Raja Belanda Datang ke Indonesia, Ini Tempat Wisata yang Dikunjungi

Kompas.com - 10/03/2020, 19:34 WIB
Panorama Danau Toba dilihat dari The Kaldera. DOK. BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAREKRAF/BEKRIPanorama Danau Toba dilihat dari The Kaldera.

JAKARTA, KOMPAS.com - Atas undangan Presiden Joko Widodo, Raja Kerajaan Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia mulai hari ini Selasa-Jumat, 10-13 Maret 2020.

Mereka mengunjungi Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan, dan Sumatera.

Rombongan Raja Belanda tiba di Indonesia melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Senin (9/3/2020).

Baca juga: Dikembalikan Belanda, Keris Pangeran Diponegoro Akan Disimpan di Museum

Kedatangan keduanya disambut oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti berkunjung ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2020).Kompas.com/Fitria Chusna Farisa Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti berkunjung ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2020).

Hari pertama kunjungan, Jakarta dan Bogor

TMP Kalibata

Pada hari pertama kunjungan, Selasa (10/3/2020), Raja dan Ratu Belanda mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Mereka tampak tiba bersama rombongan sekitar pukul 09.15 WIB.

Baca juga: Raja dan Ratu Belanda Letakkan Karangan Bunga di TMP Kalibata

Pantauan Kompas.com, Raja Willem mengenakan setelan jas berwarna hitam berdasi merah, sedangkan Ratu Maxima mengenakan gaun berwarna hijau muda.

Raja Belanda Willem-Alexander (kanan) dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti (kiri) menaruh karangan bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Selasa (10/3/2020).ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Raja Belanda Willem-Alexander (kanan) dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti (kiri) menaruh karangan bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Usai disambut oleh jajaran Kementerian Luar Negeri, mereka langsung menuju tugu Monumen TMP.

Kemudian Brigjen TNI Syafruddin yang kini menjabat sebagai Kasgartap 1 Jakarta memimpin penghormatan dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta diiringi instrumen lagu "Gugur Bunga".

Baca juga: Jelang Kunjungan Raja Belanda, Karpet Merah Digelar di TMP Kalibata

Raja dan Ratu Belanda lantas menaruh karangan bunga di depan tugu monumen TMP Kalibata itu.

TMP Kalibata sendiri merupakan bangunan bersejarah, tempat memakamkan orang-orang yang telah berjasa bagi kesatuan Indonesia. Seperti pahlawan nasional dan veteran perang kemerdekaan Indonesia.

Pemakaman ini juga kerap dikunjungi murid sekolah untuk study tour wisata sejarah.

Setelahnya mereka tampak mengisi buku tamu sebelum meninggalkan TMP Kalibata dan melanjutkan perjalanan ke Istana Bogor.

Raja Belanda Willem-Alexander (kiri) disambut Presiden Joko Widodo saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda tersebut untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.AFP/POOL/ADI WEDA Raja Belanda Willem-Alexander (kiri) disambut Presiden Joko Widodo saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda tersebut untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.

Istana Bogor

Rombongan Raja dan Ratu Belanda tiba di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat sekitar pukul 10.20 WIB.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana tampak menyambut kedatangan mereka ketika turun dari mobil.

Upacara penyambutan pun dilakukan dengan prosesi mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara.

Baca juga: Jokowi-Iriana Sambut Raja-Ratu Belanda di Istana Bogor

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengisian buku tamu dan sesi foto bersama di ruang utama Istana Bogor.

Raja Belanda Willem-Alexander (kanan) dan Ratu Belanda Maxima (kiri), didampingi Presiden Joko Widodo (dua kanan) dan Ibu Iriana Joko Widodo, melakukan penanaman pohon saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda tersebut untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.AFP/POOL/ADI WEDA Raja Belanda Willem-Alexander (kanan) dan Ratu Belanda Maxima (kiri), didampingi Presiden Joko Widodo (dua kanan) dan Ibu Iriana Joko Widodo, melakukan penanaman pohon saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda tersebut untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.

Usai sesi foto, Presiden Jokowi mengajak Raja dan Ratu Belanda untuk berbincang-bincang di beranda, menanam pohon dan lanjut pertemuan bilateral yang turut dihadiri para menteri.

Acara pun diakhiri dengan join statement atau pernyataan pers bersama oleh Presiden Jokowi dan Raja Ratu Belanda.

Baca juga: Hampir 2 Abad Ada di Belanda, Raja Willem Kembalikan Keris Pangeran Diponegoro ke Jokowi

Ada yang menarik dalam pertemuan ini, sebilah keris milik Pangeran Diponegoro telah dikembalikan ke Indonesia yang diwakilkan oleh Raja Belanda Willem Alexander kepada Presiden Jokowi.

