[POPULER TRAVEL] 3 Candi Tutup | Negara yang Tutup Akses Penerbangan

Kompas.com - 21/03/2020, 06:30 WIB
Seorang wanita memakai masker wajah saat berswafoto di Galleria Vittorio Emanuele II setelah dekrit yang memerintahkan seluruh Italia untuk ditutup sebagai tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, di Milan, Italia, Selasa (10/3/2020). Kian merajalelanya virus corona (COVID-19) membuat sejumlah kawasan di berbagai belahan dunia yang selama ini dikenal ramai seketika berubah menjadi sepi. ANTARA FOTO/REUTERS/FLAVIO LO SCSeorang wanita memakai masker wajah saat berswafoto di Galleria Vittorio Emanuele II setelah dekrit yang memerintahkan seluruh Italia untuk ditutup sebagai tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, di Milan, Italia, Selasa (10/3/2020). Kian merajalelanya virus corona (COVID-19) membuat sejumlah kawasan di berbagai belahan dunia yang selama ini dikenal ramai seketika berubah menjadi sepi.

 

Daftar 59 Negara yang Melarang Masuk WNA dan WNI Terkait Virus Corona

Bagi WNI yang sedang bepergian ke luar negeri diimbau untuk segera kembali ke Indonesia, sebelum mengalami kesulitan penerbangan lebih lanjut.

Kemenlu juga menampilkan daftar negara yang melarang WNA dan WNI masuk ke negaranya. Daftar ini diunggah di akun Instagram @safetravel.kemenlu, Rabu (18/3/2020).

Ada 59 negara yang melarang masuk WNA, termasuk WNI, seperti Chile, Peru, Ekuador, Paraguay, Uruguay, Kolombia, Trinidad dan Tobago, Papua Nugini, Korea Utara, Selandia Baru

Baca selengkapnya di sini.

Kisah Pempek Megaria yang Legendaris, Berawal dari Anak Kuliah Nekat

Satu porsi Pempek Megaria terdiri dari pempek kapal selam kecil, lenjer kecil, kulit, dan adaanSYIFA NURI KHAIRUNNISA Satu porsi Pempek Megaria terdiri dari pempek kapal selam kecil, lenjer kecil, kulit, dan adaan
Di pojok keramaian area pujasera Bioskop Metropole terdapat kedai Pempek Megaria. Meski kecil, selalu ada pengunjung yang memesan makanan di kedai ini. Dahulu kawasan ini disebut Megaria.

Dari nama kawasan itu pula Rudi, pemilik dari Pempek Megaria ini kemudian menamakan bisnis pempek yang ia bangun sedari 1989.

“Dulu saya sering lewat daerah ini. Dulu belum begini penampakan gedungnya. Saya lihat ada toko kosong. Akhirnya saya sewa coba jualan pempek,” ujar Rudi pada Kompas.com di Kedai Pempek Megaria, Rabu (11/3/2020).

Rudi yang dulu berkuliah di kawasan Salemba mengaku dirinya mewarisi darah bisnis dari kedua orang tuanya. Ayah dan ibunya memiliki bisnis percetakan foto di Palembang.

Baca selengkapnya di sini.

 

 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X