Rencanakan Inovasi Bisnis Pariwisata Saat Pandemi Global Melanda

Kompas.com - 27/03/2020, 16:05 WIB
Wisatawan mancanegara mengunjungi Benteng Tolucco di Ternate, Maluku Utara, Selasa (15/4/2014). Benteng yang dibangun oleh Francisco Serao pada 1540 ini juga sering disebut Benteng Holandia atau Santo Lucas. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESWisatawan mancanegara mengunjungi Benteng Tolucco di Ternate, Maluku Utara, Selasa (15/4/2014). Benteng yang dibangun oleh Francisco Serao pada 1540 ini juga sering disebut Benteng Holandia atau Santo Lucas.

Tentu saja di setiap kamar tempat penginapan, transportasi publik, obyek pariwisata dan tempat ibadah juga disediakan cairan sanitasi tangan gratis yang dapat digunakan oleh para wisatawan.

Inovasi pelayanan

Terkait inovasi bidang pelayanan, agensi pariwisata bisa bekerja sama dengan lembaga kesehatan tertentu untuk mengadakan tes cepat.

Tes cepat dilakukan paling tidak satu kali dalam seminggu sebelum keberangkatan pada setiap paket tur yang mereka tawarkan. Hal ini untuk meminimalisasi kemungkinan penyebaran virus.

Pada fase ini, saya yakin jumlah wisatawan mandiri akan dibatasi visa berkunjung di hampir semua negara yang ada di dunia paling tidak selama satu tahun ke depan.

Masih terkait dengan pelayanan, setiap agensi pariwisata disarankan menyiapkan masker khusus wisatawan yang terindikasi sakit tiba-tiba dan rekanan lembaga kesehatan pada daerah yang dikunjungi.

Ini diperlukan agar wisatawan dapat merasa aman dan nyaman saat berwisata.

Terkait dengan pelayanan transportasi publik, untuk satu tahun ke depan kemungkinan besar akan diberlakukan pemberian jarak fisik antarpenumpang di setiap transportasi publik tersebut mulai dari pesawat terbang, kereta, dan lain-lain.

Inovasi keamanan

Dalam hal keamanan, setiap tempat publik harus memiliki minimal satu ruang isolasi khusus.

Ruang isolasi ini harus memiliki higienitas sangat tinggi dengan standar alat pelindung diri yang memadai untuk penanggung jawab dari ruang tersebut.

Untuk memasuki semua tempat publik yang ada pun sebaiknya diberikan minimal dua rute, yakni satu rute evakuasi darurat dan satu pintu masuk utama.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X