Restoran Pizza di Jepang Bikin Layanan Pengiriman Contactless karena Corona

Kompas.com - 14/03/2020, 13:52 WIB
Ilustrasi Dokumen Pizza HutIlustrasi


KOMPAS.com – Bisnis pizza di Jepang kerap berpikir di luar kebiasaan. Mereka menawarkan banyak hal unik, seperti penggunaan rusa salju untuk fasilitas pengiriman pizza.

Kini, karena kian banyaknya kasus virus corona di Jepang, maka membuat banyak orang ketakutan dan mulai mengganti gaya hidup untuk menghindari infeksi.

Beberapa perubahan gaya hidup yang dilakukan adalah tidak membuat banyak kontak dengan orang asing. Hal ini pun berdampak pada Domino's dan Pizza Hut yang memiliki layanan pengiriman makanan dengan kotak.

Baca juga: Ancol Tutup Sementara Cegah Corona, Hotel dan Restoran Tetap Buka

Melihat kebutuhan untuk tetap menarik pelanggan agar memesan pizza, kedua merek ini justru mengenalkan pilihan delivery "contactless" atau tanpa kontak di Jepang yang membuat kamu tidak akan berinteraksi dengan pengirim pizza.

Pizza Hut menyebut opsi ini sebagai “Oki Pizza” atau “Pizza yang diletakkan” dalam bahasa Indonesia.

Dilansir dari Sora News 24, menurut Pizza Hut, para pelanggan meminta pilihan pengiriman yang bisa membuat mereka menghindari kontak langsung dengan petugas pengiriman.

Baca juga: Muncul di Film Parasite, Pizza Asal Korea Ini Laku Keras Sampai Mesin Pembuatannya Rusak

Dipicu karena kian maraknya kasus virus corona, mereka akhirnya meresmikan pilihan tersebut untuk digunakan.

Mulai 12 Maret 2020, petugas pengiriman Pizza Hut akan menempatkan pizza di samping pintu depan rumah pelanggan setelah mengonfirmasi pada pelanggan bahwa mereka sedang berada di rumah lewat intercom yang tersedia.

Baca juga: Cara Membuat Pizza Kreasi Sendiri

 

Fasilitas contacless delivery yang diterapkan oleh Pizza Hut dan Dominos di Jepang untuk cegah penyebaran coronapizzahut japan/soranews24 Fasilitas contacless delivery yang diterapkan oleh Pizza Hut dan Dominos di Jepang untuk cegah penyebaran corona
Fasilitas ini hanya bisa digunakan bagi mereka yang memiliki pilihan "Oki Pizza" dan membayar dengan pilihan cashless atau non tunai lewat situs resmi dan aplikasi Pizza Hut.

Sementara itu, Domino’s menyebut fasilitas contactless mereka sebagai "Zero Contact Drop-Off".

Mulai 6 Maret 2020, petugas pengiriman akan menempatkan kotak kosong yang sudah ditentukan sebelumnya. Misalnya, di depan pintu masuk, untuk menghindari meletakkan pizza di atas lantai langsung.

Baca juga: Pizza, Spaghetti, dan Kopi Susu Andaliman, Apa Rasanya?

Pizza yang dipesan kemudian akan diletakkan di atas kotak kosong setelah dibungkus menggunakan kantung plastik. Setelahnya, sang pengemudi akan membunyikan bel rumah dan menginformasikan via intercom bahwa pesananmu telah sampai.

Sang pengemudi kemudian akan mundur sekitar dua meter dari depan pintu rumah kamu atau tempat pengiriman yang sudah ditentukan. Ia juga akan memperhatikan ketika kamu mengambil pesananmu.

Setelah ia melihat kamu telah mengambil pesanan, pengemudi kemudian akan mengambil kembali kotak kosong yang dijadikan pijakan untuk pizza.

Baca juga: Menikmati Pizza Sayuran di Tengah Hutan Taiwan, Sedapnya...

Bukan itu saja, Domino’s juga telah melakukan cukup banyak langkah detil perihal pencegahan penyebaran virus corona.

Beberapa langkah tersebut, seperti pemeriksaan suhu tubuh di setiap awal shift dimulai, mencuci tangan, mencuci mulut, membersihkan tangan dan jari secara utuh.

Terakhir, memberikan disinfektan di area pelanggan dan kamar mandi dengan alkohol setiap dua jam.

Pengemudi juga diberikan imbauan untuk membersihkan tangan sebelum dan setelah pengiriman, serta selalu memakai masker.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X