Dampak Corona, Sejumlah Obyek Wisata di Gunungkidul Memilih Tutup

Kompas.com - 23/03/2020, 15:55 WIB
View goa pertama di Kalisuci, Gunung Kidul, Yogayakarta nampak sangat indah, dan menantang adrenalin peserta cave tubing. KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOLView goa pertama di Kalisuci, Gunung Kidul, Yogayakarta nampak sangat indah, dan menantang adrenalin peserta cave tubing.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, memilih untuk tutup sampai menunggu situasi akibat wabah corona ( Covid-19) membaik.

"Ada sejumlah destinasi yang sudah menyatakan tutup sementara," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Hary Sukmono saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Minggu (22/3/2020). 

Baca juga: Tunda Liburan Kamu, Saatnya Cegah Penyebaran Virus Corona

Adapun dari laporan yang masuk ke Dinas Pariwisata Gunungkidul, sejumlah tempat wisata yang memilih tutup sementara yaitu Gua Kali Suci, Gua Pindul, Hutan Turunan, dan sejumlah obyek wisata lain.

"Sementara baru itu (laporan destinasi wisata yang tutup), saat ini kami masih berkoordinasi terkait penutupan obyek wisata. Nanti akan kami sampaikan bagaimana keputusannya," kata Hary.

Sementara itu, salah seorang pengelola Kali Suci, Suyanto mengatakan pihaknya memutuskan menutup sementara cave tubing Goa Kali Suci hingga waktu yang belum ditentukan.

Wisatawan bersiap memasuki mulut obyek wisata Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, yang beberapa saat sebelumnya ditutup oleh pihak pemilik lahan di atas gua tersebut, Kamis (7/3/2013). Konflik antara pihak pemilik lahan dengan sejumlah kelompok pengelola obyek wisata tersebut terus berlangsung meski terus dikunjungi wisatawan. 
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Wisatawan bersiap memasuki mulut obyek wisata Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, yang beberapa saat sebelumnya ditutup oleh pihak pemilik lahan di atas gua tersebut, Kamis (7/3/2013). Konflik antara pihak pemilik lahan dengan sejumlah kelompok pengelola obyek wisata tersebut terus berlangsung meski terus dikunjungi wisatawan.

"Iya kami menutup sementara sampai batas waktu menunggu situasi sekarang kondusif," ucap Suyanto.

Ia menjelaskan sejak adanya pandemi corona, penurunan kunjungan sampai 75 persen. Rata-rata jika hari biasa, lanjutnya, pengunjung bisa sekitar 35-50-an orang.

Sementara itu, pada akhir pekan bahkan bisa mencapai ratusan pengunjung.

Saat ini para karyawan berada di rumah dan pihaknya sudah menyemprotkan desinfektan ke sekitar tempat wisata.

"Kebetulan saat ini sedang panen, jadi karyawan di rumah panen padi," ucap Suyanto. 

Dia berharap kondisi segera membaik, dan bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Ia juga berharap perekonomian puluhan pengelola wisata dan masyarakat pada umumnya bisa kembali normal.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X