Starbucks Amerika Pakai Konsep 'Grab And Go' di Tengah Wabah Corona, Indonesia Bagaimana?

Kompas.com - 17/03/2020, 22:29 WIB
Salah satu sudut di Starbucks Dewata Bali. Termasuk Starbucks terbesar se-Asia Tenggara yang mempunyai luas sekitar 2.000 meter persegi. SHUTTERSTOCK/CHAKKRAPHONG JINTHAWETSalah satu sudut di Starbucks Dewata Bali. Termasuk Starbucks terbesar se-Asia Tenggara yang mempunyai luas sekitar 2.000 meter persegi.

Lalu juga menggunakan drive-thru atau memesan dengan delivery.

Starbucks mengatakan langkah baru ini terbukti efektif ketika diterapkan di China, di mana wabah virus corona pertama kali dimulai akhir tahun lalu.

Foto yang menunjukkan bagaimana keadaan Starbucks yang tidak seperti biasa juga viral di media sosial.

Dari Business Insider, beberapa foto memperlihatkan bagaimana gerai Starbucks terlihat sepi dan kosong.

Banyak gerai Starbucks di seluruh Amerika Serikat memposting foto gerai. Lalu mengumumkan keputusan untuk meniadakan tempat duduk. Terlihat banyak kursi yang diangkat dan ruangan menjadi kosong.

Starbucks di Indonesia sendiri juga menjalankan kebijakan baru.

 

 

Kebijakan tersebut di antaranya membersihkan meja dan kursi di gerai setiap delapan menit sekali, sanitasi lebih menyeluruh setiap jamnya, dan menyediakan cairan sanitasi untuk tangan di setiap gerai.

"Kami menanggapi situasi tersebut dengan sungguh-sungguh. Kami sedang mempelajari langkah-langkah yang dijalankan oleh Starbucks China yang mungkin harus kami lakukan juga beberapa hari ke depan," kata Andrea ketika dihubungi Kompas.com, Senin (16/3/2020).

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X