Kompas.com - 12/03/2020, 18:05 WIB
Omah Kopi, salah satu tempat yang disiapkan warga Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menjamu tamu yang ingin menikmati minum kopi di pedesaan. KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍOmah Kopi, salah satu tempat yang disiapkan warga Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menjamu tamu yang ingin menikmati minum kopi di pedesaan.

JOMBANG, KOMPAS.com - Kampung Adat Segunung di Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bisa menjadi alternatif untuk menikmati waktu libur.

Perkampungan penduduk di kawasan pegunungan Anjasmoro Wonosalam itu menawarkan  suasana perkampungan yang ramah, asri, dan menarik untuk dikunjungi.

Baca juga: Di Jombang Ada Warung Kikil Kesukaan Gus Dur, Seporsi Rp 15.000

Kampung Adat Segunung merupakan salah satu dari deretan destinasi wisata yang ada di wilayah Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Destinasi wisata berbasis lingkungan pedesaan di kawasan pegunungan ini siap memanjakan wisatawan yang berkunjung dengan aneka kuliner khas pedesaan maupun keramahan penduduk desa.

Baca juga: Mengenal Kopi Kawisari, Kopi Tertua dari Jawa Timur

Suasana di Kampung Adat Segunung, Desa Carang Wulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020).KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Suasana di Kampung Adat Segunung, Desa Carang Wulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Kampung Adat sekaligus  Kepala Dusun Segunung, Giri Wijanarko mengungkapkan, sejak setahun terakhir perkampungan yang dihuni 800 lebih jiwa penduduk ini terus bersolek.

Permukiman penduduk yang berada di lembah pegunungan Anjasmoro ini tengah memperkuat eksistensi mereka sebagai salah satu destinasi wisata berbasis lingkungan pedesaan.

"Kampung ini memang kita desain sebagai kampung adat dengan memperkuat kearifan lokal," kata Giri kepada Kompas.com, Sabtu (7/3/2020).

Kuliner khas pedesaan

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah (kanan), bersama Ketua Kampung Adat Segunung, Giri Winarko (kiri), saat mencoba menu kuliner khas pedesaan yang disiapkan di Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020).KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Wakil Bupati Jombang, Sumrambah (kanan), bersama Ketua Kampung Adat Segunung, Giri Winarko (kiri), saat mencoba menu kuliner khas pedesaan yang disiapkan di Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020).

Kampung Adat Segunung, beber Giri, menawarkan kuliner khas pedesaan antara lain nasi ampok atau nasi beras bercampur pecahan biji jagung, serta nasi bercampur ketela atau nasi tiwul.

Untuk sayur, para pengunjung atau wisatawan bisa mendapatkan menu sayur dari pohon talas, rebung, dan berbagai sayuran yang tersedia di lingkungan tempat tinggal warga.

Baca juga: Rekomendasi 8 Tempat Kuliner di Manado, Bubur Tinutuan sampai Dabu-dabu

Giri mengatakan, para koki yang menyiapkan kuliner khas pedesaan tersebut adalah warga setempat.

Para koki tersebut siap menyediakan berbagai kuliner khas pedesaan sebagaimana pesanan pengunjung.

"Kita siap dengan kuliner khas pedesaan. Sayur-sayuran kita ambilkan dari potensi alam yang ada di kampung ini," ujar Giri.

Suguhan kopi robusta

Omah Kopi, salah satu tempat yang disiapkan warga Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menjamu tamu yang ingin menikmati minum kopi di pedesaan.KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Omah Kopi, salah satu tempat yang disiapkan warga Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menjamu tamu yang ingin menikmati minum kopi di pedesaan.

Dijelaskan Giri, Kampung Adat Segunung secara administratif berada di wilayah Desa Carang Wulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Perkampungan penduduk ini dihuni oleh 230 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk lebih dari 800 jiwa.

Mata pencaharian penduduk, mayoritas adalah petani kebun dengan produksi utama kopi robusta.

Selain menjadi petani kebun penghasil kopi, mayoritas penduduk juga berprofesi sebagai peternak.

Di Kampung Adat Segunung, kata Giri, setiap penduduk adalah guide sekaligus pelayan bagi wisatawan yang berkunjung ke Dusun tersebut.

Gasebo dari kayu yang disiapkan di depan rumah warga Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menjamu tamu yang berkunjung.KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Gasebo dari kayu yang disiapkan di depan rumah warga Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menjamu tamu yang berkunjung.

