Kompas.com - 01/03/2020, 16:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah Sinoeng Noegroho mengatakan bahwa desa wisata di Jawa Tengah kini memiliki potensi yang sangat besar untuk jadi destinasi pariwisata alternatif dan support system untuk Candi Borobudur.

Baca juga: Pemerintah Jawa Tengah Dorong Desa Wisata Jadi Borobudur Baru

“Potensinya sangat besar. Jadi kalau bicara potensi, kita bagi desa wisata jadi tiga segmen,” ujar Sinoeng ketika ditemui di acara forum pariwisata Quality Tourist, Super Quality Destinations, Wonderful Indonesia di MarkPlus Main Campus EightyEight@Kasablanka Lantai 8, pada Jumat (28/2/2020).

Baca juga: Embun Upas, Sensasi Menikmati Winter di Dieng

"Ada pegunungan, dataran, dan pantai. Untuk saat ini yang paling diminati adalah desa wisata di dataran dan pegunungan," lanjutnya.

Baca juga: Candi Umbul Magelang, Situs Kuno Pemandian Putri Raja yang Tak Pernah Kering

Di Jawa Tengah sudah ada sekitar 353 desa wisata yang sudah aktif dari total 7800 desa. Jumlah ini meningkat secara signifikan dari 229 desa wisata di Jawa Tengah pada tahun 2019 lalu.

Embun beku yang muncul akibat penurunan suhu hingga minus tujuh derajat celcius menyelimuti kompleks Candi Arjuna, di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2019). Embun beku yang muncul akibat penurunan suhu ekstrem hingga di bawah nol derajat celcius, telah terjadi sebanyak sepuluh kali sejak pertengahan Mei, dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIA Embun beku yang muncul akibat penurunan suhu hingga minus tujuh derajat celcius menyelimuti kompleks Candi Arjuna, di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2019). Embun beku yang muncul akibat penurunan suhu ekstrem hingga di bawah nol derajat celcius, telah terjadi sebanyak sepuluh kali sejak pertengahan Mei, dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Untuk desa wisata di kawasan pegunungan, destinasi yang sedang naik daun adalah di Tawangmangu tepatnya di bawah lereng Gunung Lawu.

Kemudian ada juga dataran tinggi Dieng, di bawah Gunung Sindorosumbing, serta Baturaden.

“Kalau di dataran itu ada di Ponggok Umbul. Sumber mata air di Klaten. Ada juga beberapa sumber mata air di beberapa lokasi di Magelang dan Boyolali,” tutur Sinoeng.

“Kalau untuk kawasan pantai, sudah mulai bergerak tapi memang belum signifikan. Salah satunya yang masih kita pegang adalah di Karimunjawa,” lanjutnya.

Konsep desa wisata ini akan terus dipertahankan dan dikembangkan untuk pariwisata keberlanjutan.

Ia mengatakan pemerintah daerah akan memberikan cukup banyak anggaran untuk operasional dan pengembangan desa wisata.

Obyek wisata Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/11/2017).Kompas.com/Labib Zamani Obyek wisata Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/11/2017).

Sinoeng menjelaskan, pemda Jateng akan memberikan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk desa wisata yang sudah maju.

Lalu untuk desa wisata berkembang, anggarannya adalah Rp 500 juta, sedangkan untuk desa wisata baru muncul sekitar Rp 100 juta.

Anggaran ini sudah dieksekusi sejak awal tahun ini. Selain itu, Sinoeng juga mengatakan keseriusannya untuk bekerja sama dengan BUMN dan BUMD untuk bisa berkontribusi bagi desa wisata.

Salah satunya lewat mendorong mereka untuk pemanfaatan dana CSR dan kemitraan dengan desa wisata.

“KKN perguruan tinggi juga kami kerjasamakan dengan KKN tematik yang diarahkan untuk pengembangan desa wisata. Lalu ada juga soal Balkondes (Balai Ekonomi Desa). Balkondes jangan muncul di awal saja lalu mati,” ucap Sinoeng.

Balkondes di Magelang sendiri ada sekitar 20, dan dari jumlah tersebut hanya lima Balkondes yang terus sustain sampai sekarang. Sisanya hanya muncul saat terdapat acara saja.

Sinoeng menginginkan Balkondes untuk terus bersinergi dan memiliki aktivitas rutin. Nantinya Balkondes juga akan didorong untuk terus berintegrasi dengan desa wisata.

Dengan aktifnya desa wisata dan Balkondes ini diharapkan bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan length of stay para wisatawan di Jawa Tengah.

Setelah berwisata di Borobudur, para wisatawan bisa lanjut berwisata di desa-desa wisata di Jawa Tengah khususnya di sekitar Borobudur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.