Bukan Refund, Kamu Bisa Reschedule untuk Bantu Industri Pariwisata

Kompas.com - 25/03/2020, 07:06 WIB
Duomo cathedral, Milan, Italia ShutterstockDuomo cathedral, Milan, Italia

"Semua pasti mencari win-win solution dan tetap mengutamakan konsumen. Kita berpikir bukan hanya untuk hari ini, tapi ke depannya supaya konsumen tetap ada,” tutur Maulana pada Kompas.com, Kamis (18/3/2020).

Ia menggambarkan dalam situasi bisnis hotel, ketika konsumen meminta reschedule, maka uang mereka tak akan dikembalikan. Namun, konsumen bisa menjadwalkan ulang kedatangan mereka ke hotel tersebut pada lain waktu saat pandemi virus corona berakhir.

"Misalnya dari hotel memberlakukan enam bulan, kalau enam bulan situasi belum membaik ya bisa saja diperpanjang tergantung kebijakan dari hotel," kata Maulana.

"Bisa jadi satu tahun nantinya untuk konsumen kembali datang," lanjutnya.

Denon Prawiraatmaja, Ketua Indonesia National Air Carriers Association (INACA) juga mengatakan hal serupa.

Menurutnya, dengan konsumen meminta reschedule, alih-alih refund, maka akan memberikan keringanan bagi maskapai penerbangan.

Baca juga: 5 Aktivitas Seru Liburan di Rumah, Bisa Jalan-jalan Virtual

"Kalau minta refund pasti kondisi tambah berat. Apalagi dolar Amerika Serikat naik," terang Denon kepada Kompas.com, Kamis (18/3/2020).

"Ini harapannya sih seperti relaksasi sementara. Sekarang penumpang turun, traffic dibatasi. Di saat bersamaan dollar AS naik, di mana komponen biaya maskapai itu pasti 80-90 persen itu menggunakan dollar AS," sambung dia.

Namun, Denon mengatakan, keputusan untuk memberikan opsi reschedule atau refund tetap bergantung pada kebijakan masing-masing maskapai penerbangan.

Sebab, setiap maskapai penerbangan memiliki sistem yang berbeda dan tak semuanya bisa mengeluarkan opsi reschedule dan refund secara bersamaan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X