Turis Asing Dilarang Masuk Selandia Baru

Kompas.com - 20/03/2020, 21:32 WIB
Hobbiton Movie Set di Matamata, Selandia Baru. Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.Hobbiton Movie Set di Matamata, Selandia Baru.


KOMPAS.com - Selandia Baru menutup akses perbatasan untuk semua orang asing (warga negara asing dan non resident), sejak Kamis (19/3/2020) dini hari. Hal ini dilakukan guna meningkatkan upaya menahan penyebaran virus corona di negara tersebut.

Dilansir dari Reuters, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan dalam konferensi pers bahwa warga Selandia Baru dan permanent resident yang masih di luar negeri, diizinkan untuk pulang.

"Kami tidak akan mentolerir risiko di perbatasan," kata Jacinda seperti dikutip Reuters, Kamis (19/3/2020).

Perbatasan tetap buka untuk pengiriman barang dan kargo. Jacinta juga mengimbau warga agar tidak panic buying.

Baca juga: Australia Tutup Perbatasan dan Pintu Kedatangan, Turis Asing Dilarang Masuk

Hingga kini, Selandia Baru telah mencatatkan 28 kasus virus corona di negaranya dan belum ada laporan kasus yang sembuh maupun meninggal.

Adapun keputusan menutup perbatasan dari turis asing, muncul tak lama setelah pemerintah Australia mengumumkan larangan masuknya pendatang ke negeri Kanguru itu.

Champagne pool, geotermal dengan warna seperti champagne di Selandia Baru.Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Champagne pool, geotermal dengan warna seperti champagne di Selandia Baru.

Air New Zealand

Maskapai penerbangan asal Selandia Baru yaitu Air New Zealand merespon penyebaran virus corona di negaranya dengan menangguhkan beberapa perjalanan internasional maupun domestik.

Berdasarkan laman resmi Air New Zealand, rute yang ditangguhkan di antaranya rute seperti Asia (Denpasar, Taipei, Narita, dan Seoul) hingga 30 Juni 2020. Sementara untuk rute Shanghai akan ditangguhkan hingga 1 Mei 2020.

Maskapai penerbangan Air New Zealand.Shutterstock Maskapai penerbangan Air New Zealand.

Rute penerbangan Air New Zealand dari Australia, Buenos Aires, dan Kepulauan Pasifik juga mengalami penangguhan karena penyebaran virus corona di Selandia Baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X