Kompas.com - 13/03/2020, 14:02 WIB
Wisatawan mancanegara (wisman) menikmati suasana di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, Kamis (4/9/2014). TRIBUNNEWS.com/HERUDINWisatawan mancanegara (wisman) menikmati suasana di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, Kamis (4/9/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menuturkan dirinya menyesal.

Sebab, industri pariwisata Bali lebih bergantung pada wisatawan mancanegara (wisman) dan abai pada potensi yang dimiliki wisatawan nusantara (wisnus). Sementara saat isu virus corona, jumlah wisatawan terus menurun.

Hal ini memberi kesan seakan-akan wisnus dianaktirikan oleh industri pariwisata milik sendiri.

Kendati demikian, penurunan wisman yang berkunjung ke Indonesia tidak hanya berdampak di Bali namun juga di beberapa destinasi wisata lain.

Baca juga: Industri Hotel Lesu, Banyak Pekerja Hotel yang Dirumahkan

Lantas, bagaimana tanggapan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)?

"Kalau di kami sendiri, kami tidak menganaktirikan wisnus dan menganakemaskan wisman," kata Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fajar Utomo, saat ditemui dalam acara konferensi pers Membangkitkan Kembali Pariwisata di Tengah Badai Corona, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Selama ini Kemenparekraf disebutkan Fajar sadar bahwa wisnus menyumbang perputaran ekonomi dalam industri pariwisata.

"Artinya kalau bicara devisa kita bicara wisman, tetapi kalau bicara menghidupkan semuanya kita tidak bisa melupakan wisnus," jelas Fajar.

 Baca juga: Devisa Pariwisata Indonesia Diperkirakan Hilang 1,5 Miliar Dollar AS karena Virus Corona

Wisatawan berfoto selfie di atas karang Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur, Selasa (28/1/2020).Nicholas Ryan Aditya Wisatawan berfoto selfie di atas karang Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur, Selasa (28/1/2020).

Merebaknya virus corona membuat industri pariwisata kini gencar mempromosikan wisata domestik.

Meski begitu, Fajar tidak menampik akan adanya penurunan kunjungan dari wisnus ke destinasi wisata Indonesia.

Ia menyebutkan belum ada data pasti berapa persen penurunan wisnus. Namun yang pasti ia menyebutkan jumah penurunan wisnus lebih sedikit dibanding wisman. 

Baca juga: Kemenparekraf Ajak Masyarakat Rasional Hadapi Wabah Virus Corona

Oleh karena itu, Fajar tetap optimis akan peningkatan ekonomi industri pariwisata yang digerakkan oleh wisnus.

Terlebih lagi sebentar lagi adalah musim mudik yang memiliki kemungkinan masyarakat akan berkunjung ke beberapa destinasi wisata yang ada di kampung halaman masing-masing.

"(Pergerakan wisnus untuk wisata saat lebaran) saya kira sangat signifikan," kata Fajar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Travel Update
5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Travel Update
Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Travel Update
Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Travel Update
Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Travel Update
Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Travel Update
Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Travel Update
Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Travel Update
Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
5 Wisata di Parapat, Kota yang Indah di Tepi Danau Toba

5 Wisata di Parapat, Kota yang Indah di Tepi Danau Toba

Travel Update
Wisata Ragunan Akhirnya Tutup Sementara Mulai 16 Mei 2021

Wisata Ragunan Akhirnya Tutup Sementara Mulai 16 Mei 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X