Tips Memasak Makanan agar Awet, Bisa Disimpan Sampai Sebulan

Kompas.com - 19/03/2020, 15:07 WIB
Cakalang Shutterstock.com / Galih A PutraCakalang

JAKARTA, KOMPAS.com  - Di tengah pandemi virus corona, pemerintah mengambil kebijakan untuk beraktivitas produktif di rumah. Langkah ini perlu dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut telah disampaikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 16 Maret lalu. Masyarakat dihimbau untu beraktivitas di dalam rumah.

Lalu, bagaimana dengan urusan perut?

Baca juga: Membuat Kue di Rumah Bisa Hilangkan Stres saat Karantina karena Corona

Tak ada salahnya untuk mempersiapkan makanan yang tahan lama bahkan awet berminggu-minggu.

Corporate Chef Parador Hotels & Resorts, Gatot Susanto, memberikan tips mengolah makanan yang dapat bertahan lama.

abon ikanThinkstock abon ikan

"Sebenernya kalau makanan awet bisa abon, serundeng. Kalau masakan Indonesia timur ada cakalang rica. Rendang juga bisa," jelas Gatot dihubungi Kompas.com, Rabu (18/3/2020).

Abon ikan disebutkan Gatot bisa tahan sampai satu bulan apabila disimpan dalam suhu ruangan.

Sementara rendang bisa tahan hingga beberapa minggu. Cakalang rica tak kalah awet, bisa tahan sampai satu bulan.

Gatot menyebutkan makanan di atas dapat bertahan lama, kuncinya ada pada cara memasak dan menyimpan makanan dengan benar. 

Berikut adalah tips memasak beberapa makanan Indonesia agar awet dan layak dikonsumsi dalam waktu lama:

Baca juga: 4 Makanan Rekomendasi di Bubur Cikini H.R Suleman, Ada Martabak yang Legendaris

1.  Ikan cakalang 

Makanan kering atau dry food  memiliki tingkat ketahanan yang lebih lama dibanding dengan makanan basah.

Selain itu yang harus dilakukan saat mengolah makanan adalah pastikan makanan yang kamu masak matang merata.

"Ikan cakalang itu sebenarnya sudah diasap sehingga sudah awet. Kalau ikan cakalang, tuna itu dagingnya bukan white meat,"  jelas Gatot.

Baca juga: Cara Membuat Perkedel Jagung Manado yang Renyah

Ia menyebutkan lain cerita dengan ikan berdaging putih contohnya ikan kerapu. 

Ikan berdaging putih memiliki daging lembut, mudah hancur, sehingga tidak awet untuk disimpan lama.

Ikan cakalang memiliki tekstur daging lebih padat sampai bisa disuir. Gatot menyarankan ikan cakalang dapat diolah menjadi abon atau cakalang rica.

"Kalau cakalang rica ikannya digoreng kering kemudian sambal ricanya dan dimasak. Sambalnya tidak mentah atau disiram air panas tetapi benar-benar dimasak," ujar Gatot.

Ilustrasi kering kentang.Dok. Shutterstock/Sardo Michael Ilustrasi kering kentang.

2. Kering kentang

Selain ikan ada juga umbi-umbian seperti kentang yang bisa diolah menjadi kering kentang dan tahan lama.

"Saat masak kering kentang jangan sampai lembek dan meninggalkan bagian yang masih mentah," jelas Gatot.

Baca juga: Hanya dengan Melihat, Inilah Ciri-ciri Rendang Enak

3. Rendang

kamu bisa memasak rendang dan pastikan dahulu jika rendangnya matang dan bumbunya meresap hingga ke dalam daging.

Setidaknya proses memasak agar matang dan bumbu meresap sempurna memakan waktu lebih dari 8 jam.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X