Dokter Bagi-bagi Pola Hidup Sehat di Penerbangan Citilink, Ini 6 Tipsnya

Kompas.com - 06/03/2020, 10:10 WIB
Pembagian hand sanitizer kepada penumpang Citilink Jakarta-Denpasar, Kamis (5/3/2020). KOMPAS.COM/NICHOLAS RYAN ADITYAPembagian hand sanitizer kepada penumpang Citilink Jakarta-Denpasar, Kamis (5/3/2020).

BALI, KOMPAS.com - Citilink mengampanyekan pola traveling sehat dalam setiap penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Juanda Surabaya mulai Maret hingga April 2020.

Dalam penerbangannya, Citilink juga menghadirkan dokter yang akan menjelaskan pola hidup sehat kepada penumpang.

Kompas.com berkesempatan melihat pemaparan salah satu dokter yaitu Dejandra Deri yang ikut dalam penerbangan Citilink Jakarta-Denpasar pada Kamis (5/3/2020).

"Saya akan menjelaskan PHBS. Apa itu PHBS? PHBS adalah Pola Hidup Bersih Sehat," kata Dejandra kepada para penumpang.

Salah satu pemaparannya, Dejandra mengatakan, penumpang perlu menjaga kebersihan diri dengan cara mencuci tangan dengan air bersih, air mengalir, dan memakai sabun.

Baca juga: Kampanye Traveling Sehat ala Citilink, Berikan Jamu kepada Penumpang

Untuk lebih lengkap, berikut penjelasan 6 PHBS yang diberikan dokter Dejandra kepada para penumpang dalam kampanye traveling sehat Citilink.

1. Bersih

Polwan memberikan sosialisasi tata cara cuci tangan yang benar menggunakan cairan antiseptic kepada siswa Taman Kanak-kanak As-sholihien di Polres Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020). Edukasi cuci tangan untuk meningkatkan kesadaran kepada anak tentang pentingnya hidup bersih dan higienis demi mencegah penularan penyakit melalui tangan, khususnya berkaitan dengan pencegahan dini terhadap virus Corona (COVID-19).ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA Polwan memberikan sosialisasi tata cara cuci tangan yang benar menggunakan cairan antiseptic kepada siswa Taman Kanak-kanak As-sholihien di Polres Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020). Edukasi cuci tangan untuk meningkatkan kesadaran kepada anak tentang pentingnya hidup bersih dan higienis demi mencegah penularan penyakit melalui tangan, khususnya berkaitan dengan pencegahan dini terhadap virus Corona (COVID-19).
Dejandra mengimbau penumpang untuk selalu menjaga kebersihan, salah satu caranya adalah dengan mencuci tangan hingga bersih.

"Caranya dengan pakai air bersih dan mengalir, lalu jangan lupa pakai sabun. Bisa juga pakai hand sanitizer," kata Dejandra.

Menurutnya, cara tersebut paling berguna untuk dilakukan tahapan awal mencegah virus. Sebab jika mencuci tangan, virus akan sulit masuk dalam tubuh kita melalui tangan.

Baca juga: KBRI Teheran Mendirikan Selter Sekaligus Posko Antisipasi Virus Corona

Mencuci tangan juga diperlukan karena manusia tidak akan pernah tahu virus bersembunyi.

"Virus itu ada di mana-mana, manusia enggak akan menyadarinya. Untuk itu kita perlu cuci tangan hingga bersih," lanjutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X