Untuk menerima kunjungan para wisatawan, gazebo berbahan kayu sudah disiapkan di beberapa halaman rumah warga.

Adapun sebagai menu jamuan, para pengunjung akan mendapatkan suguhan kopi robusta atau minuman lain yang bahannya berasal dari perkampungan itu.

"Kami siapkan kopi dari sini (kopi robusta), tetapi kalau sedang musim durian, suguhan kita beri alternatif kolak durian," ungkap Giri.

Dikatakan Giri Winarko, selain bisa menikmati kopi robusta di rumah yang dikunjungi, para pengunjung juga bisa menikmati hidangan kopi di tempat khusus yang diberi nama 'Omah Kopi'.

Menurut Giri, tempat itu sengaja disiapkan pihak pengelola kampung adat untuk pengunjung yang hanya ingin menikmati beragam jenis kopi dengan beberapa alternatif penyajian.

Menginap di rumah penduduk

Gasebo dari kayu yang disiapkan di depan rumah warga Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menjamu tamu yang berkunjung.KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Gasebo dari kayu yang disiapkan di depan rumah warga Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menjamu tamu yang berkunjung.

Selain menyajikan menu khas pedesaan yang dikerjakan oleh warga setempat, Kampung Adat Segunung juga menyajikan keramahan warga, serta pemandangan asri khas pedesaan.

Kampung Adat Segunung di Wonosalam, Kabupaten Jombang, kata Giri Winarko, juga menyediakan tempat menginap bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tinggal di pedesaan di lereng gunung.

Saat ini, ujar dia, terdapat 18 kamar yang disewa untuk tempat menginap. Belasan kamar itu tersebar di sejumlah rumah penduduk Dusun Segunung.

Kampung Adat Segunung, kata Giri, berdekatan dengan beberapa destinasi wisata alam yang ada di Desa Carang Wulung, maupun di desa-desa lainnya yang ada di Kecamatan Wonosalam.

Tak jauh dari Kampung Adat Segunung, terdapat lokasi wisata De Durian Park, berjarak sekitar 1 kilometer, serta Kebun Si Mbok pada kisaran jarak yang sama.

Omah Kopi, salah satu tempat yang disiapkan warga Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menjamu tamu yang ingin menikmati minum kopi di pedesaan.KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Omah Kopi, salah satu tempat yang disiapkan warga Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menjamu tamu yang ingin menikmati minum kopi di pedesaan.

Selain itu, ada destinasi wisata Grojogan Selo Gonggo, wisata air Banyumili, serta Kampung Tirta dan wisata alam Bukit Pinus.

Jarak tempuh dari Kampung Adat Segunung menuju 4 lokasi wisata alam tersebut kurang dari 3 kilometer.

Adapun untuk sampai di Kampung Adat Segunung, akses jalan yang tersedia cukup memadai. Mobil atau sepeda motor bisa masuk hingga ke perkampungan.

Kampung Adat Segunung berada di wilayah pegunungan Anjasmoro Wonosalam berjarak 30 kilometer dari alun-alun Jombang.

Untuk sampai di lokasi, bisa memanfaatkan google maps atau mengikuti rute dari Terminal Mojoagung ke arah Wonosalam, sembari memantau petunjuk yang ada di beberapa titik.

Destinasi wisata andalan

Suasana di Kampung Adat Segunung, Desa Carang Wulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020).KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Suasana di Kampung Adat Segunung, Desa Carang Wulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020).

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah mengungkapkan, Kampung Adat Segunung merupakan salah satu destinasi wisata di Wonosalam yang sedang dikembangkan sebagai destinasi wisata alam andalan.

Dia mengatakan, Kampung Adat Segunung dikelola dan dikembangan secara mandiri oleh warga yang tinggal di perkampungan tersebut dengan berpedoman pada kearifan lokal.

"Disini berjalan alami sesuai kearifan lokal dan kita tidak akan mencampuri hal-hal yang menjadi kewenangan kampung adat Segunung ini," kata Sumrambah saat mengunjungi Kampung Adat Segunung, Sabtu (6/3/2020).

Dia menjelaskan, agar tidak mengganggu komitmen kearifan lokal yang menjadi pedoman warga setempat, Pemkab Jombang memberikan dukungan pada peningkatan sarana pendukung serta infrastruktur sesuai kebutuhan.