Raja Belanda Willem Alexander menyerahkan   sebilah keris milik Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro kepada Presiden Joko Widodo.   Keris itu diserahkan secara simbolis saat pertemuan Raja Willem dan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat,  Selasa (10/3/2020). Biro Pers Sekretariat Presiden Raja Belanda Willem Alexander menyerahkan sebilah keris milik Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro kepada Presiden Joko Widodo. Keris itu diserahkan secara simbolis saat pertemuan Raja Willem dan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020).

Keris berwarna kuning di bagian sarung dan berwarna coklat di bagian gagangnya itu kemudian diserahkan secara simbolis dan dipajang rapi dalam sebuah kotak kaca.

Keris pusaka itu diketahui selama ini disimpan di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda.

Sebab, keberadaan keris sempat menjadi teka-teki setelah Koninklijk Kabinet van Zeldzaamheden (KKZ) bubar.

Baca juga: Selain Keris, Ini Dua Pusaka Pangeran Diponegoro yang Dikembalikan Belanda ke Indonesia

Grebeg Maulud di Keraton YogyakartaSHUTTERSTOCK Grebeg Maulud di Keraton Yogyakarta

Hari kedua kunjungan, Yogyakarta

Keraton Yogyakarta

Dikutip dari situs resmi Royal House of Netherlands, besok Rabu (11/3/2020), rombongan Raja dan Ratu Belanda akan mengunjungi Yogyakarta.

Rencananya akan disambut oleh Sultan Hamengkubuwono X di Keraton Yogyakarta.

Baca juga: Itinerary Weekend di Jogja, 1 Hari Sekitar Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadinigrat yang berlokasi di Kota Yogyakarta, DIY. Keraton Yogyakarta juga menjadi salah satu tempat wisata populer.

Wisatawan mengunjungi Keraton Yogyakarta, di Yogyakarta, Jumat (5/8/2016).KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Wisatawan mengunjungi Keraton Yogyakarta, di Yogyakarta, Jumat (5/8/2016).

Para wisatawan yang berkunjung akan melihat berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk pemberian raja-raja Eropa, replika pusaka Keraton, dan gamelan.

Harga tiket masuk untuk wisatawan Nusantara Rp 5.000 sedangkan wisatawan mancanegara Rp 15.000.

Rombongan Raja dan Ratu Belanda rencananya akan makan siang di keraton dan setelah itu akan mengunjungi Kampung Internet.

Baca juga: Penginapan Dekat Keraton Yogyakarta, di Bawah Rp 300.000-an

Kampung ini merupakan sebuah lingkungan kota di mana koneksi internet telah memungkinkan warga kampung untuk secara bersama-sama memperbaiki kondisi kehidupan dan kualitas hidup mereka dengan internet.

Potret Candi Prambanan diambil dari Candi Nandi.Utik Margarini Potret Candi Prambanan diambil dari Candi Nandi.

Candi Prambanan

Setelahnya, mereka akan berkunjung ke Universitas Gajah Mada. Malam harinya, Raja Willem dan Ratu Maxima akan mengunjungi Candi Prambanan yang merupakan kompleks Candi Hindu Jawa terbesar di Indonesia.

Raja dan ratu akan berbicara bersama para tokoh agama tentang upaya mereka mempromosikan toleransi beragama di Indonesia.

Baca juga: Harga Tiket Masuk dan Akses Transportasi Umum ke Candi Prambanan

Mereka juga akan menikmati tur wisata Candi Prambanan, salah satunya menghadiri pertunjukan Sendratari Ramayana dan mendengarkan konser dari grup musik asal Yogyakarta yaitu Rubah di Selatan.

Ramawijaya dan Istrinya, Shinta dalam Sendratari Ramayana Prambanan.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Ramawijaya dan Istrinya, Shinta dalam Sendratari Ramayana Prambanan.

Sendratari Ramayana Prambanan merupakan sebuah pertunjukan seni tari yang menggabungkan antara tari dan drama.

Uniknya, pertunjukan ini dilakukan tanpa dialog dan diangkat dari cerita asli Ramayanan dan pada bulan Mei-Oktober akan dilakukan di panggung terbuka.

