Masyarakat Perlu Diedukasi Soal Penutupan Tempat Wisata, Kenapa?

Kompas.com - 19/03/2020, 12:02 WIB
Suasana sepi di kawasan wisata Monumen Nasional, Jakarta, Senin (16/3/2020). Pemprov DKI Jakarta memutuskan menutup 24 tempat wisata di Jakarta mulai Sabtu (14/3/2020) hingga dua pekan ke depan sebagai upaya pencegahan menyebarnya virus corona (Covid-19). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana sepi di kawasan wisata Monumen Nasional, Jakarta, Senin (16/3/2020). Pemprov DKI Jakarta memutuskan menutup 24 tempat wisata di Jakarta mulai Sabtu (14/3/2020) hingga dua pekan ke depan sebagai upaya pencegahan menyebarnya virus corona (Covid-19).

KOMPAS.com - Tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP) Brian Sri Prahastuti mengatakan, penutupan wisata yang merupakan bagian dari pencegahan penularan virus atau Covid-19 dinilai tepat, namun perlus disertai edukasi terhadap masyarakat.

"Sehingga jangan sampai terjadi penutupan di satu area wisata misalnya menyebabkan orang bergerak ke tempat wisata yang lain yang tidak ditutup artinya masyarakat belum memahami makna dari penutupan area wisata tersebut," kata Sri dalam konferensi pers bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19, dikutip dari Antara, di Kantor Graha BNPB, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Tunda Liburan Kamu, Saatnya Cegah Penyebaran Virus Corona

Jika masyarakat diedukasi dengan baik, maka mereka memiliki pemahaman dan pengertian bahwa penutupan tempat wisata sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Jika demikian, warga dapat mendukung upaya pemerintah tersebut, dan kepatuhan terhadap kebijakan itu muncul.

"Yang perlu diperhatikan sebetulnya adalah harus disertai dengan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat mengapa tempat-tempat atau area publik (area wisata) tersebut ditutup," ujarnya.

Baca juga: Traveler Indonesia Diimbau Segera Pulang dan Batasi Pergi ke Luar Negeri

Dia menuturkan, penutupan area wisata bila dilakukan pemerintah daerah dengan pertimbangan tertentu bisa dikatakan tepat tergantung dari analisis yang sudah dilakukan masing-masing pemerintah daerah.

"Karena pemerintah daerah saya percaya mengetahui persis situasi daerahnya dan apa yang terbaik bagi warganya," tuturnya.

Baca juga: Indonesia Tunda Sebulan Bebas Visa dan Visa on Arrival untuk Turis Asing

Penutupan area wisata tersebut juga akan mendukung efektivitas kebijakan jarak sosial atau social distancing dalam upaya memutus penyebaran virus corona.

"Pesan pentingnya adalah menghindari kerumunan atau keramaian, harus menjaga jarak itu disebut dengan social distancing," ujarnya.

Sebagaimana diketahui virus penyebab Covid-19 dapat tertular antarmanusia.

Oleh karena itu, kontak antarorang harus dibatasi misalnya dengan menghindari kerumunan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: [POPULER TRAVEL] Tunda Liburan | Malaysia Lockdown

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X