"Kita akan masuk pada sektor promosi wisatanya dan dukungan pembangunan petirtaan diatas sana," ujar Sumrambah di sela menghadiri hajatan minum kopi gratis 2020 cangkir di Kampung Adat Segunung.

Pada Sabtu, Kampung Adat Segunung menggelar acara minum kopi gratis sebanyak 2020 cangkir yang disediakan kepada setiap pengunjung.

Kopi gratis itu disuguhkan di depan rumah-rumah penduduk setempat dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Hidangan kopi robusta itu bisa dinikmati oleh siapapun yang berkunjung ke Kampung Adat Segunung.

Ketua Kampung Adat Segunung, Giri Winarko mengatakan, acara minum kopi gratis 2020 cangkir diselenggarakan untuk menarik minat pengunjung, serta meramaikan hajatan Kenduri Durian yang digelar pada Minggu (8/3/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Emirates Beri Penawaran Spesial, Harga Tiket PP Mulai dari Rp 5 Jutaan

Emirates Beri Penawaran Spesial, Harga Tiket PP Mulai dari Rp 5 Jutaan

Travel Promo
7 Tips Berkunjung ke Wisata Gunung Blego via Magetan

7 Tips Berkunjung ke Wisata Gunung Blego via Magetan

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Merapi Park Terbaru 2021, Keliling Dunia di Lereng Merapi

Jam Buka dan Harga Tiket Merapi Park Terbaru 2021, Keliling Dunia di Lereng Merapi

Jalan Jalan
9 Tips Naik KA Jarak Jauh Selama PPKM Mikro, Cari Gerbong Sepi!

9 Tips Naik KA Jarak Jauh Selama PPKM Mikro, Cari Gerbong Sepi!

Travel Tips
Aturan Wisata ke Spanyol Terbaru Juni 2021, Sudah Sambut Turis Asing

Aturan Wisata ke Spanyol Terbaru Juni 2021, Sudah Sambut Turis Asing

Travel Update
Tiket KA Jarak Jauh Jadi Lebih Mahal karena Tes Covid-19, GeNose Jadi Primadona

Tiket KA Jarak Jauh Jadi Lebih Mahal karena Tes Covid-19, GeNose Jadi Primadona

Jalan Jalan
Pengalaman Naik KA Jarak Jauh saat PPKM Mikro 1-14 Juni 2021, Stasiun Tetap Ramai

Pengalaman Naik KA Jarak Jauh saat PPKM Mikro 1-14 Juni 2021, Stasiun Tetap Ramai

Jalan Jalan
Persiapan Travel Corridor Arrangement Bali Sudah 85-90 Persen

Persiapan Travel Corridor Arrangement Bali Sudah 85-90 Persen

Travel Update
Catat, Daftar Hotel Bersertifikasi CHSE di 5 Destinasi Super Prioritas

Catat, Daftar Hotel Bersertifikasi CHSE di 5 Destinasi Super Prioritas

Jalan Jalan
Hari Purbakala: Melihat Lukisan Goa Tertua di Dunia yang Ternyata Ada di Indonesia

Hari Purbakala: Melihat Lukisan Goa Tertua di Dunia yang Ternyata Ada di Indonesia

Jalan Jalan
9 Fakta Seputar Uma Lengge, Wisata Budaya yang Dikunjungi Sandiaga dan Atta Halilintar

9 Fakta Seputar Uma Lengge, Wisata Budaya yang Dikunjungi Sandiaga dan Atta Halilintar

Jalan Jalan
Jangan Dicabut, Bunga Edelweiss Bisa Dibeli di Desa Wonokitri Pasuruan

Jangan Dicabut, Bunga Edelweiss Bisa Dibeli di Desa Wonokitri Pasuruan

Travel Update
4 Fakta Seputar Festival Perahu Naga, Disebut Peh Cun dan Sembahyang Bacang

4 Fakta Seputar Festival Perahu Naga, Disebut Peh Cun dan Sembahyang Bacang

Travel Update
Perancis Sambut Turis Asing yang Divaksinasi Juni 2021, Ini Aturannya

Perancis Sambut Turis Asing yang Divaksinasi Juni 2021, Ini Aturannya

Travel Update
Maria, Desa Wisata di Bima NTB yang Memiliki Banyak Daya Tarik

Maria, Desa Wisata di Bima NTB yang Memiliki Banyak Daya Tarik

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X