Anggaran Pariwisata NTT Naik Dua Kali Lipat untuk 2020

Kompas.com - 04/03/2020, 15:12 WIB
Penyewaan kuda di Bukit Wairinding, Waingapu, Sumba Timur, Kamis (11/07/2019).  Bukit Wairinding menjadi salah satu daya tarik destinasi wisata di Sumba Timur. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPenyewaan kuda di Bukit Wairinding, Waingapu, Sumba Timur, Kamis (11/07/2019). Bukit Wairinding menjadi salah satu daya tarik destinasi wisata di Sumba Timur.

KUPANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT), serius menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif di provinsi yang berbasis kepulauan itu.

Pemprov NTT yang menaikkan anggaran pariwisata dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 hingga dua kali lipat.

"Pada Tahun 2019, anggaran pariwisata NTT sebesar Rp 20 miliar, bertambah menjadi Rp 44,8 miliar pada 2020 ini,"ungkap Kepala Dinas Pariwisata NTT Wayan Darmawa, kepada Kompas.com, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: Apa yang Menarik di Alor? Menikmati Sunset dari Bukit Hulnani

Menurut Wayan, penambahan anggaran tersebut untuk kebutuhan promosi di luar negeri mencapai Rp 12 miliar, bertambah dari tahun sebelumnya yakni Rp 8 miliar.

"Sedangkan di dalam daerah, tahun ini Dinas Pariwisata NTT menggelar festival pariwisata dan budaya di 22 destinasi wisata,"ujarnya.

Selain itu juga adanya bantuan anggaran untuk festival pariwisata yang digelar oleh kabupaten dan kota.

Wayan menyebut, ada sekitar 120 festival yang digelar oleh seluruh kabupaten sepanjang 2020.

Pasola di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Pasola di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Setiap festival lanjut Wayan, dinas periwisata memberikan bantuan Rp 50 juta langsung kepada masyarakat untuk pengembangan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

“Anggaran itu untuk masyarakat agar mereka mempersiapkan kegiatan festival dengan baik seperti persiapan kuliner dan lainnya,” kata Wayan.

Baca juga: Serunya Berakhir Pekan di Pantai Wae Rii Maumere Flores

Wayan menjelaskan, terdapat empat prioritas pengembangan pariwisata NTT yakni pertama pengembangan destinasi,kemudian pengembangan kelembagaan. 

Ada pula pengembangan pemasaran dan industri kreatif, dengan fokus pada atraksi, aksesibilitas, amenitas, akomodasi dan kesadaran (awareness).

Wayan mengatakan, pengembangan pariwisata NTT baru dilakukan dalam satu tahun terakhir sehingga saat ini belum terlihat dampaknya terhadap ekonomi masyarakat.

"Tentunya banyaknya kegiatan festival yang kita gelar berdampak terhadap pendapatan masyarakat setempat antara lain berasal dari transportasi, pemandu wisata, sewa kapal dan sebagainya," ujar Wayan.

Baca juga: Menikmati Air Hangat Alami di Bibir Pantai Kawaliwu Larantuka



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X