Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/03/2020, 13:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus corona ternyata menginspirasi chocolatier asal Perancis Jean Francois Pre. Ia merancang telur Paskah dengan model virus corona.

Telur tersebut ia pamerkan dalam sebuah wawancara dengan Le Telegramme pada Sabtu (7/3/2020).

Baca juga: Jika Terkena Corona saat Liburan, Siapa yang Bayar Biaya Karantina?

Chocolatier Jean-Francois Pre menyiapkan telur paskah berbentuk seperti virus corona di tokonya di Landivisiau, Barat Perancis, 7 Maret 2020. Cokelat ini terbuat dari cokelat putih yang diberikan pewarna hitam serta dipadukan dengan kacang almond yang diwarnai merah.AFP/DAMIEN MEYER Chocolatier Jean-Francois Pre menyiapkan telur paskah berbentuk seperti virus corona di tokonya di Landivisiau, Barat Perancis, 7 Maret 2020. Cokelat ini terbuat dari cokelat putih yang diberikan pewarna hitam serta dipadukan dengan kacang almond yang diwarnai merah.

Chocolatier adalah sebutan bagi pembuat produk cokelat dari setengah jadi dan berkreasi dengan seninya. Selain chocolatier ada pula sebutan chocolate maker yang merupakan pembuat cokelat sejak berbentuk biji.

Chocolatier Jean-Francois Pre menyiapkan telur paskah berbentuk seperti virus corona di tokonya di Landivisiau, Barat Perancis, 7 Maret 2020. Cokelat ini terbuat dari cokelat putih yang diberikan pewarna hitam serta dipadukan dengan kacang almond yang diwarnai merah.AFP/DAMIEN MEYER Chocolatier Jean-Francois Pre menyiapkan telur paskah berbentuk seperti virus corona di tokonya di Landivisiau, Barat Perancis, 7 Maret 2020. Cokelat ini terbuat dari cokelat putih yang diberikan pewarna hitam serta dipadukan dengan kacang almond yang diwarnai merah.

Dilansir Business Insider Singapore, Jean mengemukakan gagasan membuat telur tersebut lantaran jenuh mendengar tentang penyebaran virus corona.

Pria ini dikabarkan telah menjual empat cokelat "virus" itu pada 4 Maret 2020.

Cokelat tersebut dapat ditemukan di toko milik Jean di Landivisiau.

Uniknya lagi, secara kebetulan toko ini terletak di jalan Rue Louis Pasteur, ahli mikrobiologi Perancis yang terkenal.

Baca juga: Daftar Cruise Line yang Perbarui Aturan Akibat Virus Corona

Chocolatier Jean-Francois Pre menyiapkan telur paskah berbentuk seperti virus corona di tokonya di Landivisiau, Barat Perancis, 7 Maret 2020. Cokelat ini terbuat dari cokelat putih yang diberikan pewarna hitam serta dipadukan dengan kacang almond yang diwarnai merah.AFP/DAMIEN MEYER Chocolatier Jean-Francois Pre menyiapkan telur paskah berbentuk seperti virus corona di tokonya di Landivisiau, Barat Perancis, 7 Maret 2020. Cokelat ini terbuat dari cokelat putih yang diberikan pewarna hitam serta dipadukan dengan kacang almond yang diwarnai merah.

Telur Paskah ini terdiri dari cokelat susu yang dicat almond warna hitam dan merah untuk eksterior yang renyah.

Pre mengatakan kepada media berita Perancis, Le Telegramme terkait ide pembuatan telur tersebut.

Kata dia, telur Paskah tercipta dan sengaja dibuat untuk mengajak seluruhnya untuk keluar dari situasi virus.

Baca juga: Industri Hotel di Bali Babak Belur gara-gara Corona, Seberapa Parah?

