Kopi Indonesia Bisa Harum di Kancah Dunia, asal...

Kompas.com - 11/03/2020, 10:05 WIB
Ilustrasi petani kopi. SHUTTERSTOCK/EM FAEISIlustrasi petani kopi.


JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia pada tahun 2019. Posisi ini berada di bawah Brazil, Vietnam, dan Kolombia, menurut data Kementerian Pertanian RI.

Masa depan kopi Indonesia di dunia begitu cerah. Hal tersebut diungkapkan oleh Dadang Hendarsyah, selaku Unit Head da ICS Manager PT. Olam Indonesia Sunda Cluster.

Menurutnya, sekarang banyak penikmat kopi Indonesia yang menyukai biji kopi dari Indonesia.

"Kopi sudah jadi style, kebutuhan. Pada 2019, kenaikan peminum kopi di Indonesia mencapai 10 persen. Ke depannya lebih ramai lagi," ujar Dadang pada Kompas.com, Selasa (10/3/2020).

"Apalagi banyak penikmat kopi di Indonesia yang suka biji kopi dari Indonesia seperti Sumatera, Aceh Gayo," lanjutnya.

Baca juga: Hari Kopi Nasional, Berikut 6 Kopi Indonesia yang Mendunia

Menurut Dadang, kondisi ini sudah jauh lebih baik dari bertahun-tahun lalu. Ia mengungkapkan, dahulu banyak petani yang tidak mengetahui cara bertani kopi yang baik untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Beberapa masalah tersebut hingga kini masih berusaha diselesaikan.

Kekurangan dan tantangan

Menurut Dadang, petani Indonesia kebanyakan masih menanam biji kopi jenis robusta. Biji kopi ini dianggap memiliki kualitas di bawah arabika, sehingga harganya pun lebih murah.

Dadang menuturkan, banyak petani yang menanam biji robusta karena perawatannya yang mudah dan tahan terhadap hama.

"Di Indonesia arabika masih jarang. Arabika jadinya lebih mahal karena biji kopinya diperlakukan berbeda. Dari penanaman, perawatan, pemetikan, sampai proses produksi berbeda," tutur Dadang.

"Kalau arabika harus di-pulping, difermentasi terus dijemur sampai kering, dibuka kulitnya, lalu dikeringkan pakai matahari. Tidak boleh pakai oven seperti robusta karena dia kulitnya sensitif," lanjutnya.

Baca juga: Tipe Peminum Kopi di Indonesia, Kamu yang Mana?

Para petani kopi beberapa tahun yang lalu masih belum mengerti proses produksi biji kopi yang baik dan benar seperti apa. Salah satunya dicontohkan Dadang, banyak petani yang asal panen biji kopi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X