Hindari Potensi PHK, Pemerintah Indonesia Siapkan Stimulus Ekonomi untuk Pelaku Pariwisata

Kompas.com - 23/03/2020, 16:31 WIB
Destinasi wisata Pianemo di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANADestinasi wisata Pianemo di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.


JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengungkapkan bahwa pemerintah akan berupaya untuk mengusulkan stimulus ekonomi dalam rangka membantu pelaku usaha pariwisata dalam menghadapi pandemi COVID 19.

Hal ini jadi salah satu langkah yang sedang dipersiapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) bersama berbagai lembaga terkait dalam menangani dampak dari COVID 19.

Baca juga: Indonesia Tunda Sebulan Bebas Visa dan Visa on Arrival untuk Turis Asing

Pasalnya, sektor pariwisata jadi salah satu yang pertama terdampak oleh pandemi corona ini.

Pemberian stimulus ekonomi ini dilakukan untuk meringankan beban dan biaya untuk para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga dapat menghindari potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pariwisata ini.

“Ketika kita bicara sektor pariwisata, saya tidak hanya bicara mengenai hotel, restoran, event organizer, travel agent, dan lain-lain. Juga ada jutaan pekerjaan di dalamnya seperti usaha kecil dan menengah,” ujar Wishnutama dalam sesi Virtual Press Statement Menparekraf “Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Tengah Wabah COVID-19” yang digelar lewat channel YouTube Kemenparekraf, Senin (23/3/2020).

“Ada juga penduduk daerah tertentu yang mengandalkan pariwisata sebagai mata pencaharian utamanya di sana. Ada supply chain pariwisata, pekerja usaha yang menjadi supplier hotel, restoran, dan berbagai usaha pariwisata yang jumlahnya besar,” lanjutnya.

Baca juga: Tunda Liburan Kamu, Saatnya Cegah Penyebaran Virus Corona

Ia menuturkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan berbagai kebijakan untuk mengurangi dampak pandemi corona terhadap berbagai usaha termasuk sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan para pekerja di dalamnya.

“Dalam waktu dekat ini, pemerintah akan segera mengumumkan langkah-langkah konkret terkait hal di atas. Kemenparekraf sedang melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk mewujudkan langkah-langkah tersebut,” jelas Wishnutama.

Turis di Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa TimurDok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf Turis di Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur

Ia menuturkan bahwa pihaknya tengah dalam proses melakukan realokasi berbagai anggaran dalam rangka penanganan pandemi corona.

Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Maret 2020 kemarin mengenai Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID19).

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unik, Nonton Bioskop Tepi Sungai dari Atas Perahu

Unik, Nonton Bioskop Tepi Sungai dari Atas Perahu

Jalan Jalan
Kasus Covid-19 di Spanyol Meningkat, Inggris Raya Wajibkan Warganya Isolasi Mandiri Usai Berlibur di Sana

Kasus Covid-19 di Spanyol Meningkat, Inggris Raya Wajibkan Warganya Isolasi Mandiri Usai Berlibur di Sana

Whats Hot
Uniknya Wisata Setigi di Gresik, Bukit Kapur yang Instagramable

Uniknya Wisata Setigi di Gresik, Bukit Kapur yang Instagramable

Jalan Jalan
Tak Tinggal Diam, TNGR Akan Panggil Pengunjung yang 'Dugem Massal' di Savana Propok

Tak Tinggal Diam, TNGR Akan Panggil Pengunjung yang "Dugem Massal" di Savana Propok

Whats Hot
Mulai Buka Diri, 9 Negara Ini Sambut Turis Asing yang Ingin Liburan Sambil Kerja

Mulai Buka Diri, 9 Negara Ini Sambut Turis Asing yang Ingin Liburan Sambil Kerja

Whats Hot
Viral Video Pengunjung Buat Gaduh saat Malam, Savana Propok akan Ditutup

Viral Video Pengunjung Buat Gaduh saat Malam, Savana Propok akan Ditutup

Whats Hot
Video Viral Pedagang Tahu Bakso di Puncak Gunung Cikuray, Lihat Sunrise Bisa Sambil Nge-bakso

Video Viral Pedagang Tahu Bakso di Puncak Gunung Cikuray, Lihat Sunrise Bisa Sambil Nge-bakso

Whats Hot
5 Daerah Tujuan Wisata Favorit Wisatawan Saat Pandemi, Bali Teratas

5 Daerah Tujuan Wisata Favorit Wisatawan Saat Pandemi, Bali Teratas

Whats Hot
Rute Penerbangan Jakarta-Bali Jadi Favorit, 2.400 Kursi Terjual dalam 1 Minggu

Rute Penerbangan Jakarta-Bali Jadi Favorit, 2.400 Kursi Terjual dalam 1 Minggu

Whats Hot
Tips Cari Kuliner Halal di Wuhan China

Tips Cari Kuliner Halal di Wuhan China

Travel Tips
Rekomendasi Kuliner di Wuhan China, Cocok untuk Pencinta Pedas

Rekomendasi Kuliner di Wuhan China, Cocok untuk Pencinta Pedas

Makan Makan
Jadwal Kereta Api dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Bulan Agustus

Jadwal Kereta Api dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Bulan Agustus

Whats Hot
Catat, 5 KA Tambahan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Catat, 5 KA Tambahan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Whats Hot
Tempat Wisata di Klaten Siap Dibuka, Sudah Gelar Simulasi

Tempat Wisata di Klaten Siap Dibuka, Sudah Gelar Simulasi

Whats Hot
Dusun Girpasang Klaten Diusulkan Jadi Tempat Wisata, Apa yang Menarik?

Dusun Girpasang Klaten Diusulkan Jadi Tempat Wisata, Apa yang Menarik?

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X