Chocolatier Jean-Francois Pre menyiapkan telur paskah berbentuk seperti virus corona di tokonya di Landivisiau, Barat Perancis, 7 Maret 2020. Cokelat ini terbuat dari cokelat putih yang diberikan pewarna hitam serta dipadukan dengan kacang almond yang diwarnai merah.Chocolatier Jean-Francois menunjukkan telur paskah berbentuk seperti virus corona di tokonya di Landivisiau, Barat Perancis, 7 Maret 2020. Cokelat ini terbuat dari cokelat putih yang diberikan pewarna hitam serta dipadukan dengan kacang almond yang diwarnai merah.AFP/DAMIEN MEYER Chocolatier Jean-Francois Pre menyiapkan telur paskah berbentuk seperti virus corona di tokonya di Landivisiau, Barat Perancis, 7 Maret 2020. Cokelat ini terbuat dari cokelat putih yang diberikan pewarna hitam serta dipadukan dengan kacang almond yang diwarnai merah.Chocolatier Jean-Francois menunjukkan telur paskah berbentuk seperti virus corona di tokonya di Landivisiau, Barat Perancis, 7 Maret 2020. Cokelat ini terbuat dari cokelat putih yang diberikan pewarna hitam serta dipadukan dengan kacang almond yang diwarnai merah.

"Aku bosan mendengarnya, maka aku mencoba menganggapnya sebagai lelucon," kata Jean seperti dikutip Business Insider Singapore.

Telur Paskah "virus" berwarna cokelat ini dapat ditemukan dan dengan bangga dipajang oleh Jean di toko daerah Perancis Barat itu.

Baca juga: Ada Empon-empon Corona di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Seperti Apa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Syuting MV Sugar Rush Ride TXT di Bali, Pantai hingga Savana 

Lokasi Syuting MV Sugar Rush Ride TXT di Bali, Pantai hingga Savana 

Jalan Jalan
Museum De Javasche Bank Surabaya: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Museum De Javasche Bank Surabaya: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Kharisma Event Nusantara dan Sportive 2023 Resmi Diluncurkan Hari Ini

Kharisma Event Nusantara dan Sportive 2023 Resmi Diluncurkan Hari Ini

Travel Update
Ada Kereta Panoramic, Menhub: Tidak Usah Jauh-jauh ke Swiss

Ada Kereta Panoramic, Menhub: Tidak Usah Jauh-jauh ke Swiss

Travel Update
Kereta Panoramic: Jadwal, Rute Lengkap, dan Harga Tiket

Kereta Panoramic: Jadwal, Rute Lengkap, dan Harga Tiket

Travel Tips
Serunya Ikut Dinas Rahasia di Museum Taman Prasasti Jakarta

Serunya Ikut Dinas Rahasia di Museum Taman Prasasti Jakarta

Jalan Jalan
Kereta Panoramic Hadir Lagi, Kini Ada 2 Rute Baru

Kereta Panoramic Hadir Lagi, Kini Ada 2 Rute Baru

Travel Update
Serunya Keliling Osaka Naik Bus Amfibi, Menyusuri Sungai Okawa

Serunya Keliling Osaka Naik Bus Amfibi, Menyusuri Sungai Okawa

Jalan Jalan
6 Fakta Kereta Api Pertama di Sulawesi, Lewati 16 Tempat Wisata

6 Fakta Kereta Api Pertama di Sulawesi, Lewati 16 Tempat Wisata

Jalan Jalan
Situ Cipondoh Tangerang: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Situ Cipondoh Tangerang: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Hari Ini, Lion Air Buka Penerbangan Umrah Balikpapan-Madinah

Hari Ini, Lion Air Buka Penerbangan Umrah Balikpapan-Madinah

Travel Update
Tjong A Fie Mansion, Rumah Megah Saudagar China yang Jadi Tempat Wisata di Kota Medan

Tjong A Fie Mansion, Rumah Megah Saudagar China yang Jadi Tempat Wisata di Kota Medan

Jalan Jalan
9 Larangan di Solo Safari, Ketahui Sebelum Berkunjung

9 Larangan di Solo Safari, Ketahui Sebelum Berkunjung

Travel Tips
Kereta Panoramic Beroperasi Lagi Februari 2023, Ini Jadwalnya

Kereta Panoramic Beroperasi Lagi Februari 2023, Ini Jadwalnya

Travel Update
Bertualang bareng Doraemon dan Nobita di Universal Studios Jepang, Mulai 23 Februari 2023

Bertualang bareng Doraemon dan Nobita di Universal Studios Jepang, Mulai 23 Februari 2023

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+