Kompas.com - 20/03/2020, 10:35 WIB
Satu porsi Pempek Megaria terdiri dari pempek kapal selam kecil, lenjer kecil, kulit, dan adaan SYIFA NURI KHAIRUNNISASatu porsi Pempek Megaria terdiri dari pempek kapal selam kecil, lenjer kecil, kulit, dan adaan


JAKARTA, KOMPAS.com - Pempek Megaria jadi salah satu kedai pempek legendaris di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, yang berdiri sejak 1989. 

Pempek Megaria terletak di Kompleks Bioskop Metropole XXI, Jalan Pegangsaan Timur No.21, Menteng, Jakarta Pusat.

Kedainya tepat berada di pojok sebuah pujasera gedung bioskop Metropole XXI.

Kedai Pempek Megaria terbilang kecil, dengan ruangan yang hanya cukup untuk menggoreng dan meracik.

Sebagai penanda, di bagian depan kedai hanya tertera papan bertuliskan “Pempek”.

Baca juga: Bubur Cikini H.R. Suleman, Kedai Bubur Legendaris Jakarta Sejak 1960-an

Namun di area tempat duduk kala jam makan siang, jangan harap bisa mendapatkan tempat duduk karena penuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rudi, sang pemilik Pempek Megaria membangun bisnisnya saar duduk di tingkat akhir perkuliahan.

Ia mengaku sering melewati kawasan Metropole yang dulu bernama Megaria ini menggunakan bus.

“Dulu saya sering lewat daerah ini. Dulu belum begini penampakan gedungnya. Saya lihat ada toko kosong. Akhirnya saya sewa coba jualan pempek,” ujar Rudi pada Kompas.com di Kedai Pempek Megaria, Rabu (11/3/2020).

Ia mengaku tertarik untuk membangun bisnis makanan khas Palembang, daerah asalnya lantaran tak berminat kerja kantoran.

Akhirnya ia pun meminjam modal berjualan dari sang ibu. Siapa sangka bisnis pempeknya sukses dan langgeng sampai 31 tahun.

Baca juga: Soto Betawi Haji Maruf, Kuliner Legendaris Jakarta Langganan Para Pejabat

Kedai Pempek Megaria di Kompleks Bioskop Metropole tak memiliki papan nama MegariaSYIFA NURI KHAIRUNNISA Kedai Pempek Megaria di Kompleks Bioskop Metropole tak memiliki papan nama Megaria

Kompas.com berkesempatan untuk mencicipi Pempek Megaria. Satu porsi pempek biasanya terdiri dari empat pempek kecil atau tiga pempek besar.

Salah satu jenis pempek yang paling favorit adalah jenis Kapal Selam dengan isian telur yang gurih.

Pempek Kapal Selam di Pempek Megaria punya ukuran yang cukup besar. Teksturnya lembut di bagian dalam, sedikit renyah di luar, dan kenyal di mulut.

Rasanya gurih dan sangat terasa aroma ikan yang kuat.

Sementara untuk pempek jenis Kulit terasa agak berbeda dari pempek kulit kebanyakan.

Baca juga: Asal-usul Es Teler, Benarkah Berawal dari Kedai Es Teler Sari Mulia Asli?

 

Jenis pempek kulit punya rasa yang tidak terlalu gurih tapi memiliki aroma ikan yang terasa. Teksturnya terbilang kenyal dibanding pempek lain.

Ada juga pempek Adaan. Pempek bulat ini memiliki teksturnya kenyal dan lembut, sehingga mudah digigit. Ada aroma ikan yang nikmat dengan rasa gurih yang pas.

“Saya masih punya idealisme ya untuk pakai hanya ikan tenggiri. Jadi memang hanya dicampur ikan tenggiri dan sagu saja. Lebihnya enggak ada rahasia untuk pempek saya,” ujar Rudi.

Di bagian atas pempek ditaburi ebi kering. Taburan ini yang kemudian memberi rasa gurih yang nikmat dan sedap jika dimakan bersamaan dengan pempek dan cuko.

