah Makan Soto Betawi Haji Ma'ruf merupakan rumah makan legendaris di Jakarta Pusat.

Rumah makan ini berdiri sejak 1940an dan saat ini dikelola oleh generasi ke tiga, yakni Mufti Maulana. 

Mufti mengklaim jika Soto Betawi Haji Ma'ruf merupakan soto betawi pertama yang mencetuskan susu sebagai campuran di dalam kuah soto.

"Menurut saya Soto Betawi H Ma'ruf itu kuah santan-susu pertama untuk soto betawi," jelas  Mufti saat ditemui di Soto Betawi Haji Ma'ruh cabang Tebet, Kamis (27/2/2020).

Baca juga: Soto Betawi Haji Maruf, Kuliner Legendaris Jakarta Langganan Para Pejabat

Mufti bercerita, awal mula soto betawi buatan kakeknya tersebut sebenarnya menggunakan santan.

Resep awal dari Soto Betawi Haji Ma'ruf terdiri dari kaldu, santan, bumbu dan daging.

Namun, suatu hari hari Haji Ma'ruf sedang menerima banyak pesanan, tak disangka ditengah keramain pelanggan tersebut kuah santan miliknya habis.

"Kalau mau memeras santan lagi akan memakan waktu yang lama. Jadi akhinya ditambahan dengan susu. Pas di tambahin susu kok tambah enak," cerita Mufti.

'Kecelakaan' itu dinilai membawa berkah baginya, banyak orang yang menanyakan apa resep yang diubah sehingga rasanya tambah enak.

Haji Ma'ruf selalu merahasiakan resep yang ia temukan secara tidak sengaja itu.

Baca juga: Nostalgia Tiga Generasi di Soto Betawi Haji Maruf, Berdiri Sejak 1940

"Itu kejadiaannya waktu awal-awal buka usaha," tambah Mufti.

Sejak saat itu sampai sekarang, resep soto betawi buatan Hai Ma'ruf tidak pernah berubah. 

Mufti Maulana merupakan penerus dari Soto Betawi Haji Maruf. Membawa foto kakek Haji Maruf, pelopor soto betawi dengan rasa otentikKompas.com / Yana Gabriella Wijaya Mufti Maulana merupakan penerus dari Soto Betawi Haji Maruf. Membawa foto kakek Haji Maruf, pelopor soto betawi dengan rasa otentik

Jika kamu ingin menyantap soto betawi yang memiliki cita rasa otentik zaman dahulu bisa mampir ke Soto betawi Haji Ma’ruf.

Soto betawi ini berbeda dengan soto betawi kebanyakan. Rasanya sederhana tetadpi dalam semangkok soto betawi terdiri dari banyak daging dan jeroan.

Berbeda dengan soto betawi kebanyakan yang mengunakan potongan sayur seperti tomat.

Soto betawi H. Ma’ruf ingin mempertahankan keaslian resep dengan tidak menambah komponen sayuran.

Jeroan yang dihidangkan terdiri dari paru, babat, kikil, usus dan ditambah potongan daging.

Paru yang sajikan dimasak dengan mengunakan teknik yang berbeda. Pertama paru di rebus lalu di goreng sehingga tekurnya garing di luar tetapi empuk di dalam.

Baca juga: Gado-gado Bon Bin, Kuliner Legendaris Jakarta Sejak 1960

"Babat juga kita pakai yang putih yang sudah bersih, sehingga orang yang tidak biasa makan jeroan tidak geli lagi karena warnanya hitam," jelas cucu dari Haji Ma'ruf.

Kuah santan yang dicampur susu membuat soto ini istimewa. Apalagi kuah yang digunakan merupakan kaldu dari daging dan jeroan.

Rasa creamy santan dan susu, sangat dominan. Bumbu yang digunakan juga terbilang royal, sehingga rasa kuah semakin mantap. 

Sebagai tambahan ada emping yang langsung dimasukan ke kuah soto.

Soto betawi di Soto Betawi Haji Maruf Kompas.com / Gabriella Wijaya Soto betawi di Soto Betawi Haji Maruf

Keistimewaan lain dari Soto Betawi Haji Ma'ruf adalah daging sapi dan jeroan diolah dengan baik , hingga tidak ada bau prengus atau amis khas sapi. 

Perlu ditekankan bahwa Soto Betawi Haji Ma’ruf tidak menggunakan penyedap dan bahan kimia lain.

Baca juga: Berdagang Sejak Masa Penjajahan, Ini Rahasia Kelezatan Soto Betawi Haji Maruf

Selain soto betawi di Soto Betawi Haji Ma'ruf juga menyediakan aneka sate seperti sate kambing, sapi, dan ayam. 

Ada juga soto bening, laksa betawi dan ayam goreng.

Untuk satu porsi soto betawi daging dihargai Rp. 45.000 sedangkan soto betawi campur dihargai Rp. 42.000.

Harga rata-rata makanana yang ditawarkan berkisar Rp. 22.000 hingga Rp. 50.000.

Untuk menikmati soto betawi di Soto Betawi Haji Ma'ruf bisa datang ke beberapa cabang ini.

Antara lain Jalan Pramuka Nomor 64, Matraman, Kota Jakarta Timur, Jalan RP. Soeroso Nomor 36, Gondangdia, Menteng.

Lalu juga ada Plaza Atrium, Jalan Senen Raya, Senen, Senen, Kota Jakarta Pusat, dan Vanila Café, Gedung MNC TV, Kebon Sirih, Menteng, Kota Jakarta Pusat.

Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini kamu bisa memesan Soto Betawi Haji Ma'aruf lewat layanan pesan antar Jajan Ramadhan dari Rumah, klik link berikut https://terhubungdarirumah.com/jajandarirumah.

Soto Betawi Haji Ma'ruf merupakan rumah makan kedua dari liputan khusus bersambung "50 Tempat Makan Legendaris di Jakarta".

Artikel rekomendasi tempat makan legendaris di Jakarta ini akan tayang setiap Jumat selama 50 pekan ke depan. Nantikan kisah para perintis kuliner Jakarta berikutnya di Kompas.com.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X