Virus Corona Bikin Industri Pameran Indonesia Lemah, Apa Strategi Membenahinya?

Kompas.com - 06/03/2020, 17:07 WIB
Suasana acara pesta rakyat Pekan Raya Indonesia 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Selasa (31/10/2017). Acara yang berlangsung hingga 5 November 2017 ini menghadirkan konsep kebudayaan Indonesia mulai dari musik, kuliner, hingga pameran multiproduk berskala nasional. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISuasana acara pesta rakyat Pekan Raya Indonesia 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Selasa (31/10/2017). Acara yang berlangsung hingga 5 November 2017 ini menghadirkan konsep kebudayaan Indonesia mulai dari musik, kuliner, hingga pameran multiproduk berskala nasional.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah virus corona yang tengah terjadi di dunia termasuk Indonesia, telah berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Salah satu industri yang terdampak wabah virus corona adalah MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)

Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia atau ASPERAPI mengaku tengah memosisikan strategi bisnis untuk mendongrak industri MICE yang lesu. 

Caranya dengan membuat pameran berskala nasional untuk sementara waktu.

Baca juga: Turis MICE, Pasar Potensial untuk Tambah Devisa Pariwisata

Ketua Umum ASPERAPI Hosea Andreas Runkat mengatakan industri pameran dan event masih punya modal untuk menanggulangi penurunan jumlah kunjungan dari mancanegara yaitu menyasar market lokal.

"Orang enggak mau terbang ke Indonesia karena virus ini, akan sedikit sekali yang hadir. Tapi kita di sini masih punya modal market lokal," kata Hosea dalam kata sambutannya di acara Rapat Kerja Nasional ASPERAPI 2020, Jumat (6/3/2020).

Hosea menyebutkan industri pameran sedari awal mentitik beratkan kekuatannya pada masyarakat lokal. 

Suasana acara pesta rakyat Pekan Raya Indonesia 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Selasa (31/10/2017). Acara yang berlangsung hingga 5 November 2017 ini menghadirkan konsep kebudayaan Indonesia mulai dari musik, kuliner, hingga pameran multiproduk berskala nasional.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana acara pesta rakyat Pekan Raya Indonesia 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Selasa (31/10/2017). Acara yang berlangsung hingga 5 November 2017 ini menghadirkan konsep kebudayaan Indonesia mulai dari musik, kuliner, hingga pameran multiproduk berskala nasional.

Ia mengatakan kondiri penunan serupa sekarang sebenarnya pernah terjadi pada saat krisis ekonomi global akhir Desember 2007.

Menurutnya, saat itu industri pameran hanya menggerakkan pameran nasional untuk membantu industri pameran.

Baca juga: Selain Bali, Destinasi Wisata Berikut Siap Jadi Tuan Rumah MICE

Lanjutnya, industri pameran yang ia pelajari menitikberatkan pada tiga hal di antaranya populasi, resources atau Sumber Daya Alam, dan Sumber Daya Manusia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Travel Tips
Berapa Estimasi Biaya dari Jakarta ke Bromo Naik Transportasi Umum?

Berapa Estimasi Biaya dari Jakarta ke Bromo Naik Transportasi Umum?

Travel Tips
Bali Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Bali Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Jalan Jalan
Tren Baru Saat Pandemi: Work From Hotel dan Apartemen

Tren Baru Saat Pandemi: Work From Hotel dan Apartemen

Promo Diskon
Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Whats Hot
Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Whats Hot
Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Jalan Jalan
Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Travel Tips
Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Whats Hot
Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Whats Hot
Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Travel Tips
Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Whats Hot
PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

Whats Hot
PHRI: Langkah Pemerintah Berikan Dana Hibah itu Bagus, Kami Apresiasi

PHRI: Langkah Pemerintah Berikan Dana Hibah itu Bagus, Kami Apresiasi

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X