Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Alasan Banyak Kuliner Berbahan Terigu di China Bagian Utara

Kompas.com - 06/04/2020, 16:37 WIB
Yana Gabriella Wijaya,
Yuharrani Aisyah

Tim Redaksi

Sumber Goldthread

JAKARTA, KOMPAS.com - Makanan berbahan dasar tepung terigu menjadi sajian umum di kawasan utara China.

Kamu dapat menemukan di antaranya shaobing youtiao atau semacam cakwe yang dibungkus roti pipih, roti bakpao, pangsit, dan mi.

Baca juga: Apa itu Mi Biangbiang? Sajian yang Dimasak Eric di Grand Final MasterChef Indonesia

Dilansir dari Goldthread  hidangan umum di utara China tersebut dipengaruhi oleh cuaca saat musim dingin tiba, yang bisa bersuhu di bawah minus 40 derajat Celsius.

Iklim dingin tersebut yang membuat makanan berkarbohidrat lazim di sini. Ditambah lagi dengan curah hujan yang cukup jarang di utara China dibandingkan dengan area lain.

Dibandingkan dengan beras yang merupakan tanaman pokok lainnya di China, tumbuhan gandum menyerap air 8 persen lebih sedikit, sehingga lebih mudah tumbuh di area kering.

Maka dari itu sebagian besar makanan dibuat dengan tepung terigu. Salah satu makanan pokok sarapan ialah shaobing youtiao atau sandwich roti. Berupa roti seperti cakwe yang dibungkus dengan roti pipih.

Pangsit atau dalam Bahasa Mandarin disebut ziao shi.Kompas.com/Silvita Agmasari Pangsit atau dalam Bahasa Mandarin disebut ziao shi.

Sementara bakpao di sini biasanya berisi daging babi atau domba ditambah potongan daun bawang.

Kemudian ada pangsit atau dumpling di utara China umumnya punya isian bahan lebih menyehatkan daripada di China bagian selatan.

Pangsit khas utara China punya kulit lebih tebal dengan lebih banyak varian topping atau isian.

Tiap area di utara China mempunyai isian pangsit khas masing-masing. Seperti di pesisir Provinsi Shandong, terkenal dengan sajian pangsit ikan.

Sementara itu di pedalaman Kota Shenyang pangsit isi daging sapi. Kemudian di Tianjin pangsit isi daging babi menjadi sajian umum.

Baca juga: Apa Bedanya Bakmi China dengan Bakmi Indonesia?

Untuk mi ada zhajiangmian, mi dengan saus kacang hitam bercita rasa manis dan asin, daging giling, mentimun, wortel, dan taoge.

 

Mi yang tak kalah menarik selanjutnya adalah mi buatan tangan yang dapat disajikan dalam kaldu daging sapi atau domba.

Ko Atek tengah menyiapkan cakweJakarta Post/Jessicha Valentina Ko Atek tengah menyiapkan cakwe

Musim dingin juga mendorong masyarakat di China Utara untuk membuat sayuran yang difermentasi agar bisa lebih awet.

Misalnya sawi putih biasanya diawetkan menggunakan garam dan dibiarkan selama beberapa minggu untuk menghasilkan acar khas China atau suancai.

Daging juga menjadi bahan untuk sajian umum di utara China, pasalnya wilayah ini punya banyak padang rumput tempat ternak sapi dan domba.

Kuliner di utara China tergolong berbeda dengan kawasan lain di Negeri Tirai Bambu ini. Di  sana makanan memiliki porsi besar dan penuh karbohidrat, serta mengandung banyak minyak dan garam.

Namun itulah cara orang di kawasan utara China dalam menghadapi cuaca musim dingin ekstrem, dengan makan sajian lezat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ada Promo Masuk Ancol Gratis mulai 1 Juni 2024, Simak Syaratnya

Ada Promo Masuk Ancol Gratis mulai 1 Juni 2024, Simak Syaratnya

Travel Update
Maskapai Ini Punya Penerbangan Bersama Anjing, Harganya Rp 97 Jutaan

Maskapai Ini Punya Penerbangan Bersama Anjing, Harganya Rp 97 Jutaan

Travel Update
Dieng Caldera Race 2024 Digelar mulai 7 Juni 2024

Dieng Caldera Race 2024 Digelar mulai 7 Juni 2024

Travel Update
Cara Berkunjung ke Koryu Space Japan Foundation, Gratis Masuk

Cara Berkunjung ke Koryu Space Japan Foundation, Gratis Masuk

Travel Tips
Traveler Wajib Tahu, Ini Kelebihan E-Paspor ketimbang Paspor Biasa

Traveler Wajib Tahu, Ini Kelebihan E-Paspor ketimbang Paspor Biasa

BrandzView
Puas dengan Pelayanan, 98 Persen Jemaah Ingin Umrah Kembali Bersama Jejak Imani

Puas dengan Pelayanan, 98 Persen Jemaah Ingin Umrah Kembali Bersama Jejak Imani

Travel Update
Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Travel Update
Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Travel Update
Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

Jalan Jalan
Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Jalan Jalan
KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com