Dampak Virus Corona, Singapura Larang Kapal Pesiar Berlabuh

Kompas.com - 14/03/2020, 20:35 WIB
Kapal pesiar Mariner of the Seas, dari Royal Caribbean International, berlabuh di Marina Bay Cruise Centre, (6/1/2017). SHUTTERSTOCK/IGOR GROCHEVKapal pesiar Mariner of the Seas, dari Royal Caribbean International, berlabuh di Marina Bay Cruise Centre, (6/1/2017).

KOMPAS.com – Pemerintah Singapura menghentikan kegiatan di pelabuhan untuk semua kapal pesiar.

Setelah sebelumnya sempat menerima kedatangan kapal pesiar Italia Costa Fortuna pada Selasa (10/3/2020), melansir Business Insider.

Baca juga: Singapura Batasi Kunjungan dan Transit untuk Orang yang Bepergian dari 3 Negara Ini

Sebelum berlabuh di Singapura, Costa Fortuna ditolak oleh Thailand dan Malaysia. Kapal pesiar ini dikabarkan memiliki lebih kurang 2.000 penumpang, 64 di antaranya warga negara Italia.

Baca juga: Italia Dikarantina karena Corona, Turis Indonesia Diimbau Tidak Datang ke Italia

Selain larangan berlabuh untuk kapal pesiar, Singapura juga akan melarang masuk dan transit pengunjung dengan catatan perjalanan terbaru ke Italia, Perancis, Spanyol, dan Jerman.

Baca juga: Waktu yang DIbutuhkan Pariwisata Singapura untuk Pulih dari Dampak Virus Corona

 

Kebijakan tersebut diambil karena virus corona ( Covid-19 ) yang meningkat secara global.

Melansir Bloomberg, Kementerian Kesehatan Singapura melalui pernyataan resmi menuturkan bahwa pembatasan sementara untuk beberapa negara Eropa akan diberlakukan mulai 15 Maret 2020.

Kebijakan pembatasan kunjungan sementara akan ditinjau secara teratur berdasarkan situasi global.

Pusat kapal pesiar di Singapura: Kapal pesiar Europe 2, Hapag-Lloyd Cruises, bersandar di pusat kapal pesiar Singapura, (7/3/2017).SHUTTERSTOCK/NAPA Pusat kapal pesiar di Singapura: Kapal pesiar Europe 2, Hapag-Lloyd Cruises, bersandar di pusat kapal pesiar Singapura, (7/3/2017).

 

Selanjutnya, warga negara Singapura juga diimbau untuk tidak melakukan perjalanan jika tidak penting ke empat negara di Eropa yang telah disebutkan.

Sebab, keempat negara tersebut memiliki jumlah kasus virus corona yang tinggi, serta ada kemungkinan kasus tersebut meningkat.

Mereka juga diimbau untuk terus waspada saat bepergian ke negara yang terkena dampak virus corona termasuk Indonesia, Filipina, dan Inggris.

Kendati demikian, Pemerintah Singapura mengatakan bahwa penjagaan di perbatasan negara mungkin tidak akan efektif karena virus corona menyebar secara global.

Meski begitu, mengingat tingginya jumlah kasus impor (imported cases) corona yang dimiliki, Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong, Jumat (13/3/2020), mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk tetap memperketat penjagaan di perbatasan.

Ilustrasi patung Merlion yang ikonik di Singapura.SHUTTERSTOCK Ilustrasi patung Merlion yang ikonik di Singapura.

Wong mengatakan bahwa kebijakan tersebut didasari pada data dan bukti, bukan karena didorong oleh negara lain seperti Amerika Serikat untuk menangguhkan perjalanan dari Eropa.

Langkah Singapura membuatnya menjadi negara atau wilayah ketiga di Asia yang melarang masuknya kapal pesiar.

Sementara Malaysia dan Hong Kong sudah menutup seluruh pelabuhan mereka untuk kapal pesiar.

Selain itu, beberapa negara juga turut menutup pelabuhan mereka pada kapal pesiar seperti Thailand dan Vietnam.

“Kami tahu bahwa dalam pelayaran akan ada banyak aktivitas mengobrol dan kami ingin memiliki jarak sosial pada kapal pesiar. Saya tidak tahu apakah operator kapal pesiar dapat menerapkan seluruh tindakan ini,” kata Wong.

“Jika mereka tidak bisa dan seseorang yang terinfeksi virus corona berada di atas kapal pesiar kemudian menginfeksi banyak orang, maka ini akan berpotensi sangat sulit (penanganan virus corona),” tambahnya.

Kendati demikian, Wong menuturkan sudah banyak operator kapal pesiar yang mengakui akan adanya risiko tersebut dan telah menangguhkan pelayaran sendiri.

Baca juga: Panduan Lengkap Menghadapi Wabah Virus Corona

 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X