Ada Pembatasan karena Corona, Ribuan WN Australia Tetap Pergi ke Luar Negeri

Kompas.com - 05/04/2020, 09:59 WIB
Panorama Sydney Opera House di kala matahari terbenam, (22/8/2010). SHUTTERSTOCK/LAUREN ORRPanorama Sydney Opera House di kala matahari terbenam, (22/8/2010).

KOMPAS.com – Ribuan warga negara Australia memilih untuk abai terhadap seruan Perdana Menteri Scott Morrison untuk memberhentikan perjalanan ke luar negeri selama pandemi global virus corona (Covid-19).

Mengutip SBS News, Jumat (3/4/2020), Pemerintah Federal telah menaikkan travel advice untuk seluruh perjalanan luar negeri menjadi level empat atau level tertinggi pada 18 Maret 2020.

Artinya, terlepas dari tempat tujuan, umur, atau kesehatan--seluruh warga Australia tidak boleh bepergian ke luar negeri.

Baca juga: Hotel Mewah di Singapura dan Australia Dijadikan Tempat Karantina Covid-19

Kendati demikian, sekitar 16.000 warga Australia tetap memilih untuk bepergian ke luar negeri antara 19-30 Maret 2020, meski sudah ada pembatasan. Data tersebut diberikan oleh Department of Home Affairs.

Selanjutnya, sebanyak 3.800 warga Australia terbang ke luar negeri setelah pembatasan resmi perjalanan ke luar negeri diberlakukan pada 24 Maret 2020.

Kendati demikian, terdapat beberapa pengecualian untuk pembatasan tersebut bagi mereka yang tinggal di luar negeri, memiliki pekerjaan penting, atau atas dasar compassionate grounds.

Baca juga: Mengharukan, Pramugari Beri Salam Perpisahan di Penerbangan Terakhir Virgin Australia

Gedung Opera di New South Wales, Australia. Dok.Shutterstock/kev Hughes Gedung Opera di New South Wales, Australia.
Sementara itu, seluruh wisatawan yang kembali dari luar negeri kini diwajibkan untuk melakukan karantina wajib di hotel atau akomodasi lain yang dibiayai oleh pemerintah.

Pemerintah Australia Barat tengah mempertimbangkan apakah mungkin untuk menagih biaya para warga Australia yang kembali setelah bepergian ke luar negeri walaupun ada peringatan.

"Merupakan hal yang sangat tidak bertanggung jawab bagi mereka yang pergi ke Bali, atau Thailand, atau Britania Raya, atau kemana pun itu," tutur Perdana Menteri Australia Barat Mark McGowan, mengutip SBS News.

Baca juga: Australia Tutup Perbatasan dan Pintu Kedatangan, Turis Asing Dilarang Masuk

Sementara itu, juru bicara Home Affairs Kristina Keneally mengatakan, penyerahan tanggung jawab atas langkah-langkah karantina kepada pemerintah dari Commonwealth Government terbilang sedikit luar biasa.

Senator Keneally juga menganjurkan seluruh warga Australia untuk mendengarkan travel advice yang sudah diberlakukan.

"Pemerintah Federal tidak dapat memastikan kembalinya seluruh warga Australia yang ingin kembali ke rumah selama pandemi virus corona,” tutur Menteri Luar Negeri Marise Payne pada Rabu (1/4/2020).

Dia menambahkan, diplomat Australia tengah melakukan segalanya yang mereka bisa agar warganya yang terdampar di luar negeri kembali ke tempat yang aman.



Sumber SBS News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X