Starbucks Amerika Pakai Konsep 'Grab And Go' di Tengah Wabah Corona, Indonesia Bagaimana?

Kompas.com - 17/03/2020, 22:29 WIB
Ilustrasi gerai Starbucks di New York, Amerika Serikat, (8/5/2015) SHUTTERSTOCK/PIO3Ilustrasi gerai Starbucks di New York, Amerika Serikat, (8/5/2015)

JAKARTA, KOMPAS.com  - Pelanggan Starbucks di Amerika dan Kanada sekarang ikut kebijakan baru yaitu konsep 'to go' dan tidak bisa duduk serta nongkrong di gerai Starbucks.

Baca juga: Bagaimana Cara Starbucks Indonesia Cegah Virus Corona?

Beberapa gerai Starbucks akan ditutup sementara sebagai bagian dari serangkaian peraturan baru terkait selama wabah virus corona ( Covid-19 ).

Tempat duduk tak disediakan di semua area kafe dan teras selama setidaknya dua minggu.

Baca juga: Cegah Virus Corona, McDonalds Indonesia Lakukan Langkah Ini...

Melansir New York Post, Rossann Williams, wakil presiden eksekutif Starbucks dan presiden bisnis yang dioperasikan perusahaan A.S. dan Kanada, mengatakan hal tersebut di hari Minggu.

Gerai-gerai tertentu di daerah dengan kemungkinan infeksi virus corona yang tinggi seperti di New York dan Seattle, akan ditutup sementara atau beroperasi pada jam tertentu saja.

Ilustrasi toko kopi Starbucks.newsela.com Ilustrasi toko kopi Starbucks.

Seorang juru bicara Starbucks tidak dapat memberi informasi spesifik  gerai mana saja yang tutup.

Ia menyarankan pelanggan untuk memeriksa aplikasi Starbucks mereka untuk melihat gerai mana yang masih buka.

Gerai Starbucks di lokasi yang ramai termasuk di dalam mall atau di kampus perguruan tinggi, juga akan ditutup sementara.

"Ini adalah waktu yang benar-benar belum dipetakan dan kami belajar bersama anda saat kami menavigasi Covid-19 bersama-sama," kata Williams dikutip dari New York Post.

Pada saat ini, pelanggan masih akan diizinkan untuk berjalan dan memesan di konter, melalui fitur "pesanan di depan" di aplikasi Starbucks.

Lalu juga menggunakan drive-thru atau memesan dengan delivery.

Salah satu sudut di Starbucks Dewata Bali. Termasuk Starbucks terbesar se-Asia Tenggara yang mempunyai luas sekitar 2.000 meter persegi. SHUTTERSTOCK/CHAKKRAPHONG JINTHAWET Salah satu sudut di Starbucks Dewata Bali. Termasuk Starbucks terbesar se-Asia Tenggara yang mempunyai luas sekitar 2.000 meter persegi.

Starbucks mengatakan langkah baru ini terbukti efektif ketika diterapkan di China, di mana wabah virus corona pertama kali dimulai akhir tahun lalu.

Foto yang menunjukkan bagaimana keadaan Starbucks yang tidak seperti biasa juga viral di media sosial.

Dari Business Insider, beberapa foto memperlihatkan bagaimana gerai Starbucks terlihat sepi dan kosong.

Banyak gerai Starbucks di seluruh Amerika Serikat memposting foto gerai. Lalu mengumumkan keputusan untuk meniadakan tempat duduk. Terlihat banyak kursi yang diangkat dan ruangan menjadi kosong.

Starbucks di Indonesia sendiri juga menjalankan kebijakan baru.

 

 

Kebijakan tersebut di antaranya membersihkan meja dan kursi di gerai setiap delapan menit sekali, sanitasi lebih menyeluruh setiap jamnya, dan menyediakan cairan sanitasi untuk tangan di setiap gerai.

"Kami menanggapi situasi tersebut dengan sungguh-sungguh. Kami sedang mempelajari langkah-langkah yang dijalankan oleh Starbucks China yang mungkin harus kami lakukan juga beberapa hari ke depan," kata Andrea ketika dihubungi Kompas.com, Senin (16/3/2020).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X