Kompas.com - 09/03/2020, 12:05 WIB
Tugu pertempuran Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melawan Jepang pada  24 November 1945 di Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe Dok Kecamatan Muara DuaTugu pertempuran Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melawan Jepang pada 24 November 1945 di Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Pemerintah Desa Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe baru selesai membangun tugu peringatan pertempuran di daerahnya.

Pertempuran yang dimaksud yakni antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melawan Jepang pada 24 November 1945.

Tugu berbentuk bangunan tiang pancang yang runcing itu dibangun persis di sisi kiri jalan menuju Pasar Cunda.

Baca juga: Kuliner Lhokseumawe, Pindang Mujair yang Gurih dengan Daging Lembut

Pembangunan dimulai tahun lalu itu menghabiskan dana Rp 163.529.243 bersumber dari dana desa tahun 2019.

Kepala Desa Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Tarmizi, menyebutkan pembangunan tugu pertempuran cunda bukan sekadar melestarikan ingatan masyarakat tentang heroisme perjuangan melawan Jepang.

Tugu pertempuran Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melawan Jepang pada  24 November 1945 di Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota LhokseumaweDok Kecamatan Muara Dua Tugu pertempuran Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melawan Jepang pada 24 November 1945 di Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe
Tugu itu, lanjutnya, turut memperindah jalan masuk menuju pusat Kota Lhokseumawe. Dari sisi desain, tugu tampak Instagramable dan menjadi obyek foto menarik bagi masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tidak Ada Dana, Lhokseumawe Hanya Gelar 1 Event Wisata

Dulu, kata Tarmizi, saat era revolusi, Jepang masih berusaha menguasai Kota Lhokseumawe. Masyarakat Cunda yang tergabung TKR melawan seluruh aksi Jepang menduduki daerah itu.

Apalagi, pada masa lalu, daerah itu merupakan sentral utama perdagangan. Loket kereta api juga berada di lokasi itu.

"Dari monumen ini, kita ingin ingatkan generasi muda bahwa dulu perjuangan melawan Jepang itu sangat gigih. Puluhan orang syahid, dan terus bertahan hingga Jepang angkat kaki dari Indonesia," kata Tarmizi, Minggu (8/3/2020)

Baca juga: Museum Terbaru di Aceh, Intip Koleksi Museum Lhokseumawe

Pada malam hari, lampu kuning temaram menghiasi tugu tersebut. Kamu bisa naik tangga dan berfotolah di sana.

Tembok yang dibangun dengan ukiran membuat sangat indah. Inilah spot foto terbaru di Lhokseumawe.

"Silakan berkunjung dan melihat tugu bersejarah itu," pungkas Tarmizi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.