Cuko dari Pempek Megaria ini yang paling terasa berbeda. Rasa cuko di banyak kedai pempek asli Palembang berbeda satu sama lain.

Untuk cuko dari Pempek Megaria ini punya rasa manis yang pekat dan sangat kuat dengan sedikit rasa gurih dan asam yang halus.

Seorang pekerja menggoreng pempek untuk dibungkus. Pempek Megaria memiliki dapur pusat sehingga kedai ini hanya dipergunakan untuk tempat menggoreng dan meracik pempek untuk disajikan pada pelangganSYIFA NURI KHAIRUNNISA Seorang pekerja menggoreng pempek untuk dibungkus. Pempek Megaria memiliki dapur pusat sehingga kedai ini hanya dipergunakan untuk tempat menggoreng dan meracik pempek untuk disajikan pada pelanggan

Menurut Rudi, rasa manis yang pekat ini dihasilkan dari gula merah yang ia bawa langsung dari Palembang.

Ia sengaja menggunakan gula merah asli dari Sumatera Selatan untuk mempertahankan rasa manis otentik dari cuko pempek.

Rasa cuko yang sangat manis menurut Rudi disesuaikan untuk lidah orang Jawa yang cenderung menyukai rasa manis.

Baca juga: Gado-gado Bon Bin, Kuliner Legendaris Jakarta Sejak 1960

Bagi kamu yang tak terlalu suka manis, bisa menambahkan sambal cabai hijau yang akan menetralisir rasa manis dari cuko dan memberi rasa segar dan sedikit pedas.

Untuk satu potong pempek Kapal Selam besar dihargai Rp 26.000. Lalu satu potong Lenjer Besar, Lenggang Goreng, Lenggang Bakar, Tekwan, dan Tekwan Tom Yam dihargai Rp 25.000.

Jika tak ingin porsi besar, kamu juga bisa mencicipi potongan pempek kecil yakni Telor Kecil, Lenjer Kecil, Adaan/Bulat, Tahu, Kulit, Kriting, dan Krispi dihargai Rp 6.000.

Selain pempek, kamu juga bisa mencicipi makanan khas Palembang lainnya seperti Model, Laksan, dan Mie Celor seharga Rp 25.000 yang hanya bisa ditemui di akhir pekan saja.

Tak itu saja, ada juga Pindang Patin seharga Rp 28.000, Otak-otak seharga Rp 16.000, dan Bakwan Udang Rp 10.000. Pempek Megaria buka setiap hari mulai pukul 11.00 - 21.00 WIB.

Menu Pempek MegariaSYIFA NURI KHAIRUNNISA Menu Pempek Megaria
Menu Pempek MegariaSYIFA NURI KHAIRUNNISA Menu Pempek Megaria

Pempek Megaria merupakan rumah makan kelima dari liputan khusus bersambung "50 Tempat Makan Legendaris di Jakarta".

Artikel rekomendasi tempat makan legendaris di Jakarta ini akan tayang setiap Jumat selama 50 pekan ke depan. Nantikan kisah para perintis kuliner Jakarta berikutnya di Kompas.com.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute Tercepat ke Kitagawa Pesona Bali, Kampung Bali di Wonogiri

Rute Tercepat ke Kitagawa Pesona Bali, Kampung Bali di Wonogiri

Travel Tips
Wisata Gunungkidul Resmi Dibuka

Wisata Gunungkidul Resmi Dibuka

Travel Update
3 Aktivitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Lihat Pertunjukan Budaya

3 Aktivitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Lihat Pertunjukan Budaya

Jalan Jalan
Artotel Group Raih Pendanaan Seri B, Targetkan Lebih dari 50 Properti di 2023

Artotel Group Raih Pendanaan Seri B, Targetkan Lebih dari 50 Properti di 2023

Travel Update
Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Jalan Jalan
Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Travel Update
Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Travel Update
Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Travel Update
DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

Travel Update
Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Travel Update
Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Travel Update
Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Travel Update
Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Travel Update
Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.