Baca juga: Candi Prambanan Viral di Twitter, Ini 5 Spot Foto Keren Candi Prambanan

Sendratari Ramayana bisa ditonton pada hari-hari tertentu yaitu Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Taman Nasional Sebangau layak untuk dikunjungi jika tengah berlibur ke Kota PalangkarayaDok. Humas Kementerian Pariwisata Taman Nasional Sebangau layak untuk dikunjungi jika tengah berlibur ke Kota Palangkaraya

Hari ketiga kunjungan, Kalimantan

Taman Nasional Sebangau

Hari ketiga kunjungan Raja dan Ratu Belanda akan berada di Kalimantan. Mereka akan mengunjungi Taman Nasional Sebangau, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Mereka akan diberikan tur proyek yang berkaitan dengan pengelolaan air dan reboisasi. Proyek ini akan berkontribusi pada pelestarian habitat orangutan.

Baca juga: Ke Palangkaraya, Yuk Kunjungi Wisata Alam Taman Nasional Sebangau

Setelah melakukan tur, Raja dan Ratu Belanda akan berbicara dengan mantan penebang yang sekarang terlibat dalam pengelolaan taman berkelanjutan.

Orangutan bernama Brown di kawasan Taman Nasional Sebangau, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. KOMPAS/SRI REJEKI Orangutan bernama Brown di kawasan Taman Nasional Sebangau, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Sore harinya, mereka melanjutkan perjalanan ke Pusat Penyelamatan Orangutan Nyaru Menteng. Terdapat lebih dari 316 bayi orangutan yatim piatu dan terlantar yang dirawat di sini.

Ada juga Sekolah Hutan yang mana kera muda diajari cara bertahan hidup di alam liar.

Setelah itu, Raja dan Ratu Belanda akan mengunjungi pertanian model Dayak dan berbicara dengan petani tentang membuat rantai pasokan minyak sawit lebih berkelanjutan.

Baca juga: Apa Istimewanya Wisata ke Taman Nasional Sebangau? Ini Panduan Lengkapnya...

Kunjungan di Kalimantan akan ditutup dengan sesi pelatihan sepakbola bagi anak laki-laki. Hal ini dirancang untuk membantu anak laki-laki Indonesia dalam memahami soal berbasis gender.

Danau TobaShutterstock Danau Toba

Hari Keempat Kunjungan, Sumatera

Danau Toba

Hari terakhir kunjungan yaitu Jumat (13/3/2020), raja dan ratu akan singgah ke Sumatera, tepatnya Danau Toba, Sumatera Utara.

Mereka akan membahas ekowisata dan kualitas air yang akan dimulai dengan mengunjungi Desa Tradisional Batak.

Mereka akan mendengarkan tentang sejarah wilayah dan perkembangan masa depan sekitar Danau Toba.

Baca juga: Melihat Masa Depan Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Adapun Presiden Jokowi sebelumnya juga telah menetapkan Danau Toba sebagai lokasi baru untuk pariwisata berkelanjutan.

Kapal kayu wisata di Danau TobaHarismoyo / Shutterstock.com Kapal kayu wisata di Danau Toba

Danau Toba merupakan danau alami berukuran besar di Indonesia. Ukurannya bisa memiliki panjang 100 kilometer, lebar 30 kilometer, dan kedalaman 1.600 meter.

Danau ini juga terkenal sebagai salah satu tempat wisata di Sumatera Utara. Banyak wisatawan yang menikmati keindahan danau dengan cara menaiki kapal yang tersedia, atau mengunjungi wisata air rangat tepat di bawah kaki gunung Pusuk Buhit.

Baca juga: Agendakan Wisata ke Danau Toba, Ini 11 Event Horas Samosir Fiesta 2020

Air rangat adalah air hangat yang berasal dari gunung meletus dan Pusuk Buhit adalah sebuah gunung aktif yang disakralkan orang Batak.

Pengunjung sedang menikmati pemandangan Danau Toba di Huta Ginjang di Kabupaten Tapanuli UtaraKOMPAS.com / Gabriella Wijaya Pengunjung sedang menikmati pemandangan Danau Toba di Huta Ginjang di Kabupaten Tapanuli Utara

Raja dan ratu juga akan berkunjung ke Del Institute of Technologi untuk belajar tentang pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Setelahnya mereka juga akan berwisata dengan naik kapal ke Pulau Samosir di tengah danau.

Mereka akan mengunjungi Desa Silima Lombu yang dibangun untuk potensi pariwisata berkelanjutan dan pertanian organik skala kecil.

Baca juga: Kekayaan Alam Danau Toba yang Akan Jadi UNESCO Global Geopark

Jadi, Raja dan Ratu Belanda pun sudah dan akan mengunjungi beberapa tempat wisata di Indonesia yang disebutkan. Kalau kamu sudah berkunjung ke destinasi wisata tersebut?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X