Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Kompas.com - 28/03/2020, 15:31 WIB
ILUSTRASI - Kamar Hotel Shutterstock/Dragon ImagesILUSTRASI - Kamar Hotel


JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio merealisasikan kerja sama dengan jaringan hotel dan perusahaan transportasi untuk membantu penyediaan tempat istirahat dan layanan transportasi bagi tenaga medis dan gugus tugas Covid-19.

Hal tersebut ia umumkan dalam sesi pernyataan pers yang digelar virtual melalui akun YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (28/3/2020).

“Pada hari ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) akan merealisasikan kerja sama dengan jaringan hotel untuk menyediakan tempat istirahat bagi para tenaga medis dan juga gugus tugas sebagai upaya bersama penanganan pandemi virus corona di Indonesia,” ujar Wishnutama.

Baca juga: Kemenparekraf Siapkan Hotel Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Corona

Perusahaan transportasi yang bekerja sama dengan Kemenparekraf adalah grup Bluebird, Panorama, Antavaya, dan White Horse. Sementara untuk jaringan hotel yang bekerja sama adalah grup AccorHotels.

Kerja sama dengan jaringan hotel dimaksudkan agar para tenaga kesehatan dan gugus tugas berada lebih dekat dengan rumah sakit tempat mereka bertugas yang menangani para pasien COVID-19.

“Ini hanya menjadi langkah awal. Ke depannya, Kemenparekraf juga akan merealisasikan rencana-rencana lain dalam upaya penanganan COVID-19 dan juga menjaga industri pariwisata nasional,” tutur Wishnutama.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama KusubandioDok. Puskomblik Kemenpar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio

“Di tahap awal ini, Kemenparekraf bersama Accor grup menyediakan fasilitas untuk rumah sakit di Jakarta, yaitu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), RSPAD, RS Suliyanti Saroso, dan RS Persahabatan,” lanjutnya.

Kamar-kamar hotel tersebut disediakan untuk mengakomodasi sekitar 1.100 tenaga medis dengan skema berbagai macam tipe kamar. Kemenparekraf membiayai cost pelaksanaan dengan harga di bawah harga pasar.

Hotel-hotel ini juga harus bisa menerapkan standard operational procedure (SOP) khusus yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Di antaranya adalah penyemprotan disinfektan secara rutin, kegiatan sanitasi, pengaturan physical distancing di seluruh area hotel, termasuk penggunaan lift.

“Seluruh tenaga medis yang menginap dan para karyawan hotel akan melalui beberapa tahap antisipasi seperti cek suhu badan, semprot disinfektan, dan pemakaian alat pelindung diri (APD).”

Baca juga: Tunda Liburan Kamu, Saatnya Cegah Penyebaran Virus Corona

Kerja sama ini juga masih terbuka untuk jaringan hotel lain yang memenuhi syarat. Di antaranya adalah harus berada di sekitar rumah sakit rujukan.

Menurut Wishnutama, kerja sama ini dilakukan bukan hanya untuk membantu penanganan COVID-19 tapi juga untuk membantu menjaga industri perhotelan dan transportasi yang jadi bagian penting dari industri pariwisata.

“Terima kasih atas dukungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada garda terdepan kita. Dukungan setiap saat selalu mengalir,” tutur Kepala BNPB Doni Monardo dalam kesempatan yang sama.

“Kami selalu mengajak pada seluruh pihak untuk menggunakan metode kolaborasi pentahelix berbasis komunitas dan ini kami harapkan bukan hanya di tingkat pusat saja tapi juga menyentuh sampai tingkat daerah,” sambung dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X