Dampak Virus Corona, Singapura Larang Kapal Pesiar Berlabuh

Kompas.com - 14/03/2020, 20:35 WIB
Ilustrasi patung Merlion yang ikonik di Singapura. SHUTTERSTOCKIlustrasi patung Merlion yang ikonik di Singapura.

Kendati demikian, Pemerintah Singapura mengatakan bahwa penjagaan di perbatasan negara mungkin tidak akan efektif karena virus corona menyebar secara global.

Meski begitu, mengingat tingginya jumlah kasus impor (imported cases) corona yang dimiliki, Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong, Jumat (13/3/2020), mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk tetap memperketat penjagaan di perbatasan.

Wong mengatakan bahwa kebijakan tersebut didasari pada data dan bukti, bukan karena didorong oleh negara lain seperti Amerika Serikat untuk menangguhkan perjalanan dari Eropa.

Langkah Singapura membuatnya menjadi negara atau wilayah ketiga di Asia yang melarang masuknya kapal pesiar.

Sementara Malaysia dan Hong Kong sudah menutup seluruh pelabuhan mereka untuk kapal pesiar.

Selain itu, beberapa negara juga turut menutup pelabuhan mereka pada kapal pesiar seperti Thailand dan Vietnam.

“Kami tahu bahwa dalam pelayaran akan ada banyak aktivitas mengobrol dan kami ingin memiliki jarak sosial pada kapal pesiar. Saya tidak tahu apakah operator kapal pesiar dapat menerapkan seluruh tindakan ini,” kata Wong.

“Jika mereka tidak bisa dan seseorang yang terinfeksi virus corona berada di atas kapal pesiar kemudian menginfeksi banyak orang, maka ini akan berpotensi sangat sulit (penanganan virus corona),” tambahnya.

Kendati demikian, Wong menuturkan sudah banyak operator kapal pesiar yang mengakui akan adanya risiko tersebut dan telah menangguhkan pelayaran sendiri.

Baca juga: Panduan Lengkap Menghadapi Wabah Virus Corona

 

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X