Soal Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer, Ketua PHRI: Baik tapi Belum Tentu Efektif

Kompas.com - 29/02/2020, 10:02 WIB
Panorama Pantai  di Nusa Penida, Klungkung, Bali, ?Surga Biru? bagi wisatawan. Pantai itu memiliki daratan yang menjorok ke laut seperti jari kelingking. KOMPAS/HENDRIYO WIDIPanorama Pantai di Nusa Penida, Klungkung, Bali, ?Surga Biru? bagi wisatawan. Pantai itu memiliki daratan yang menjorok ke laut seperti jari kelingking.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Haryadi Sukamdani bereaksi soal anggaran Rp 72 miliar yang katanya akan dialokasikan untuk promosi pariwisata melalui influencer.

Baca juga: Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer dan Klarifikasi Wishnutama

Ia mengatakan, adanya anggaran tersebut bisa dianggap baik, tapi belum tentu efektif.

“Itu akan efektif tapi tergantung bagaimana mengelolanya. Influencer-nya juga yang seperti apa. Pemain dan pelaku pariwisata yang paling mengerti,” ujar Haryadi Sukamdani ketika ditemui di acara forum pariwisata Quality Tourist, Super Quality Destinations, Wonderful Indonesia di MarkPlus Main Campus EightyEight@Kasablanka Lantai 8, pada Jumat (28/2/2020).

Baca juga: Influencer dan Konten Kreator Jadi Strategi Promosi Wisata Kesehatan

Menurut Haryadi, salah satu cara yang bisa membuat anggaran sebesar ini efektif adalah melalui kolaborasi antara pelaku dan pemain pariwisata dengan influencer serta pemerintah.

“Kita berharap ada komunikasi yang intens (influencer) dengan pemain dan pelaku (pariwisata). Walaupun eksekusi oleh mereka, tapi tetap dengan masukan dari kita pasti akan lebih efektif,” tutur Haryadi.

Baca juga: Lokasi Favorit Influencer Beauty dan Fashion Indonesia di Turki

“Kalau influencer tidak tertata targetnya kan jadi tidak fokus. Soalnya sampai sekarang belum ada komunikasi apa pun sama kita,” lanjutnya.

Pulau Pahawang, LampungShutterstock Pulau Pahawang, Lampung

Haryadi mengatakan, langkah pemerintah memberikan insentif ini bisa jadi hal yang baik. Pasalnya, jika tiap pihak berkomunikasi dengan baik dan intens pasti bisa mencapai tujuan dengan cepat.

Ia mencontohkan adanya pemberian insentif untuk tiket pesawat yang baru saja ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut Haryadi, keputusan itu terjadi salah satunya karena adanya dorongan dari para pelaku dan pemain pariwisata.

Sebelumnya, pemberian anggaran Rp 72 miliar sempat membuat heboh masyarakat. Menteri Pariwisata Wishnutama dalam hal ini sudah berkomentar.

Ia menegaskan bahwa anggaran tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi influencer, tapi juga untuk berbagai komponen promosi pariwisata Indonesia.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdan saat jadi pembicara dalam acara forum pariwisata Quality Tourist, Super Quality Destinations, Wonderful Idonesia di MarkPlus Main Campus EightyEight@Kasablanka Lantai 8, Jumat (28/2/2020).Dok. MarkPlus Tourism Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdan saat jadi pembicara dalam acara forum pariwisata Quality Tourist, Super Quality Destinations, Wonderful Idonesia di MarkPlus Main Campus EightyEight@Kasablanka Lantai 8, Jumat (28/2/2020).

Menurutnya, anggaran Rp 72 miliar ini tidak diperuntukkan bagi influencer saja. Namun, juga untuk banyak komponen promosi pariwisata. Di antaranya adalah promosi, fame trip, dan pengenalan destinasi wisata.

Influencer yang digunakan pun bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari luar negeri. Pasalnya, promosi melalui influencer ini ditargetkan untuk pasar wisatawan mancanegara.

Maka, nantinya akan menggunakan influencer khusus dari negara yang dituju.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Singapore Airlines Akan Buat Penerbangan Tanpa Tujuan Selama 3 Jam

Singapore Airlines Akan Buat Penerbangan Tanpa Tujuan Selama 3 Jam

Whats Hot
Qantas Tawarkan Wisata di Pesawat Selama 7 Jam Tanpa Tujuan, Mau?

Qantas Tawarkan Wisata di Pesawat Selama 7 Jam Tanpa Tujuan, Mau?

Whats Hot
5 Aktivitas Wisata di Watergong Klaten, Bisa Beli Ikan Segar

5 Aktivitas Wisata di Watergong Klaten, Bisa Beli Ikan Segar

Travel Tips
Perayaan 3 Tahun Panda di Taman Safari Bogor, Ada Edukasi Soal Panda

Perayaan 3 Tahun Panda di Taman Safari Bogor, Ada Edukasi Soal Panda

Whats Hot
Tingkat Hunian Hotel di Kota Bogor Mulai Pulih, Lebih Baik dari Jabar

Tingkat Hunian Hotel di Kota Bogor Mulai Pulih, Lebih Baik dari Jabar

Whats Hot
Pantai Padang Betuah Bengkulu, Tempat Wisata yang Mirip Tanah Lot Bali

Pantai Padang Betuah Bengkulu, Tempat Wisata yang Mirip Tanah Lot Bali

Jalan Jalan
Grojogan Kapuhan Magelang, Tempat Wisata Baru Mirip Air Terjun

Grojogan Kapuhan Magelang, Tempat Wisata Baru Mirip Air Terjun

Jalan Jalan
Wehea-Kelay Dinilai Sukses Terapkan Konservasi Lintas Batas, Apa Itu?

Wehea-Kelay Dinilai Sukses Terapkan Konservasi Lintas Batas, Apa Itu?

Whats Hot
Kisah Dua Perempuan Tangguh yang Gali Potensi Desa untuk Dukung Pariwisata Berkelanjutan

Kisah Dua Perempuan Tangguh yang Gali Potensi Desa untuk Dukung Pariwisata Berkelanjutan

Whats Hot
De’savanna Restaurant yang Unik di Bogor, Bersantap Sambil Ditemani Satwa.

De’savanna Restaurant yang Unik di Bogor, Bersantap Sambil Ditemani Satwa.

Jalan Jalan
25 Tempat Wisata di Palembang, Cocok untuk Liburan

25 Tempat Wisata di Palembang, Cocok untuk Liburan

Jalan Jalan
Itinerary Seharian di Sekitar Watergong Klaten, Puas Main Air

Itinerary Seharian di Sekitar Watergong Klaten, Puas Main Air

Jalan Jalan
Rute dan Harga Menu di Watergong Klaten

Rute dan Harga Menu di Watergong Klaten

Travel Tips
Watergong Klaten, Sungai Kotor yang Kini Jernih dan Penuh Ikan seperti di Jepang

Watergong Klaten, Sungai Kotor yang Kini Jernih dan Penuh Ikan seperti di Jepang

Jalan Jalan
Museum Ahmad Yani, Saksi Bisu Perjalanan Sang Jenderal Korban G30S/PKI

Museum Ahmad Yani, Saksi Bisu Perjalanan Sang Jenderal Korban G30S/PKI

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X