Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Kompas.com - 28/03/2020, 16:33 WIB
Pesawat tipe Airbus A380 pada maskapai penerbangan Singapore Airlines, (8/10/2013). SHUTTERSTOCK/RYAN FLETCHERPesawat tipe Airbus A380 pada maskapai penerbangan Singapore Airlines, (8/10/2013).

KOMPAS.com – Sekelompok siswa menampilkan tari waiata di penerbangan terakhir maskapai Singapore Airlines dari Selandia Baru menuju Singapura.

Dilansir dari Stuff.co.nz, Haruka Chan, Zi Yue Woo, Romaine Lee, Timothy Ching, Cherie Wong, dan Courtney Lim adalah siswa balet klasik atau tarian kontemporer di New Zealand School of Dance di Wellington, Selandia Baru.

Baca juga: Dampak Wabah Corona, Singapore Airlines Kurangi Kapasitas Hingga 96 Persen

Mereka sedang dalam penerbangan pulang ke Singapura dengan adanya penutupan perbatasan di berbagai belahan dunia karena virus corona ( Covid-19 ).

Mereka mengatakan aksinya ini dilakukan untuk mendukung para kru Singapore Airlines.

Baca juga: Singapore Airlines Bebaskan Biaya Penjadwalan Ulang Tiket, Simak Caranya

“Kami membagikan waiata dari sekolah kami untuk mengucapkan terima kasih pada kru kabin yang sangat luar biasa karena telah membawa kelompok kecil kami pulang dalam 10 jam ini dalam penerbangan yang mereka sebut sebagai penerbangan penyelamatan dan jadi yang terakhir dilakukan oleh Singapore Airlines dari New Zealand,” ujar para siswa tersebut dalam sebuah pernyataan.

Sekelompok siswa menampilkan waiata untuk berikan penghormatan pada kru Singapore Airlines yang membawa mereka pulang ke Singapura dengan penerbangan terakhir dari New Zealand.Dok. Facebook New Zealand School of Dance Sekelompok siswa menampilkan waiata untuk berikan penghormatan pada kru Singapore Airlines yang membawa mereka pulang ke Singapura dengan penerbangan terakhir dari New Zealand.

Para kru dan penumpang lainnya dilaporkan merasa sangat tersentuh dan berterima kasih atas aksi para siswa ini.

Dilansir dari Asiaone.com, pemerintah Selandia Baru mengumumkan bahwa mereka akan memasuki masa lockdown selama satu bulan yang dimulai pada 26 Maret 2020.

Mereka menutup semua sekolah sejak 24 Maret 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dengan tersebarnya video itu di media sosial, para siswa tersebut mendapatkan beragam komentar positif dan ucapan selamat dari warga net.

Penampilan ini bahkan mencuri perhatian dari Juru Bicara Parlemen Singapura, Tan Chuan-Jin yang mengucapkan sesuatu pada mereka di Facebook.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X