Kopi Indonesia Bisa Harum di Kancah Dunia, asal...

Kompas.com - 11/03/2020, 10:05 WIB
Proses pencucian biji kopi DOK NESPRESSOProses pencucian biji kopi

 

Setelah diberikan penyuluhan seperti itu, Dadang mengaku bahwa para petani mulai mengerti dan mempraktikan hal tersebut. Mereka mulai memanen biji merah saja, hasilnya pun mulai terlihat.

Cita rasa kopinya membaik karena tidak tercampur dengan biji hijau dan busuk. Setelah cita rasa dari biji kopi yang dihasilkan sudah membaik, baru terlihat peningkatan dalam hal harga.

Harga kopi meningkat, distributor kopi pun mulai berani membeli biji kopi dengan harga yang sedikit mahal.

"Meningkatkan produksi itu lebih banyak dengan cara memberi pelatihan soal pupuk kompos, pengaplikasian pupuknya, pemangkasan pohon seperti apa," kata Dadang.

"Itu larinya ke produktivitas, untuk bisa menghasilkan biji lebih banyak," lanjutnya.

Menurut Dadang, hingga kini penyuluhan dan pelatihan yang mereka berikan sudah memberi hasil yang cukup signifikan. Kini dari segi kualitas dan kuantitas biji kopi yang dihasilkan petani di Jawa Barat, sudah terdapat peningkatan sekitar 60-70 persen.

Baca juga: Ubah Petani Ganja jadi Petani Kopi, Budi Waseso Ingin Kopi Nusantara Semakin Terkenal

Proses pengeringan biji kopiDOK NESPRESSO Proses pengeringan biji kopi
Hal serupa juga diungkapkan William. Ia mengungkapkan, sudah banyak pula pemain industri kopi yang memberikan penyuluhan langsung pada petani terkait produksi biji kopi yang baik.

Masa depan kopi Indonesia masih sangat cerah mengingat pasar Indonesia yang menikmati kopi semakin bertambah setiap tahunnya.

Belum lagi dengan banyaknya kedai kopi baru yang menjamur yang juga turut serta memberikan edukasi pada para konsumen mengenai kopi.

Baca juga: Biji Kopi Indonesia Dinilai Punya Potensi di Pasar Eropa, Tapi...

"Indonesia punya pasar kopi yang besar banget. Kedai kopi juga sudah mulai mengedukasi. Misalnya barista sudah mulai aktif dengan banyak kedai kopi berkonsep open bar," ujar William pada Kompas.com, Selasa (10/3/2020).

"Di mana barista dengan meja mesin kopi dan alat manual brew ini bisa dilihat atau bahkan berseberangan dengan pelanggan. Jadi ketika baristanya lagi bikin kopi mereka bisa saling ngobrol soal kopi," lanjutnya.

Walaupun menurut William jumlah orang yang bisa mengedukasi soal kopi masih belum berimbang dengan konsumen yang perlu diedukasi, tapi hal ini mulai secara bertahap memberikan harapan untuk industri kopi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

Whats Hot
Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Whats Hot
Persiapkan 'New Normal', Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Persiapkan "New Normal", Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Whats Hot
Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Whats Hot
#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

Whats Hot
Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Jalan Jalan
Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Whats Hot
Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Makan Makan
AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

Whats Hot
Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Makan Makan
Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Makan Makan
Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Jalan Jalan
Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Whats Hot
Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Jalan Jalan
TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X