Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Turis Indonesia Diimbau Tunda Perjalanan ke Singapura

Kompas.com - 22/03/2020, 17:52 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Ni Luh Made Pertiwi F.

Tim Redaksi

Sumber Reuters


KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri RI mengimbau WNI untuk menunda perjalanan ke Singapura. Hal ini karena pemerintah Singapura akan menerapkan kebijakan lintas batas tambahan untuk penanganan penyebaran virus corona.

Baca juga: Update: 64 Tempat Wisata Sediakan Virtual Traveling, Liburan di Rumah Aja!

Dalam akun instagram @safetravel.kemlu disebutkan mulai 23 Maret 2020 pukul 23.59 waktu setempat, seluruh pengunjung short-term (bebas visa 30 hari) tidak diizinkan untuk masuk atau transit di Singapura.

"Sehubungan dengan hal tersebut kami mengimbau Anda untuk menunda perjalanan ke Singapura," demikian tertulis dalam akun instagram @safetravel.kemlu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

KEBIJAKAN LINTAS BATAS TAMBAHAN SINGAPURA TERKAIT PENANGANAN PENYEBARAN COVID-19 Mulai 23 Maret 2020 pukul 23.59 waktu setempat, seluruh pengunjung short-term (bebas visa 30 hari) tidak diizinkan untuk masuk atau transit di Singapura. Pemerintah Singapura akan mengizinkan masuk/kembalinya pemegang izin kerja (work pass) dan pemegang dependent pass bagi individu yang menyediakan layanan publik esensial seperti bidang kesehatan dan transportasi. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://www.moh.gov.sg/news-highlights/details/additional-border-control-measures-to-reduce-further-importation-of-covid-19-cases Sehubungan dengan hal tersebut kami mengimbau Anda untuk menunda perjalanan ke Singapura. Bagi Anda yang telah berada di Singapura agar selalu mengikuti imbauan dari Otoritas setempat dan @kbrisingapura serta meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan penularan COVID-19. Dalam kondisi darurat silakan menghubungi hotline @kbrisingapura di nomor +6592953964 atau menekan tombol darurat pada aplikasi Safe Travel. (sumber: KBRI Singapura sumber foto: The Straits Times via youtube) #singapura #singapore #travel #covid19 #negaramelindungi

A post shared by Safe Travel Kemlu (@safetravel.kemlu) on Mar 22, 2020 at 12:25am PDT

Namun, pemerintah Singapura akan tetap mengizinkan masuk pemegang izin kerja (work pass) dan pemegang dependent pass atau tanggungannya yaitu istri dan/atau anak.

Izin masuk tersebut berlaku hanya untuk pemegang izin kerja yang menyediakan layanan publik esensial seperti bidang kesehatan dan transportasi.

Melansir Reuters, pada Sabtu (21/3/2020) pemerintah Singapura telah melaporkan kematian pertama disebabkan virus dan mengonfirmasi sebanyak 432 kasus infeksi.

Singapura juga melaporkan hampir 80 persen dari kasus baru terjadi dalam tiga hari terakhir.

Kemenlu RI menyarankan bagi WNI yang masih berada di Singapura agar selalu mengikuti imbauan dari otoritas setempat dan KBRI Singapura.

Tak cukup di situ, WNI juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan penyebaran atau penularan virus corona.

Jika kamu yang berada di Singapura dan sedang dalam kondisi darurat, dapat menghubungi hotline KBRI Singapura di nomor +6592953964.

Kamu bisa juga menekan tombol darurat pada aplikasi Safe Travel.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Travel Update
Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary
Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Jalan Jalan
Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Travel Update
Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Travel Update
85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

Travel Update
KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

Travel Update
Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com