Rencanakan Inovasi Bisnis Pariwisata Saat Pandemi Global Melanda

Kompas.com - 27/03/2020, 16:05 WIB
Para wisatawan berpose di sekitar kolam pemandian sakral di Goa Gajah, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (2/4/2018). Goa Gajah merupakan salah satu destinasi wisata di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIPara wisatawan berpose di sekitar kolam pemandian sakral di Goa Gajah, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (2/4/2018). Goa Gajah merupakan salah satu destinasi wisata di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan baik asing maupun domestik.

Adapun rute evakuasi darurat hanya dibuka saat kondisi yang tidak diinginkan saja.

Untuk melengkapi hal ini, pengukur suhu tubuh jarak jauh sangat dianjurkan untuk dimiliki setiap gedung tempat berkumpul publik selain detektor logam yang tentu saja sudah banyak dimiliki oleh banyak gedung bertingkat di ibu kota saat ini.

Selain keamanan dari tamu, setiap tenaga kerja juga harus dilengkapi dengan asuransi kesehatan yang dapat digunakan jika mereka sakit batuk, pilek ataupun demam yang sangat mudah terdeteksi saat ini.

Setiap sektor bisnis pariwisata wajib untuk memeriksa kondisi kesehatan harian para karyawan agar tidak ada yang memaksa bekerja dalam kondisi sakit.

Adapun standar pengecekan kesehatan mencakup kondisi suhu tubuh, batuk, flu dan tekanan darah.

Agar tidak terlalu membebani biaya pariwisata, pengecekan kesehatan pada sektor pariwisata usaha kecil menengah (UKM) dapat bekerja sama dengan program pemagangan mahasiswa kedokteran tingkat akhir.

Adapun untuk sektor usaha besar wajib memiliki dokter jaga dengan standar alat pelindung diri dan alat kesehatan yang memadai dalam usaha pariwisata itu sendiri.

Tentu saja sebaiknya hak para pekerja saat sakit relatif ringan tersebut juga terlindungi oleh aturan yang berlaku secara nasional.

Inovasi lingkungan

Berbeda dengan yang sebelum ini, inovasi yang keempat berkaitan dengan lingkungan. Terkait hal ini, inovasi dilakukan dengan cara menjaga lingkungan hidup.

Setiap pengerjaan proyek pariwisata baru wajib menyertakan ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 30 persen.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X