Wishnutama Imbau Masyarakat Terapkan Social Distancing dan Tidak Bepergian

Kompas.com - 17/03/2020, 12:47 WIB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di wahana kuda di Dunia Fantasi Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (14/3/2020). Kegiatan ini untuk meminimalisir penyebaran penyakit akibat virus Covid-19 di Ancol. Pemerintah DKI Jakarta menutup semua tempat wisata di Jakarta mulai Sabtu (14/3/2020). Penutupan ini dilakukan selama dua pekan ke depan dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas menyemprotkan cairan disinfektan di wahana kuda di Dunia Fantasi Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (14/3/2020). Kegiatan ini untuk meminimalisir penyebaran penyakit akibat virus Covid-19 di Ancol. Pemerintah DKI Jakarta menutup semua tempat wisata di Jakarta mulai Sabtu (14/3/2020). Penutupan ini dilakukan selama dua pekan ke depan dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Wishnutama Kusubandio mengimbau masyarakat menunda bepergian, serta melakukan social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian jika tidak diperlukan, kecuali untuk keperluan mendesak, melakukan social distancing, menerapkan higienitas, dan gaya hidup sehat," kata Wishnutama seperti dikutip siaran pers Kemenparekraf, Selasa (17/3/2020).

Wishnutama melanjutkan, langkah-langkah Kemenparekraf lainnya adalah membatasi kegiatan-kegiatan seperti promosi pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca juga: Imbauan KBRI: Turis Indonesia Diminta Tunda Pergi ke Perancis karena Virus Corona

Kemudian, mengimbau para pelaku usaha parekraf untuk tidak menyelenggarakan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) hingga wabah virus berakhir.

Wishnutama turut mengapresiasi langkah cepat yang telah diambil sejumlah pemerintah daerah dan industri yang memutuskan untuk menunda kegiatan.

Selain itu, ia mengatakan jika masih ada tempat wisata yang beroperasi, maka perlu memerhatikan secara baik waktu operasional, jumlah kunjungan.

Baca juga: Cegah Virus Corona, UEA Setop Terbitkan Visa Per 17 Maret 2020

Lalu perlu ada pengetatan pintu masuk berupa pengecekan kesehatan pengunjung hingga memastikan keamanan, kenyamanan, dan higienitas.

Selain itu, perlu menjaga sanitasi dengan menyediakan akses ke sarana cuci tangan berupa air mengalir dan sabun antiseptik, menyediakan tisu atau masker, dan melakukan disinfeksi terhadap fasilitas yang ada.

"Industri harus bisa memantau kesehatan lingkungan dan karyawan dengan baik, serta selalu memantau perkembangan terkini dan berkoordinasi dengan pihak/lembaga terkait," katanya.

Baca juga: Bagaimana Cara Starbucks Indonesia Cegah Virus Corona?

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X