Cara Membuat Wedang Uwuh, Minuman "Sampah" yang Menghangatkan Tubuh

Kompas.com - 25/03/2020, 14:21 WIB
Ilustrasi segelas wedang uwuh panas, minuman herbal terbuat dari berbagai dedaunan kering. SHUTTERSTOCK/DANIEL DOPIlustrasi segelas wedang uwuh panas, minuman herbal terbuat dari berbagai dedaunan kering.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wedang uwuh atau kuwuh merupakan minuman berisi dedaunan rebus tanpa disaring yang langsung disajikan. Wedang berarti minuman, sedangkan uwuh artinya sampah.

Baca juga: Berapa Lama Minuman Empon-empon Bisa Disimpan di Kulkas?

Traveling chef Wira Hardiyansyah menjelaskan bahwa wedang uwuh merupakan minuman penghangat tubuh yang berasal dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

" Wedang uwuh terdiri dari jahe, cengkeh atau batang cengkeh, daun cengkeh, daun kayu manis kering, daun pala kering, serutan kayu secang, dan gula batu," jelas Wira saat dihubungi oleh Kompas.com, Selasa (24/3/2020).

Baca juga: Cara Membuat Jamu dari Empon-empon

Minuman ini memiliki beberapa khasiat, seperti sebagai antioksidan dan menurunkan kolestrol.

Wedang uwuh dapat dibuat sendiri di rumah, bahannya pun bisa ditemukan di tempat penjaja sayur.

Cara membuat wedang uwuh

Ilustrasi rempah-rempah, bahan untuk membuat wedang uwuh. SHUTTERSTOCK/HARISMOYO Ilustrasi rempah-rempah, bahan untuk membuat wedang uwuh.

Langkah pertama bakar jahe, lalu digeprek hingga pipih. Didihkan air lalu masukkan jahe untuk direbus hingga sarinya keluar.

Masukan juga cengkeh atau batang cengkeh, daun cengkeh, daun kayu manis, daun pala, serutan kayu secang, dan gula batu.

"Rebus wedang dan semua bahan hingga mendidih, proses ini bisa memakan waktu selama 15 menit," jelas Wira.

Jika sudah mengeluarkan warna merah bata minuman dapat diangkat dan tuangkan dalam gelas. Selanjutnya wedang uwuh bisa dihidangkan dengan disaring atau tanpa disaring.

Minuman ini bisa disimpan dan bertahan hingga kurang lebih 3 sampai 5 hari di dalam kulkas. Wedang uwuh bisa disajikan panas atau tambahkan es batu untuk sensasi dingin.

Sejarah singkat wedang uwuh

Ilustrasi bahan wedang uwuh yang sudah dikemas. SHUTTERSTOCK/HERUKRU Ilustrasi bahan wedang uwuh yang sudah dikemas.

Pada era Sultan Agung, Raja Mataram itu pergi mencari tempat untuk peristirahatan terakhir keluarganya dengan para pengawalnya.

Baca juga: Musim Hujan, Ini 10 Minuman yang Bisa Menghangatkan Tubuh

Ia pun akhirnya menemukan tempat yang dikira pas yaitu di bukit merak sekarang disebut pemakaman suci Imogiri.

Sultan Agung telah bertapa sebelum memantapkan tempat tersebut sebagai tempat peristirahatan keluarga raja.

Konon malam hari saat betapa, ia meminta pengawalnya untuk membuatkan minuman yang ampuh untuk menghangatkan tubuh.

Saat minuman disajikan di bawah pohon dekat tempat sang Sultan beberapa ranting dedaunan jatuh dan masuk dalam wadah minuman itu.

Tidak menyadari ada daun dan ranting yang masuk dalam wedangnya Sang Raja tetap meminum wedang itu.

Dinilai nikmat, akhirnya Sang Raja meminta pengawalnya untuk membuatkan satu lagi minuman yang saat itu ia minum.

Secara seksama pengawal itu akhirnya mengamati satu persatu isi dari minuman yang diminta sultan.

Akhirnya wedang uwuh dikenal masyarakat Yogyakarta bahkan Nusantara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Masuk Daftar Negara Risiko Tinggi Covid-19 Afrika Selatan

Indonesia Masuk Daftar Negara Risiko Tinggi Covid-19 Afrika Selatan

Whats Hot
Liburan ke Puncak Bogor, Wisatawan Wajib Rapid Test Covid-19

Liburan ke Puncak Bogor, Wisatawan Wajib Rapid Test Covid-19

Whats Hot
Bisakah Indonesia Terapkan Special Tourist Visa seperti Thailand?

Bisakah Indonesia Terapkan Special Tourist Visa seperti Thailand?

Whats Hot
Jelang Akhir Tahun, Seperti Apa Mobilitas Wisatawan di Tengah Pandemi?

Jelang Akhir Tahun, Seperti Apa Mobilitas Wisatawan di Tengah Pandemi?

Whats Hot
Bagaimana Perkembangan Pariwisata Indonesia sejak Awal Pandemi Covid-19?

Bagaimana Perkembangan Pariwisata Indonesia sejak Awal Pandemi Covid-19?

Whats Hot
Jakarta Aquarium Buka Lagi, Harga Tiket Mulai Rp 135.000

Jakarta Aquarium Buka Lagi, Harga Tiket Mulai Rp 135.000

Whats Hot
Daftar 4 Maskapai yang Turunkan Tarif Tiket Pesawat hingga Akhir Tahun

Daftar 4 Maskapai yang Turunkan Tarif Tiket Pesawat hingga Akhir Tahun

Whats Hot
Jateng Bersiap Sambut Libur Panjang, Ada Rapid Test di Tempat Wisata

Jateng Bersiap Sambut Libur Panjang, Ada Rapid Test di Tempat Wisata

Whats Hot
Tempat Wisata di Bogor Boleh Buka, tetapi Harus Batasi Pengunjung

Tempat Wisata di Bogor Boleh Buka, tetapi Harus Batasi Pengunjung

Whats Hot
Pemkab Lebak Tutup Seluruh Tempat Wisata Saat Libur Panjang Oktober 2020

Pemkab Lebak Tutup Seluruh Tempat Wisata Saat Libur Panjang Oktober 2020

Whats Hot
Tarif Tiket Lion Air Group Turun Menyusul Kebijakan Pemerintah Tanggung Airport Tax

Tarif Tiket Lion Air Group Turun Menyusul Kebijakan Pemerintah Tanggung Airport Tax

Whats Hot
Harris Day 2020 Digelar Virtual, Peserta Lari dan Gowes dari Kota Sendiri

Harris Day 2020 Digelar Virtual, Peserta Lari dan Gowes dari Kota Sendiri

Whats Hot
Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Daftar 27 KA Jarak Jauh dari Jakarta

Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Daftar 27 KA Jarak Jauh dari Jakarta

Whats Hot
Airport Tax Ditanggung Pemerintah, Tarif Tiket Garuda Indonesia Turun

Airport Tax Ditanggung Pemerintah, Tarif Tiket Garuda Indonesia Turun

Whats Hot
Ada Tiket Murah Citilink hingga Akhir Tahun di 13 Kota Ini

Ada Tiket Murah Citilink hingga Akhir Tahun di 13 Kota Ini

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X