Dibuat Selama Satu Bulan, Berapa Harga Ulos untuk Raja Belanda?

Kompas.com - 13/03/2020, 20:05 WIB
Raja dan Ratu Belanda diberikan persembahan berupa kain ulos asli Desa Lintong Nihuta, Kabupaten Toba Patrick van KatwijkRaja dan Ratu Belanda diberikan persembahan berupa kain ulos asli Desa Lintong Nihuta, Kabupaten Toba


JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam rangkaian kunjungannya ke Danau Toba, Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti sempat singgah ke Desa Lintong Nihuta, Kecampatan Tampahan, Kabupaten Toba.

Dlansir dari Tribun Medan, Kepala Desa Lintong Nihuta, Holong T. Simanjuntak, mengaku telah melakukan berbagai persiapan, seperti membersihkan lingkungan hingga pemberian kain ulos.

Adapun jenis ulos yang diberikan pada Raja Willem dan Ratu Maxima ini adalah Pinuncaan. Ulos ini dibuat selama satu bulan khusus untuk keduanya.

"Ulosnya corak Pinuncaan yang biasanya dipakai oleh yang sudah berketurunan dan menyambut tamu kehormatan," ujar Holong, Kamis (12/3/2020).

Baca juga: Intip Kamar Tempat Raja dan Ratu Belanda Menginap di Jakarta, Jendela Anti Peluru!

Kain ulos yang diberikan pada Raja dan Ratu Belanda merupakan buatan warga desa Lintong NihutaPatrick van Katwijk Kain ulos yang diberikan pada Raja dan Ratu Belanda merupakan buatan warga desa Lintong Nihuta
Menurut Holong, ulos ini ditenun langsung oleh warga desa Lintong Nihuta. Ukuran ulos yang diberikan berukuran panjang 120 cm x 2 m.

Ulos ini terdiri dari lima bagian yang ditenun secara terpisah yang kemudian disatukan menjadi satu kain ulos.

Ketika ditanyai mengenai harga, Holong mengungkapkan, harga ulos seperti ini di pasaran bisa mencapai Rp 5 juta.

"Kalau rata-rata itu kita hargai Rp 5 juta. Kalau ini (untuk Raja dan Ratu Belanda) di atas itulah,” ujarnya.

Baca juga: Raja Belanda ke Candi Prambanan, Promosi Pariwisata Gratis di Tengah Isu Corona

Sebelumnya, Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima berkunjung ke kawasan Danau Toba pada hari terakhir kunjungan kenegaraan mereka ke Indonesia pada Kamis (12/3/2020).

Selain Danau Toba, Raja dan Ratu Belanda juga sempat mengunjungi beberapa destinasi lain di Indonesia seperti Candi Prambanan dan Keraton Yogyakarta.

Dalam kunjungan ke Danau Toba ini, Raja dan Ratu Belanda juga didampingi oleh Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menteri Pariwisata Wishnutama Kusubandio, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul: Segini Harga Ulos yang Diberikan Kepada Raja dan Ratu Belanda Saat Berkunjung ke Toba.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X