Kunjungan Wisata Lesu, Ini Saran Kemenparekraf untuk Industri MICE

Kompas.com - 06/03/2020, 19:55 WIB
Pembukaan pemeran bertajuk Perempuan yang Tak Bisa Dieja di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Pameran yang menampilkan tiga karya seni yaitu puisi karya Sapardi Djoko Damono, busana kebaya  karya Vera Anggraini, dan fotografi karya Darwis Triadi ini akan berlangsung hingga 20 Maret 2020 mendatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPembukaan pemeran bertajuk Perempuan yang Tak Bisa Dieja di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Pameran yang menampilkan tiga karya seni yaitu puisi karya Sapardi Djoko Damono, busana kebaya karya Vera Anggraini, dan fotografi karya Darwis Triadi ini akan berlangsung hingga 20 Maret 2020 mendatang.


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani Mustafa menyarankan industri MICE dan Asosiasi untuk menguatkan internal selama wabah virus corona (Covid-19).

Baca juga: Diskon Tiket Pesawat hingga 50 Persen Mulai Berlaku Hari Ini

" Industri MICE tengah mengalami tantangan cukup besar yaitu Covid-19. Virus itu memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian yang menyebabkan kekhawatiran secara global," kata Rizki dalam kata sambutannya di acara Rapat Kerja Nasional ASPERAPI 2020, Jumat (6/3/2020).

Baca juga: Virus Corona Bikin Industri Pameran Indonesia Lemah, Apa Strategi Membenahinya?

"Untuk meningkatkan industri MICE dalam periode sulit ini, kita hendaknya memberikan pesan yang menunjukkan bahwa kita bersatu, kokoh dan percaya diri sebagai suatu industri," imbuhnya.

Baca juga: Turis MICE, Pasar Potensial untuk Tambah Devisa Pariwisata

Seperti diketahui, wabah virus corona juga berdampak pada sektor industri pameran dan events atau MICE.

Jumlah kunjungan menurun serta beberapa acara besar seperti pameran dan konser di Indonesia pun ditunda atau dibatalkan karena virus tersebut.

Hal ini yang membuat Kemenparekraf menyarankan agar industri MICE menguatkan visi dan misi serta tujuan dari industri pameran ataupun asosiasi.

Suasana Pesta Rakyat Bogor Cap Go Meh 2015, Kamis (5/3/2015). Pesta budaya ini bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh, yang melambangkan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek.
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Suasana Pesta Rakyat Bogor Cap Go Meh 2015, Kamis (5/3/2015). Pesta budaya ini bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh, yang melambangkan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek.

"Saya kira pada situasi seperti ini yang sepi order, mari kita bersatu untuk menguatkan strategi yang tepat setelah situasi corona ini. Kita harapkan segera membaik," lanjutnya.

Ia mengatakan industri MICE harus tetap berjalan meski di tengah situasi ketidakpastian akibat virus corona.

Kata Rizki, Kemenparekraf selalu mendorong industri MICE untuk tetap optimis dan bersama dengan pemerintah.

"Kita harus tetap bekerja sebaik mungkin, bekerja bersama untuk memastikan semua industri dan kesejahteraan asosiasi serta tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan. Kita harap industri MICE bisa keluar dari situasi seperti ini. Kita akan selalu berkolaborasi," tekannya.

Pemerintah akan memberikan bantuan pada industri MICE dalam menghadapi situasi virus corona dengan cara pemberian insentif agar industri tetap berjalan.

Menurut Rizki, pemerintah sudah lama membantu kemajuan industri MICE jauh sebelum virus corona.

"Lalu kenapa diomongkan lagi insentif ini, karena industrinya kan sedang bermasalah. Kita harus pikir gimana caranya agar industri ini gak mati atau kemudian layoff. Nah kita lakukan kegiatan-kegiatan pameran, kegiatan pertemuan di Bali yang memang sangat terdampak virus ini. Dari dulu udah kita dukung contohnya mendukung dinner, kita valuekan nanti. Jadi bukan cash insentifnya," katanya.

"Misalkan nih kita dukung dinner-nya, kemudian si pameran organizer beban untuk mengeluarkan budget-nya bisa dialihkan buat yang lain atau mempromosikan," lanjutnya.

Baca juga: Panduan Lengkap Menghadapi Wabah Virus Corona

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X